<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273</id><updated>2012-02-01T20:09:57.359+07:00</updated><title type='text'>..::Seuntai Kenangan::..</title><subtitle type='html'>Seuntai Kenangan di Muka Bumi Dalam Rangka Mencari Ridha Allah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4177843472046111491</id><published>2011-01-30T07:21:00.000+07:00</published><updated>2011-01-30T07:23:48.693+07:00</updated><title type='text'>Kebesaran Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya. Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas dan di aduk perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya?” ujar pak tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pahit sekali” jawab pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu utuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Mereka berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua bertanya lagi, “Bagaimana rasanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segar” sahut si Pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?” tanya pak tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak” sahut Pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata “Anak muda…Dengarkan baik-baik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yg kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saat Anda merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, Hanya ada satu yg Anda dapat lakukan, Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, Luaskanlah hatimu utuk menampung setiap kepahitan itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatimu adalah wadah itu.&lt;br /&gt;Perasaanmu adalah tempat itu.&lt;br /&gt;Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, d merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.*&lt;a href="http://syakirin.net/in/tip-trik/38-lain/74-kebesaran-hati.html" target="_blank"&gt;syakirin.net&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4177843472046111491?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4177843472046111491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2011/01/kebesaran-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4177843472046111491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4177843472046111491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2011/01/kebesaran-hati.html' title='Kebesaran Hati'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-8216690301345873976</id><published>2009-11-27T05:04:00.002+07:00</published><updated>2009-11-27T05:22:07.016+07:00</updated><title type='text'>Umur yang Mencair Seperti Es</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita... semakin dekat ke liang lahat. Saudaraku, entah, apakah pertambahan dan perguliran waktu itu, berarti mendekatkan diri kita pada kenikmatan surga. Atau mendekatkan kita pada kesengseraan neraka. Nauzubillah..&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. "Umurmu akan mencair seperti mencairnya es, " kata Imam Ibnul Jauzi. (Luthfu fil Wa'z, 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sahabatku,&lt;br /&gt;Semoga Allah memberkahi sisa usia kita, Permasalahan terbesar setiap orang adalah ketika kecepatan umur dan waktu hidupnya tidak seiring dengan kecepatannya untuk menyelamatkan diri dari penderitaan abadi di akhirat. Ketika, usia yang sangat terbatas itu tidak berfungsi sebagai pelindung diri dari beratnya adzab dan siksa Allah swt. Di saat, banyaknya hembusan dan tarikan nafasnya tak sebanding dengan upaya dan jihadnya untuk terhindar dari lubang kemurkaan Allah. Ketika, jumlah detak jantung dan aliran darah yang di pompa di dalam tubuhnya, tak sebanyak gerak dan tingkahnya untuk menjauhi berbagai kemaksiatan yang dapat memunculkan kesengsaraan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sesungguhnya jiwa kita adalah milik Allah dan kepada-Nya lah jiwa ini akan kembali....&lt;br /&gt;Suasana hati seperti inilah yang perlu kita tumbuhkan. Adakah di antara kita yang tidak mempunyai dosa? Atau merasa mampu menebus kotoran dan dosa yang telah dilakukan selama puluhan tahun usia yang telah lewat? Tentu tidak. Perasaan kurang, merasa banyak melakukan kemaksiatan, lalu menimbulkan penyesalan adalah bagian dari pintu-pintu rahmat Allah yang akan mengantarkan kita pada taubat. Suasana hati seperti inilah yang akan mendorong pemilikinya bertekad mengisi hari dengan amal yang lebih untuk menebus kesalahan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saurdaraku, mari menangguk pahala, meraih rahmat dan ampunan Allah sebanyak-banyaknya sekarang juga. Perbanyaklah dzikir, bersedekah, berjihad dan beramal shalih...Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Sekarang dan jangan tunda-tunda lagi niat baik kita.... Semoga Allah meneguhkan kekuatan kita untuk melakukan kebaikan yang kita niatkan...&lt;br /&gt;Amiiin. *&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-8216690301345873976?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/8216690301345873976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2009/11/umur-yang-mencair-seperti-es.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8216690301345873976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8216690301345873976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2009/11/umur-yang-mencair-seperti-es.html' title='Umur yang Mencair Seperti Es'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-6810341851923318851</id><published>2009-11-18T15:00:00.000+07:00</published><updated>2009-11-18T15:02:19.780+07:00</updated><title type='text'>Sumpah Palsu.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhir-akhir ini kita sering mendengar para pejabat negara mengobral sumpah atas nama Allah, bahwa mereka tidak bersalah dalam perkara yang akan menjeratnya. Dalam kehidupan kita sehari-hari pun, rasanya tidak jarang kita temui kata-kata sumpah, seperti demi Allah, dan lainnya.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah merupakan sesuatu yang sakral dan suci, karena dengan sumpah berarti seseorang telah menjadikan Allah sebagai jaminan atas kebenaran apa yang diungkapkannya. Oleh karena itu, apabila seseorang melakukan sumpah palsu, berarti ia menggunakan kesucian nama Tuhan untuk urusan yang buruk. Tindakan ini termasuk dalam kategori dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, `'(Di antara) dosa-dosa besar ialah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh orang, dan sumpah palsu,'` (HR Bukhari). Beliau juga bersabda, `'Barangsiapa bersumpah, dan dia berdusta dalam sumpah itu, untuk memakan harta seorang Muslim, maka dia pasti bertemu dengan Allah (pada hari kiamat nanti) dalam keadaan murka,'` (Muttafaq alaihi). Sementara itu Alquran menggambarkan orang yang melanggar sumpah atau mengucapkan sumpah palsu, ibarat perempuan yang dengan tangannya sendiri memorak-porandakan hasil pintalan yang telah ditenunnya dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT, `'Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)-mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.'` (QS an-Nahl [16] : 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini diturunkan ketika banyak terjadi pelanggaran sumpah di kalangan bangsa Arab di sekitar Makkah dan Madinah. Sayyid Sabiq dalam kitab Fikih Sunnah menjelaskan, sumpah palsu dalam tradisi Arab disebut ghamis, karena pelakunya kelak akan dibenamkan ke dalam neraka jahannam. Tidak ada perbuatan yang dapat menghapuskan dosa ini kecuali dengan taubat dan mengembalikan hak-hak orang yang direbutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, penerapan sumpah dimaksudkan untuk melindungi jiwa dan harta seseorang dari ancaman orang lain. Dahulu sumpah dapat menyelesaikan permasalahan yang melibatkan jaringanjaringan pelaku kejahatan yang rumit. Karena semua pihak menyadari sepenuhnya bahwa sumpahnya punya implikasi di kehidupan dunia dan akhirat. Sekarang kondisinya berbeda, sumpah diucapkan oleh pelaku kejahatan yang juga memiliki otoritas mengatur hukum negara, tanpa rasa takut sedikit pun akan peringatan-peringatan agama. *&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Republika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-6810341851923318851?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/6810341851923318851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2009/11/sumpah-palsu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6810341851923318851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6810341851923318851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2009/11/sumpah-palsu.html' title='Sumpah Palsu.'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4576004955246933522</id><published>2009-02-24T15:06:00.002+07:00</published><updated>2009-02-24T15:09:59.737+07:00</updated><title type='text'>Perhiasan Dunia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Imam Nur Suharno*&lt;br /&gt;'Dijadikan indah pada (pandang an) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).'' (QS Ali Imran [3]: 14).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A llah SWT menjelaskan dalam ayat di atas tentang penghias kehidupan manusia. Per tama, annisa (wanita-wanita). Allah SWT menjadikan mereka sebagai penenang jiwa, raga, dan hati. Juga sebagai tempat yang menyenangkan dan penghibur nurani. (QS Arrum [30]: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain, Allah SWT mengingatkan agar kita pun waspada terhadap wanita. Sebab, wanita bisa menjadi musuh dan penyebab yang melalaikan dari mengingatNya. (QS Attaghabun [64]: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita sebagai penghias kehidupan ditempatkan pada urutan pertama, karena wanita merupakan bentuk ujian terberat, di samping harta dan tahta. Kecintaan pada wanita terkadang mendorong seseorang berbuat tercela, menghalal kan berbagai macam cara dalam mendapatkan harta dan tahta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, Rasulullah SAW mengingatkan, ''Cobaan terbesar yang aku tinggalkan untuk umatku adalah wanita.'' (HR Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, albanun (anak-anak). Walaupun kata tersebut berbentuk mudzakkar, tapi artinya mencakup anak laki-laki dan perempuan. Penyebutan anak dengan kata albanun mengindikasikan bahwa anak laki-laki secara alami lebih diharapkan kehadirannya daripada wanita, sebagaimana kebiasaan masyarakat jahiliyah yang membedakan perhatian antara anak laki-laki dan pe rempuan. (QS Annahl [16]: 58-59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, alqanathir almuqantharah (harta yang banyak). Ungkapan ini mengesankan bahwa harta merupakan ujian berat, dapat menyibukkan hati ketika menikmatinya, dan dapat pula membuat hati terlena dari mengingat Allah SWT. (QS Almunafiqun [63]: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, alkhail almusawwamah (kuda pilihan). Kuda merupakan simbol kendaraan yang paling disenangi dan digemari, yang memiliki keindahan, kewibawaan, kecepatan, dan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, al-an'am (binatang ternak). Semua jenis binatang ternak seperti unta, sapi, kambing, dan domba merupakan harta kekayaan. Melalui binatang ternak manusia memperoleh kekayaan dan penghidupan. (QS Annahl [16]: 5-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keenam, alharts (sawah ladang). Sawah ladang adalah tempat tumbuhnya tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang disukai, sebagai sarana kelangsungan hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua merupakan kesenangan hidup di dunia. Kenikmatan, kesenangan, dan segala sesuatu yang menyerupainya adalah perhiasan dunia. Bukan perhiasan kehidupan yang mulia, tapi perhiasan bumi yang dekat, dan bisa melalaikan manusia. *Republika 24 Februari 2009)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4576004955246933522?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4576004955246933522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2009/02/perhiasan-dunia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4576004955246933522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4576004955246933522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2009/02/perhiasan-dunia.html' title='Perhiasan Dunia'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-2122264580554002388</id><published>2009-02-03T09:15:00.002+07:00</published><updated>2009-02-03T09:19:48.428+07:00</updated><title type='text'>Gadis Amerika itu Bersyahadah di Dalam Bis Kota</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hidayah Allah tak mengenal tempat dan waktu. Sampai-sampai membuat gadis Amerika ini bersyahadat di atas Bus Kota. Masya Allah! Halimah David kini namanya. Dia memeluk Islam tahun 2001 silam. Awalnya, semasa masih remaja, gadis Amerika ini hidup di tengah nuansa Katolik yang kental dibawah bimbingan sang ayah. Namun beranjak dewasa dia melihat ada kontradiksi dalam Kristen. &lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Dia pun mulai mencari kebenaran dengan mendalami berbagai agama, termasuk Islam. Dalam satu perjalanan dengan bus dari Michigan ke Colorado, untuk melanjutkan kuliah di kedokteran, dia berjumpa dengan seorang pemuda muslim asal Afrika. Dari situlah dia kenal Islam. Dan, menariknya di atas bis antar kota itu juga dia bersyahadah. Masya Allah, hidayah-Nya tak kenal tempat dan waktu. Alhasil, dia justru tertarik belajar Islam ketimbang melanjutkan studi kedokteran. Berikut kisah Halimah, yang setelah menikah memilih tinggal di rumah, mendidik anak sembari menulis buku dan juga mengasuh website Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dibesarkan dalam keluarga Kristen taat. Ayahku senantiasa memberi petuah Kristen semasa membesarkanku. Dia berusaha keras mengajariku nilai-nilai Kristen,” kata Halimah David tentang latar belakang keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku banyak membaca Bibel di saat masih duduk di sekolah dasar dan mengamati sekilas ada hal yang kontradiksi di sana (missal: masalah babi). Memasuki usia 12 tahun, aku makin mengerti dan Kristen makin jauh dari hidup. Tapi aku sendiri tidak tahu apa yang musti kulakukan. Aku terus mencari dan mencari, siapa tuhanku yang sebenarnya. Berdoa agar ditunjukkan pintu kebenaran itu. Jujur, aku benar-benar bekerja keras untuk hal ini," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah menyimpan segudang pertanyaan dalam kepalanya: “Kenapa ada manusia di dunia?” atau “Untuk tujuan apa manusia diturunkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah berpikir dengan sistem yang begitu komplek, misal bagaimana manusia diciptakan, lalu bumi diciptakan untuk manusia, tentu ada Maha Pencipta di balik semua itu. Semisal benda, pasti ada desainernya. Atau, tatkala seseorang jalan-jalan di pantai lalu meninggalkan jejaknya di pasir. Maka pasti yang melihat akan menduga ada orang yang baru melewati jalan itu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memasuki usia ke-19, itulah saat-saat yang kritis dalam masa pencarianku. Aku banyak mengadakan perjalanan ke berbagai tempat guna melihat aneka budaya setempat. Ini juga bagian dari proses pencarian tuhan. Kuamati ajaran Taoisme, Budha, Yahudi, Freemansory, Hindu, Animisme, serta banyak lainnya lagi. Tentu saja ajaran Kristen juga jadi bahan pembanding. Aku juga mempelajari Islam melalui literatur yang ada. Kala itu hanya satu dua halaman saja yang kupelajari. Sekilas saja, aku tidak begitu tertarik mempelajarinya lebih jauh. Kuamati Islam menyembah Allah, lalu Muhammad Nabi mereka. Itu saja. Lalu mereka shalat lima kali sehari. Apa, lima kali sehari!?," tukas dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika itu aku mulai berpikir, ah masa sampai sebegitu banyaknya. Kapan pergi kerja, kuliah kalau sebegitu banyak musti ibadah saban hari. Begitu hatiku membatin. Waktu berlalu, aku kembali ke Amerika lagi. Usiaku sudah 21 tahun. Aku masih belum puas dengan semua agama yang telah kupelajari," kata dia heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan hingga dia memutuskan untuk kuliah dan diterima di jurusan kedokteran di Universitas Colorado. Menjadi dokter memang impiannya sejak lama. "Konsekuensinya, aku harus pindah dari Michigan ke Colorado. Tak apa-apa demi masa depan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hari-H, Halimah menggunakan bus umum Greyhound dari Michigan ke Colorado. Perjalanan sedikit panjang dan membosankan. Syukurnya sepanjang perjalanan itu dia punya teman ngobrol dengan seorang pemuda yang dikenalnya dalam bus. Anak muda yang duduk persis di belakangnya. Ternyata dia juga hendak ke Colorado untuk melanjutkan kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Namanya Ibrahim, asal dari Afrika. Dia ke Colorado untuk kuliah di jurusan teknik. Kamipun mulai akrab dan ngobrol ke sana kemari untuk menghilangkan rasa jenuh di perjalanan,” kata Halimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin Halimah tertarik adalah tatkala Ibrahim menyebut dirinya seorang muslim. “Aku tanya apa itu Islam dan dia cerita orang Islam percaya hanya satu Tuhan yaitu Allah dan Muhammad utusan-Nya. Dia cerita juga bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan tak ada diturunkan Nabi lagi setelahnya. Aku makin tertarik,” imbuh Halimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku simpulkan bahwa ajaran Yahudi berada di belakang dua Nabi, yakni Nabi Isa dan Muhammad. Dan, ajaran Kristen yang dibawa Nabi Isa berada di belakang Islam yang dibawa Nabi Muhammad,” tukasnya. Halimah seakan merasa melihat secercah kebenaran dalam Islam. Ibrahim pun menghadiahinya sebuah buku kecil berisi kumpulan zikir dan doa yang merupakan senjata orang mukmin. Halimah sempat membaca salah satu bagian dari buku itu yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada satu pun yang patut disembah kecuali Allah. Allah satu dan tak bersekutu. Dia Maha Pemilik yang memiliki segala-galanya dan dia Maha Terpuji. Dialah yang Maha Berkuasa atas segala-galanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari situlah Aminah melihat Islam adalah agama yang sedikit lebih masuk akal dan mudah dimengerti dari sekian agama yang pernah dipelajarinya. Halimah lalu membaca lagi isi buku pemberian Ibrahim itu untuk mendapat petunjuk siapa itu Allah. Dia temukan kalimat lain berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah, tak ada sesuatu pun bisa memberikan manfaat dan mudharat baik di dunia maupun di akherat, kecuali dengan seizin Allah. Dia Maha Mendengar dan lagi Maha Mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, segala keberkahan telah banyak kami terima dari Engkau yang Maha Pencipta. Engkau tidak bersekutu. Segala puji hanya bagi-Mu. Terima kasih ya Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Seketika itu lalu aku menoleh pada Ibrahim dan menanyakannya bagaimana caranya menjadi orang Islam. Dia menyebut aku musti bersyahadah. Dia bilang setiap yang mau masuk Islam musti mengucap duaa kalimah: La ilaha illa llaah Muhammadur Rasuulullah. Hanya itu? Aku lalu dituntunnya untuk mengucap kalimat Syahadah itu. Aku pun bersyahadah saat itu juga. Ya di dalam bus Greyhound, antara Michigan dan Colorado, aku telah jadi seorang muslimah!," kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah! Setelah berbincang-bincang hanya sekitar lima belas menit dengan Ibrahim aku menjadi seorang muslim. Inilah cerita tujuh tahun yang lalu,” ujar Halimah memuji Allah. Dia mengaku sangat terkesan dengan kisah keislamannya akhir tahun 2001 silam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dengan serta merta dia membatalkan perjalanannya ke Colorado. “Aku tidak melanjutkan sekolah kedokteran. Aku putuskan untuk menghabiskan waktu untuk mempelajari agama yang baru kukenal itu,” kata dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Halimah pun pindah ke Utah. Di sana dia menemukan banyak muslim dan mereka sangat gembira serta menyambut Halimah dengan hangat dan mengenalkannya pada komunitas muslim setempat. Disanalah dia menghabiskan waktu untuk mempelajari Islam secara serius dan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah, setelah mengikuti berbagai kajian Islam, ada beberapa hal yang menurutku sangat penting, yakni: Musti ada Sang Pencipta, karena di dalam kehidupan nyata ada benda-benda ciptaan. Bukti bahwa Tuhan itu ada ditunjukkan melalui kumpulan orang-orang yang berkumpul dan beribadah karena merasa ada "kebutuhan" yang bersifat spiritual. Ini terlihat dari adanya aneka ragam agama dan pemeluknya," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitupun, kita musti mengikuti agama yang meyakini hanya satu tuhan. Karena, jika ada lebih dari satu tuhan maka otomatis akan sangat komplek dan akan terjadi chaos antara sesama tuhan. Logikanya begitu. Konsekuensinya, semua manusia bertanggungjawab untuk percaya dan yakin kepada Tuhan yang terpatri di dalam setiap diri dan jiwa mereka," pungkas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itulah dasar dari dilahirkan manusia ini, untuk mengabdi kepada Sang Penciptanya. Seperti termaktub di Surah Azzariyat ayat 56: "Aku menciptakan jin dan manusia hanya untuk mengabdi kepada-Ku.", imbuhnya. Jadi saya rasa Islam hadir untuk menggantikan ajaran Kristen yang telah berbelok arah dengan ajaran Trinitasnya, Satu dalam tiga, Itu sangat tidak rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah juga mendapat hal menarik lain tentang Tuhan di dalam Islam, bahwa jika seseorang manusia tidak mau beribadah kepada-Nya, maka kekayaan-Nya tidak akan berkurang. Sebaliknya jika semua manusia beribadah kepada-Nya, maka kekayaan-Nya juga tidak bertambah gara-garanya hamba-Nya menyembah Dia. Allah itu Maha Sempurna. Dia tak butuh kepada benda-benda, tapi semua benda-benda ciptaan-Nya butuh, itu sebabnya semua umat manusia butuh untuk beribadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah yang makin memantapkan hati saya untuk terus berada dalam agama yang sangat saya cintai ini. Islam sudah sangat sempurna," tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah kini telah menikah dan memilih tinggal di rumah untuk mendidik anak-anaknya. Dia juga menulis buku-buku Islam khusus untuk anak-anak. Tak hanya itu waktunya juga diisi dengan mengasuh tiga website Islam. Salah satunya khusus membahas etika bisnis di dalam Islam. Begitulah. *&lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=8203:gadis-amerika-itu-bersyahadah-di-dalam-bis-kota&amp;catid=74:cermin&amp;Itemid=72"&gt;Hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-2122264580554002388?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/2122264580554002388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2009/02/gadis-amerika-itu-bersyahadah-di-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2122264580554002388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2122264580554002388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2009/02/gadis-amerika-itu-bersyahadah-di-dalam.html' title='Gadis Amerika itu Bersyahadah di Dalam Bis Kota'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-7927754582854462749</id><published>2008-01-09T14:01:00.000+07:00</published><updated>2008-01-09T14:05:16.006+07:00</updated><title type='text'>Raih Surga dengan Kata-kata</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Muhammad Masnur Hamzah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata adalah nutrisi dan penawar segala penyakit. Lidah adalah roda kemudi. Karena itulah, mengapa orang yang mengalami kegundahan, kesedihan, stress atau depresi, akan menjadi lebih baik ketika mendapatkan siraman kata-kata sejuk yang menghibur. Hal ini menunjukkan betapa hebatnya fungsi ucapan yang meluncur dari lidah seseorang. Tak semua ucapan ditujukan untuk menyampaikan informasi dan membentuk pengertian.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita mengucapkan, "Selamat pagi! Apa kabar?" kita tidak bermaksud mencari keterangan. Tapi hal itu upaya agar orang lain merasa apa yang disebut oleh Teori Analisis Transaksional sebagai, 'Saya Oke-Kamu Oke'. Yaitu komunikasi yang ditujukan untuk menimbulkan kesenangan. Sebaliknya, perkataan yang buruk atau komunikasi yang gagal akan menimbulkan hubungan sosial yang tidak harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, Allah swt. berfirman, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaithan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka." (QS Al-Isra': 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah perumpamaan yang Allah swt. gambarkan dalam Alquran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, yaitu akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS Ibrahim: 24-25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinfaklah dengan perasaan Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kita kaya dan berkuasa atas perasaan yang kita miliki. Maka sedekahkanlah kekayaan bathin itu untuk keluarga dan orang-orang terdekat kita. Jangan halangi mereka dari merasakan perasaan-perasaan itu. Berkatalah pada istri, suami atau kerabat dan orang terdekat dengan mulut yang terbuka dengan sempurna, lalu selamilah isi hati kita. Usahakanlah selalu agar mereka tidak merasa bahwa kita pelit hati, walau tangan sering bersedekah. Jangan buat mereka gersang dan haus akan kesejukan hati kita. Janganlah bakhil mencurahkan kemurahan hati kita, padahal mereka mengetahui bahwa kita memiliki kemurahan itu. Apakah air sejuk hati ini begitu dalam, sehingga tak dapat dirasakan seperti halnya air di sumur yang dalam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atsar berikut bisa kita renungkan. Isteri terbahagia di antara para wanita, yaitu 'Aisyah meriwayatkan dari Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Surga adalah tempat orang yang bermurah hati." (HR Ibnu 'Ady).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bangunlah surga dengan kedermawanan kata-kata yang baik dan lembut, pujian yang semerbak serta luapan perasaan cinta kasih. Karena kata-kata yang baik adalah mata air kehidupan bagi hati dan jiwa, lebih-lebih hati dan jiwa wanita. Jangan bakhil terhadap sepotong kata yang baik. Kenapa harus berat mengucapkan kata-kata menyejukkan? Apakah sepotong kata yang dikeluarkan membuat harta berkurang? Apakah sepenggal kalimat baik yang kita ucapkan membuat kita terbebani? Alangkah indahnya jika kita menjunjung syiar Islam, yaitu membahagiakan orang lain. Dan orang lain yang paling utama kita bahagiakan, adalah keluarga dan orang terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah setelah amal fardhu, yaitu memberikan kegembiraan pada orang muslim." (HR Ath-Thabrany)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata lembut antara suami-istri mengandung pesan hati serta jiwa yang begitu dalam. Dan setelahnya, Insya Allah akan lahir kebahagiaan agung yang mencairkan segala kebekuan. Sinarilah rumah tangga dengan kata-kata baik nan lembut, maka Anda sudah membangun satu pondasi kokoh bagi pernikahan. Dengan ucapan yang menyejukkan hati, rumah terisi dengan cahaya saling memaafkan, cahaya toleransi dan cahaya cinta. Akhirnya, hati dan jiwa pun saling menyatu. *&lt;a href="http://www.ummigroup.co.id/?pilih=lihat&amp;id=65"&gt;Ummigroup.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-7927754582854462749?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/7927754582854462749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2008/01/raih-surga-dengan-kata-kata.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/7927754582854462749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/7927754582854462749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2008/01/raih-surga-dengan-kata-kata.html' title='Raih Surga dengan Kata-kata'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-6946707221366531248</id><published>2007-12-05T13:10:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T13:18:46.719+07:00</updated><title type='text'>Pintu Masuknya Syaithan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tersebut.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia.Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Marah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Hasad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Perut kenyang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata: Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya. Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya. Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.&lt;br /&gt;· Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua&lt;br /&gt;  makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.&lt;br /&gt;· Mengganggu ketaatan kepada Allah&lt;br /&gt;· Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan&lt;br /&gt;· Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.&lt;br /&gt;· Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan Recheck&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT. Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain dditegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita edilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Mencintai harta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain. Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Kikir dan takut miskin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Memikirkan Dzat Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan tetapi orang munafik selalu mencari cela orang lain.Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya.&lt;br /&gt;Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mampu menghitung semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusiaSekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokoh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya masih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Allah berfirman:Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kata. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahwat bila menguasai hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian dari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsung takut. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200) Dalam ayat lain disebutkan:Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi diri dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang akan dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak masuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAllahu a’lamu bis showab.  &lt;br /&gt;*Dr. H. Achmad Satori&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-6946707221366531248?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/6946707221366531248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/12/pintu-masuknya-syaithan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6946707221366531248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6946707221366531248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/12/pintu-masuknya-syaithan.html' title='Pintu Masuknya Syaithan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-5417524127216885764</id><published>2007-12-03T09:30:00.000+07:00</published><updated>2007-12-03T09:33:48.305+07:00</updated><title type='text'>Allah Ridho, Meski Manusia Membenciku!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Manusia bisa berharap, namun suratan hidup Allah-lah yang menentukan. Siapa sangka, dulu penggemar vokalis ‘Ada Band’ itu kini sudah menggunakan cadar! Sungguh hidayah itu datang tidak pernah disangka, hidayah datang kepada kita tidak peduli pada saat itu kita siap atau tidak. Aku baru menyadari suatu kebesaran Allah yang melintas di hatiku walaupun itu hanya melalui 'sedetik' pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya At-Tin, mengingatkanku pada buah Tin yang sering dikutip Al-Quran. Aku mengenalnya 4 tahun yang lalu, ketika kami masih sama-sama bekerja di sebuah perusahaan batu bara di tengah belantara hutan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Hidup ditengah-tengah hutan dan bekerja dengan mayoritas kaum adam, menjadikan alasan,  mengapa kami berdua kemudian menjadi begitu akrab, seperti saudara sendiri. Banyak suka duka yang sering aku kerjakan bersama dia. Banyak hal membuat kami menjadi sangat dekat. Diantaranya; karena kami memiliki selera yang sama, dari pakaian, musik ataupun senang menonton film-film drama komedi. Kami sama-sama menyukai lagu-lagu glen fredly, atau sering memajang foto vokalis 'Ada Band', Donnie Cahyadi Sibarani, yang cakep dan banyak diburu cewek-cewek di dompet kami masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, pernah suatu hari kami bercanda, kalau diantara kami ada yang menikah, kami berdua akan mengenakan jilbab besar sebagai hadiahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah, setiap ada perjumpaan, pasti ada perpisahaan. Setelah beberapa bulan berteman begitu dekat, kami akhirnya berpisah jua. Kami bersepakat berpisah untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Aku pindah bekerja di perusahaan dekat dengan rumahku di kotaku, sementara ia pun begitu. Singkat cerita, aku sudah tak tau lagi kemana ia bekerja. Dan akupun tidak lagi menyimpan nomor hp-nya. Kami berdua benar-benar putus hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berlalu begitu saja, dan aku menginjakkan kaki di kota Sengata, Kalimantan Timur, sebuah kota kecil nan tenang yang jauh dari keramaian kota. Aku kini sudah bekerja di dinas pemerintahan. Di sisa-sisa waktu luangku setelah bekerja aku gunakan untuk mengikuti beberapa pengajian di kota ini. Memang ini bukan kegiatan pertama kali. Semenjak mahasiswi, aku juga sering mengikuti pengajian. Namun kali ini agak lebih berbeda. Selain aku sudah tidak lagi ABG, aku sedikit lebih matang dan dewasa. Aku, kini menjali hidup baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai 'warga baru’ di kelompok pengajian, aku menjadi pusat perhatian para akhwat dan umahat yang telah lama menjadi jama'ah disini. Maklum, mayoritas diantara mereka adalah kaum bercadar. Diantara yang tidak memakai hanyalah aku dan beberapa akhwat saja. Umumnya, mereka yang tidak memakai adalah para pekerja, terutama pekerja di instansi pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, adalah pertemuan kedua dari 2 kali kegiatan yang aku ikuti. Seorang wanita bercadar, tiba-tiba duduk mendekatiku. Aku agak menggeserkan tempat dudukku. Mungkin, dia ingin duduk di sebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku keliru, rupanya, dia sudah mengenalku. 'Rin..," sapanya. Tentusaja aku kaget. Sebab aku tak bisa mengenalinya, kecuali hanya kedua matanya. Tapi aku sangat kenal suara itu. Aku kenal dengan suara yang tak bisa menyebut fasih huruf "R", nama depanku itu. Aku juga mengenal dengan alis dan dua matanya meskipun masih tertutup cadar. Subhanalah, jeritku! Dia lantas membuka cadarnya di depanku, aku benar-benar terpenjat,..aku tak percaya,..dia tersenyum dihadapanku. Dia adalah At-Tin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,..dia adalah temanku, temanku yang 4 tahun lalu sekamar denganku sewaktu kami masih  bekerja di tengah hutan, temanku yang dulu 'hilang'. Dia yang sama seleranya denganku, dari cara berpakaian, sampai gaya hidupnya. Tapi siapa sangka, perubahan ini begitu cepat. Mungkin Allah memilihkan jalan lain untuknya dan juga mungkin untukku. Kini, wanita yang dulu adalah pengagum vokalis “Ada Band” Donnie Cahyadi Sibarani ini menggunakan cadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dia tidak lagi menggunakan make-up diwajahnya, tidak ada lagi keusilan yang dulu sering kami lakukan. Semua hilang tak berbekas. Namun karena Allah jua kami akhirnya bertemu lagi. Tapi dengan keadaan yang benar-benar berbeda. Aku masih tak percaya dan benar-benar tak menyangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tin bercerita kepadaku, mengapa akhirnya dia sampai di sini, dikota ini. Di kota yang telah dipilihkan Allah untuk aku bertemu kembali dengannya. At-Tin, kini telah menikah dengan seorang pria yang sekarang bekerja di perusahaan batubara terbesar di sini, Dia sempat 1 tahun berada di pondok pesantren, karena orang tuanya tidak setuju dengan prinsipnya yang mengenakan cadar. 'Walaupun manusia telah menjauhiku, tapi bagiku ridha Allah itu lah yang terpenting,…," begitulah ungkapnya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kecantikan itu harus di tutupi, hanya untuk suami kita bisa berbagi. hanya untuk suami kita tampil cantik, '' tambah Tin kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara Allah menunjukkan  jalan dan hidayah pada hambanya. Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mengirimnya untukku kembali.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan itu aku sering bertandang kerumahnya sepulang dari kerja. Kebetulan, suaminya baru pulang  kerja jam 5 sore. Di sela-sela kesempatan itu, kami bisa bercerita apa saja kegiatan selama kami berpisah. Meski kini, sudah tidak ada lagi saling semir-menyemir rambut, tukar menukar foto artis, dan tidak ada lagi tukar-menukar baju seperti yang dulu kami lakukan di camp di tengah hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar, ucapan adalah doa. Kami ingat kata-kata kami berdua dulu yang pernah mengatakan, “jika diantara kami berdua menikah, kami akan mengenakan jilbab besar..” Dan sekarang, semuanya terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan lalu dia berpamitan denganku, dia mengikuti suaminya pindah kerja di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. sekalian pulang ke 'kampung' halaman suaminya di Lubuk Linggau. Aku ingat dulu dia pernah bilang, “Sekali-kali tinggal di luar Kalimantan neng.” (dari dulu dia selalu memanggilku Oneng, katanya aku mirip Oneng di serial Bajuri, dan menurutnya aku ini cerewet dan agak telmi seperti Oneng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahaan kedua ini membuat hatiku kembali sepi, karena baru saja Allah mengembalikan dia kepadaku, kini harus berpisah lagi. Namun aku sadar akan 'masa' di dunia ini. Setiap awal mesti ada akhir, setiap petemuan pasti ada perpisahaan, semua ada saatnya,..ada saatnya nanti aku akan bertemu lagi dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetap komunikasi dan berukhuwah ya neng,..tetap istiqomah ya jangan lupa selalu tawakkal apapun yang terjadi selalu ingat akan Allah," begitu pesan-pesannya via SMS. Aku selalu tersenyum jika membaca keluhan dia selama beradaptasi menjadi orang Sumatera. "Sabar, semua ada akhirnya, nanti juga kamu pasti bisa cocok dengan keadaan di sana, jalani aja," itulah jawaban yang sering aku sampaikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu hari aku yakin kita pasti akan ketemu lagi, entah itu dimana di suatu tempat yang sudah dipilih Allah karena aku yakin Allah sedang mengatur pertemuan untuk kita,” tambahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku tidak pernah menyangka, saat-saat kami mencari ridho Ilahi, kami dipertemukan kembali. Walaupun aku dan dia sudah tidak menyimpan nomor hp dan tidak pernah berkomunikasi lagi, tapi dengan ijin Allah segalanya tidaklah sulit. Apalagi, kami berdua telah bertemu dalam kondisi berbeda dari sebelumnya. Kami bertemu dalam suasana baru dan dunia baru. Karena itulah, meski jauh, kami senantiasa tetap dekat. Semoga kami bisa tetap mempertahankan ukhuwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan ganti-ganti nomer lagi ya neng,.."Begitu pesan yang selalu aku baca darinya. Ya Tin, nomor ini akan aku pakai sampai akhir hayatku,” demikian kata batinku. &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=5891&amp;Itemid=1"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-5417524127216885764?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/5417524127216885764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/12/allah-ridho-meski-manusia-membenciku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/5417524127216885764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/5417524127216885764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/12/allah-ridho-meski-manusia-membenciku.html' title='Allah Ridho, Meski Manusia Membenciku!'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-1201324169822330285</id><published>2007-11-27T09:04:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T09:09:00.368+07:00</updated><title type='text'>Tips Memuji dan Dipuji dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Dewan Asatidz   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara fenomena umum yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, adalah fenomena pujian. Secara garis besar, pujian bisa diklasifikasikan dalam tiga bentuk: pujian yang diucapkan untuk menjilat, pujian yang sifatnya hanya basa-basi belaka, serta pujian yang diucapkan sebagai ekspresi kekaguman.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Bila disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa menjadi élan positif yang dapat memotivasi kita agar terus meningkatkan diri. Namun, kenyataannya, pujian justru lebih sering membuat kita lupa daratan, lepas kontrol, dan seterusnya. Semakin sering orang lain memuji kita, maka semakin besar potensi kita untuk terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri. Padahal Allah Swt. mengingatkan dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فلا تُزَكّوا أنفسكم، هو أعلم بمن اتقى.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (Qs. Al-Najm; 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat menyikapi pujian secara sehat, Nabi Saw. memberikan tiga kiat yang sangat menarik untuk diteladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, selalu mawas diri supaya tidak sampai terbuai oleh pujian yang dikatakan orang. Oleh karena itu, setiap kali ada yang memuji beliau, Nabi Saw. menanggapinya dengan doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم لاتؤاخذني بما يقولون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;Lewat doa ini, Nabi Saw. mengajarkan bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan kita. Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena getahnya. Orang lain yang melontarkan ucapan, tapi malah kita yang terjerumus menjadi besar kepala dan lepas kontrol.&lt;br /&gt;Kedua, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain. Karena, sebenarnya, setiap manusia pasti memiliki sisi gelap. Dan ketika ada seseorang yang memuji kita, maka itu lebih karena faktor ketidaktahuan dia akan belang serta sisi gelap kita.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kiat Nabi Saw. dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;واغفرلي ما لايعلمون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)”. (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;Dan kiat yang ketiga, kalaupun sisi baik yang dikatakan orang lain tentang kita adalah benar adanya, Nabi Saw. mengajarkan kita agar memohon kepada Allah Swt. untuk dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang lain. Maka kalau mendengar pujian seperti ini, Nabi Saw. kemudian berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;واجعلْني خيرا ممّا يظنّون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira”. (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Selain memberikan teladan kiat menyikapi pujian, Nabi Saw. dalam keseharian beliau juga memberikan contoh bagaimana mengemas pujian yang baik. Intinya, jangan sampai pujian yang terkadang secara spontan keluar dari bibir kita, malah menjerumuskan dan merusak kepribadian sahabat yang kita puji. Ada beberapa teladan yang dapat disarikan dari kehidupan Nabi Saw., yaitu di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Nabi Saw. tidak memuji di hadapan orang yang bersangkutan secara langsung, tapi di depan orang-orang lain dengan tujuan memotivasi mereka. Suatu hari, seorang Badui yang baru masuk Islam bertanya tentang Islam. Nabi menjawab bahwa Islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka Orang Badui itupun berjanji untuk menjalankan ketiganya dengan konsisten, tanpa menambahi atau menguranginya. Setelah Si Badui pergi, Nabi Saw. memujinya di hadapan para Sahabat, “Sungguh beruntung kalau ia benar-benar melakukan janjinya tadi.” Setelah itu beliau menambahi, “Barangsiapa yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah Orang (Badui) tadi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Thalhah ra.)&lt;br /&gt;Kedua, Nabi Saw. lebih sering melontarkan pujian dalan bentuk doa. Ketika melihat minat dan ketekunan Ibn Abbas ra. dalam mendalami tafsir Al-Qur’an, Nabi Saw. tidak serta merta memujinya. Beliau lebih memilih untuk mendoakan Ibn Abbas ra.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم فقّهْه في الدين وعلّمْه التأويل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama dan ajarilah dia ilmu tafsir (Al-Qur’an).” (HR. Al-Hakim, dari Sa’id bin Jubair)&lt;br /&gt;Begitu pula, di saat Nabi Saw.  melihat ketekunan Abu Hurairah ra. dalam&lt;br /&gt;mengumpulkan hadits dan menghafalnya, beliau lantas berdoa agar Abu Hurairah ra. dikaruniai kemampuan untuk tidak lupa apa yang pernah dihapalnya. Doa inilah yang kemudian dikabulkan oleh Allah Swt. dan menjadikan Abu Hurairah ra. sebagai Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.&lt;br /&gt;Pujian yang dilontarkan orang lain terhadap diri kita, merupakan salah satu tantangan berat yang dapat merusak kepribadian kita. Pujian dapat membunuh karakter seseorang, tanpa ia sadari. Oleh karena itu, ketika seorang Sahabat memuji Sahabat yang lain secara langsung, Nabi Saw. menegurnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قطعت عنق صاحبك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Bakar ra.)&lt;br /&gt;Senada dengan hadits tersebut, Ali ra. berkata dalam ungkapan hikmahnya yang sangat populer, “Kalau ada yang memuji kamu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya dengan debu, daripada kamu terbuai oleh pujiannya.”&lt;br /&gt;   Namun ketika pujian sudah menjadi fenomena umum ditengah-tengah masyarakat kita, maka yang paling penting adalah bagaimana menyikapi setiap pujian secara sehat agar tidak sampai lupa daratan dan lepas kontrol; mengapresiasi setiap pujian hanya sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain; serta terus berdoa kepada Allah Swt. agar dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang.&lt;br /&gt;Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, kalaupun perlu memuji seseorang adalah bagaimana bisa mengemas pujian secara sehat.. Toh memuji tidak mesti dengan kata-kata, tapi akan lebih berarti bila diekspresikan lewat dukungan dan doa. Sehingga dengan demikian, kita tidak sampai menjerumuskan orang yang kita puji.&lt;br /&gt;اللهم لاتؤخذنا بما يقولون، واغفرلنا ما لايعلمون، واجعلنا خيرا مما يظنون.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utadz Abdullah Hakam Syah, Lc(&lt;a href="http://pesantrenvirtual.com"&gt;Pesantren Virtual.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-1201324169822330285?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/1201324169822330285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/11/tips-memuji-dan-dipuji-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1201324169822330285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1201324169822330285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/11/tips-memuji-dan-dipuji-dalam-islam.html' title='Tips Memuji dan Dipuji dalam Islam'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-7636235908652434148</id><published>2007-08-23T15:26:00.001+07:00</published><updated>2007-08-23T15:28:54.872+07:00</updated><title type='text'>Menata Ikhlas Meraih Bahagia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh K.H. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, setiap manusia pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, menikmati hidup ini tanpa merasa terbebani oleh berbagai masalah. dan hal ini hanya akan dirasakan orang yang sungguh-sungguh berupaya ikhlas, menjaga setiap amalnya, baik amal ibadah maupun amal shalih dalam kehidupan bermasyarakatnya, hanya bagi Allah.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terbersit keinginan untuk dipuji, dihargai, dihormati makhluk. Ringan saja ketika melakukan sesuatu, yang penting baginya adalah ridha dan berkah Allah. Ia tahu bahwa tugasnya di dunia ini hanya dua, pertama luruskan niat selalu, hanya demi meraih cinta Allah, lalu selanjutnya ia harus menyempurnakan ikhtiar agar hasil yang diharapkan betul-betul optimal, terbaik yang dapat dipersembahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ia tidak peduli dengan penghargaan orang lain, ia tetap bersemangat beramal shalih, baginya yang terpenting, apa yang dilakukannya mendapat ridha Allah. Rezeki baginya adalah ketika ia mampu berbuat meluruskan niat dan beramal dengan amal terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tingkatan ikhlas tertinggi, yaitu meraih ridha Allah. Menurut Imam Ali RA, ada beberapa level ikhlas, antara lain; pertama, ikhlasnya seseorang untuk meraih kebahagiaan duniawi. Ketika berdoa pun, ia berharap keinginan duniawi semata. Walaupun ini tingkatan terendah, namun lebih baik karena ia hanya meminta hanya kepada Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kedua, ikhlasnya seorang pedagang, ia berusaha ikhlas namun dengan menghitung-hitung pahala terlebih dahulu. Jika suatu amal banyak mendatangkan pahala, pasti ia semangat mengerjakannya. Berharap amal tersebut dapat menghapuskan dosa serta menguntungkan duniawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ikhlasnya seorang hamba sahaya, ia takut sekali dengan ancaman Allah, sehingga ia berusaha ikhlas dalam berbuat, hanya demi Allah agar Allah tidak murka kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, ikhlasnya orang yang berharap surga, balasan baik bagi Allah, sehingga amal yang dikerjakannya betul-betul diperuntukkan sebagai bekal hidup diakhirat kelak, agar ia meraih surga; balsan tertinggi dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat terakhir, kelima, ikhlas tingkat tertinggi, ia pasrah dengan ketentuan Allah. baginya ia berbuat terbaik hanya demi keridhaan dan berharap cinta Allah. Ia hanya berkehendak dapat berjumpa Allah kelak, selain itu terserah Allah, ia tidak begitu peduli dengan balasan Allah. Cukup baginya cinta dan persuaan dengan Allah nanti. Subhanaallah, mudah-mudahan suatu saat kita dapat meraih tingkatan ikhlas tertinggi ini. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang yang ikhlas pasti memerlukan latihan (riyadhah), berat memang pada awalnya, namun jika sungguh-sungguh berupaya, pasti akan berbuah keikhlasan yang tiada bandingnya dengan kehidupan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah mulai berusaha melupakan setiap amal yang kita lakukan, seakan-akan kita tidak pernah melakukannya. Dan jangan membeda-bedakan amal besar atau amal kecil, semua amal sama saja, upayakan berbuat terbaik dalam amal apapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan pula penghargaan dan celaan orang lain, upayakan bersikap biasa-biasa saja dengan semua yang kita lakukan. serta jangan berharap balasan berbentuk pujian, materi atau penghargaan dari orang lain, bisa jadi balasan amal itu berupa pahala atau ridha Allah, bukankah hal itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita senantiasa menata keikhlasan hati, dengan mulai mencoba berlatih dalam setiap kesempatan amal. Dengan begitu, mudah-mudahan suatu saat bahagia teraih, dunia akhirat. Aamiin.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-7636235908652434148?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/7636235908652434148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/08/menata-ikhlas-meraih-bahagia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/7636235908652434148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/7636235908652434148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/08/menata-ikhlas-meraih-bahagia.html' title='Menata Ikhlas Meraih Bahagia'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-1197960443545889652</id><published>2007-08-16T08:57:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T09:00:18.574+07:00</updated><title type='text'>Gadis Yatim Piatu yang Diadopsi Saudagar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada 30 tahun silam, seorang istri saudagar di Washington, AS, di mana pada suatu malam, tanpa sengaja kehilangan tas tangannya di sebuah rumah sakit. Saudagar itu begitu cemas, dan berusaha mencarinya sepanjang malam itu. Sebab di dalam tas tangan itu bukan saja berisi 100.000 dollar AS, tapi juga berisi sebuah informasi pasar yang sangat rahasia.&lt;span class="selengkapnya"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pedagang tersebut tiba di rumah sakit, ia melihat seorang gadis lemah dan kurus yang dingin gemetaran berjongkok bersandaran tembok di koridor rumah sakit yang sunyi, dan yang dipeluknya dengan erat dalam dekapannya itu adalah tas tangan istrinya yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang bernama Seada ini, datang ke rumah sakit itu menemani ibunya yang sedang dirawat. Kehidupan anak dan ibu yang saling bergantung hidup ini sangat miskin, barang-barang yang berharga telah habis terjual, dan uang yang terkumpul juga hanya cukup untuk membayar biaya semalam rumah sakit. Jika tidak ada uang maka besok akan diusir dari rumah sakit. Malam itu, Seada yang tak berdaya berjalan mondar-mandir di koridor rumah sakit, dengan polos ia memohon berkah dan perlindungan Tuhan, bisa bertemu dengan seorang yang baik hati menolong ibunya. Tiba-tiba, sebuah tas kulit seorang wanita yang baru turun dari loteng  terjatuh di atas lantai ketika melewati koridor itu, mungkin karena tergesa-gesa,  sehingga ia tidak menyadari sedikitpun kalau tas kulitnya terjatuh. Ketika itu di koridor hanya ada Seada seorang. Ia mengambil tas kulit itu, lalu bergegas mengejar wanita itu, tapi wanita itu sudah naik ke sebuah mobil dan pergi dengan angkuh.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seada kembali ke kamar ibunya dirawat, dan ketika dia membuka tas kulit itu, ibu dan anak itu terkejut melihat segepok uang di dalamnya. Dan seketika itu, mereka pun sadar, bahwa dengan uang sebanyak itu bisa digunakan untuk mengobati penyakit ibunya. Namun ibunya menyuruh Seada mengembalikan tas kulit itu ke koridor, menunggu orang yang kehilangan tas kulit itu kembali mengambilnya. Yang harus dilakukan dalam sepanjang hidup manusia adalah membantu orang lain, membantu orang lain yang lagi kesulitan, yang tidak layak dilakukan adalah serakah dengan harta yang tidak halal, mengabaikan kebenaran begitu melihat uang orang lain.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tas dikembalikan ke pemiliknya. Kemudian pedagang itu berusaha sekuat tenaga untuk menolong ibu Seada, namun ibunya tetap menghembuskan nafas terakhir meninggalkan gadis yang sebatang kara itu. Kedua ibu dan anak itu bukan saja telah membantu mengembalikan kerugian 100.000 dolar AS itu kepada sang pedagang, yang lebih penting adalah informasi market yang didapatkan kembali dari kehilangan itu, membuat usaha pedagang itu maju, dan tidak lama kemudian menjadi hartawan besar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seada yang diadopsi sang pedagang, d imana setelah menyelesaikan kuliahnya kemudian membantu sang hartawan mengelola perdagangannya. Meski sang hartawan selama itu tidak mengangkatnya memangku jabatan apapun yang sesungguhnya. Namun selama dalam tempaan yang panjang, kecerdasan dan pengalaman sang hartawan memberi pengaruh halus dan tak terasa mempengaruhinya, sehingga membuatnya menjadi seorang pebisnis yang matang. Ketika memasuki usia senja, banyak sekali visi sang hartawan mesti meminta pendapat Seada.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang hartawan dalam masa kritis, ia meninggalkan sebuah surat wasiat yang mengejutkan: “Sebelum saya kenal dengan Seada dan ibunya saya sudah sangat kaya. Namun, ketika saya berdiri di hadapan anak dan ibu yang dirundungi kemiskinan dan penyakit tapi tidak berniat memiliki uang saya yang hilang itu, saya melihat merekalah yang paling kaya, sebab mereka mentati norma kehidupan yang mulia, dan justru inilah yang tidak ada pada diriku sebagai pedagang. Uang yang saya dapatkan adalah dari hasil tipu menipu, adalah mereka yang membuat saya menyadari bahwa modal terbesar dalam perjalanan hidup manusia adalah kepribadian. Saya mengadopsi Seada bukan karena balas budi, juga bukan simpati, melainkan mengundang teladan seseorang sebagai manusia. Dengan adanya dia di sisiku, dalam perdagangan, akan selau kuukir dalam hati,mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Ini adalah sebab hakiki makmurnya usaha saya di kemudian hari, hingga saya menjadi hartawan yang kaya raya. Setelah saya meninggal, harta kekayaan semuanya saya wariskan kepada Seada. Ini bukan menghadiahkan, melainkan agar supaya usaha saya bisa lebih cemerlang. Saya yakin, putera saya yang cerdas dapat memahami curahan perhatian ayahnya”.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika putera sang hartawan yang berada di luar negeri kembali, ia membaca dengan seksama isi surat wasiat ayahnya, kemudian tanpa ragu sedikitpun membubuhkan tanda tangan di atas surat warisan tersebut: “Saya setuju Seada meneruskan semua harta kekayaan ayah. Saya hanya berharap Seada bisa menjadi istri saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat tanda tangan  putera sang hartawan, Seada sedikit agak ragu, lalu mengambil pena dan membubuhkan tanda tangannya: “Saya terima semua harta kekayaan yang ditinggalkannya termasuk puteranya.” *&lt;a href="http://erabaru.or.id/k_08_art_165.html"&gt;Erabaru.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-1197960443545889652?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/1197960443545889652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/08/gadis-yatim-piatu-yang-diadopsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1197960443545889652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1197960443545889652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/08/gadis-yatim-piatu-yang-diadopsi.html' title='Gadis Yatim Piatu yang Diadopsi Saudagar'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-2414562166486815966</id><published>2007-08-11T14:27:00.000+07:00</published><updated>2007-08-13T15:23:08.556+07:00</updated><title type='text'>Kontemplasi Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selain sebagai sarana Rihlah spiritual yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW, Isra dan Mi'raj juga merupakan salah satu perjalanan yang sangat spektakuler, karena perjalan yang sangat jauh itu dapat ditempuh dengan waktu satau malam. Jika hanya mengunakan logika tanpa didukung oleh keimanan maka manusia akan tidak mempercayainya tentang hal ini.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perjalanan yang spektakuler ini ada satu hal yang sangat luar biasa dan ini merupakan salah satu bentuk ibadah mahdoh yang langsung Allah turunkan kepada nabi Muhammad saw, tanpa melalui perantara malaikat jibril.&lt;br /&gt;Lain halnya dengan perintah ibadah atau wahyu-wahyu yang lain yang penyampainnya melalui malaikat jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Ibadah shalat, sehingga Allah dan Rasulnya menempatkan ibadah ini adalah kunci dari ibadah-ibadah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang pertama kali dihisab (ditimbang) di akhirat kelak adalah ibadah shalat, jika shalatnya baik maka dianggap baikalh seluruh amalnya, jika shalatnya rusak maka dianggap rusaklah seluruh amal ibadannya' (Al hadist) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sabda yang lalin dikatakan bahwa "barang siapa menegakkan shalat berarti dia telah mengakkan agamanya, dan barang siapa meninggalkan shalat berarti dia telah merobohkan agamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun Allah telah menerangkan dalam ayat-ayatnya "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku"(QS. Al Baqarah 43)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,"(QS Maryam 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Ankabut 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu" (QS. Al Baqarah 45) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang berbicara tentang sahalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi renungan kita adalah ruh shalat itu sendiri. Pada saat ini seakan-akan tidak ada, kita sudah salattetapi maksiat jalan terus, kita sudah shalat korupsi tetap kiat lakukan dan berbagi macam perbuatan yang bertentangan dengan shalat itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita lihat kepada uswah kita Nabi Muhammad saw, bahwa dalam satu hadist dari aisyah bahwa beliau dalam mengerjakan shalat hingga kakinya bengkak-bengkak. Ini menunjukkan keseriusan beliau dalam hal melakukan shalat, padahal beliau sudah di jamin masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagimana dengan kita yang tidak ada jaminan dari Allah untuk masuk surga, kenapa justru kita leha-leha, santai-santai dalam ibadah shalat???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kita perlu introspeksi diri, sudah sejauh mana keseriusan kita dalam hal melaksanakan shalat, apakah sudah shalat kita sesuai dengan standarnya Allah dan Rasuln-Nya??? ataukah sahalat kita ini hanya sekedar rutinitas?? sekedar kewajiban memenuhi kaidah fiqih?? sekedar kebiasaan sejak kecil?? dan sekedar shalat saja???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi sekedar itulah kita selama ini melakukan shalat, ini tercermin dari kehidupan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bagimana mungkin orang yang shalatnya khusu tidak takut korupsi, nepotisme dan perbuatan maksiat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya kembali kepada diri masing-masing. Ayooo kita perbaiki kualitas ibadah kiata terutama shalat. Semoga ini sebagi sarana penyadaran diri sebelum terlambat. Wassalam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-2414562166486815966?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/2414562166486815966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/08/kontemplasi-isra-miraj-nabi-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2414562166486815966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2414562166486815966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/08/kontemplasi-isra-miraj-nabi-muhammad.html' title='Kontemplasi Isra Mi&apos;raj Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-1184436855934802034</id><published>2007-07-27T13:08:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T14:35:39.727+07:00</updated><title type='text'>Memulai Dari Akhir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bagi anda yang sudah nikah atau berkeluarga tentu pernah merasakan yang namanya malam pertama. Sebelum memasuki malam pertama tersebut pada umumnya selalu mempersiapkan sesuatunya mulai dari persipan pernikahan itu sendiri, catering dekorasi dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memasuki malam pertama tersebut biasanya kita akan membayangkan atau selalu terbayang-bayang hal-hal yang akan terjadi pada malam pertama sesuatu yang indah-indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana jika bagi yang belum menikah atau belum berkeluarga? tentu mereka tidak bisa mengalami malam pertama yang begitu indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yakinlah bahwa semua orang akan mengalami malam pertama, baik itu yang sudah berkeluarga ataupun belum, maulai dari anak-anak, para remaja dan para orang tua. Ya itulah malam pertama saat di Alam Kubur. Malam pertama yang tidak akan disadari kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita dalam mempersiapkan malam pertama di dunia saja kita siapkan segala sesuatunya dengan matang, bahkan direncanakan jauh-jauh hari sebelum hari H mulai dari persiapan fisik dan mental serta harta benda, dan itu bisa saja batal, lalu bagimana kita mempersiapkan malam pertama yang sudah pasti semua orang akan mengalaminya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita memulai darai akhir, jika kita akan membangaun sebuah bangunan maka kita akan memikirkan seperti apa bangunan itu hasilnya. Setelah terbayang hasil akhir maka kita akan merancang sebuah maket, kemudian barulah mengumpulkan material yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun untuk menghadapi malam pertama yang semua orang akan mengalaminya, di malam itu hanya diri kita dan amal perbuatan kitalah yang menemaninya.&lt;br /&gt;Lalu apa yang telah kita siapkan untuk itu semua? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya kiata membayangkan, merenungkan, memikirkan akan hal itu, hisablah diri kita sebelum Allah langsung yang turun tangan untuk menghisab kita. Renungilah apa yang telah kita perbuat selama ini, karena semuanya kan di pertanggungjawabkan dihadapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkanlah ..... siapkanlah ......siapkanlah semuanya perlu disiapkan dengan matang. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-1184436855934802034?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/1184436855934802034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/07/memulai-dari-akhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1184436855934802034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1184436855934802034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/07/memulai-dari-akhir.html' title='Memulai Dari Akhir'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-1890507060939852655</id><published>2007-07-02T10:25:00.000+07:00</published><updated>2007-07-19T09:32:15.262+07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Wajah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah istri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-1890507060939852655?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/1890507060939852655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/07/belajar-dari-wajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1890507060939852655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1890507060939852655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/07/belajar-dari-wajah.html' title='Belajar Dari Wajah'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-8929670818380269789</id><published>2007-06-13T13:10:00.000+07:00</published><updated>2007-07-05T16:36:02.330+07:00</updated><title type='text'>Perumpamaan Lalat dan Lebah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Lalat adalah hewan yang senantiasa menyukai tempat-tampat yang kotor dan berbau busuk. Di mana ada sampah atau bangkai, di sana ada lalat. Tidak hanya satu atau dua ekor lalat yang mendatangi, bahkan saking ramainya mereka untuk berebut tempat, suaranya pun terdengar kencang, seolah mereka sedang membicarakan nikmatnya mendatangi bangkai itu dan menjadikannya sebagai perbincangan menarik.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka puas mendatangi satu bangkai, mereka akan beralih untuk mencari bangkai yang lain dengan masih membawa bekas dan bau busuk dari bangkai pertama yang mereka datangi. Jika tidak ketemu, mereka akan menghampiri tempat-tempat yang bersih atau makanan yang terbuka namun dalam rangka untuk menyebarkan bibit penyakit kepada siapapun. Setiap orangpun akan merasa jijik terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda sekali dengan lebah. Lebah adalah hewan yang sangat menyukai keindahan dan kemanfaatan. Mereka selalu dan hanya akan mendatangi kembang-kembang indah yang tengah bermekaran. Mereka hinggap di sana, lalu mengambil sari pati dari setiap kembang yang mereka singgahi untuk kemudian dijadikan bahan baku pembuatan madu. Apa yang mereka ambil dari satu kembang ke kembang yang lain merupakan bahan terbaik yang akan menghasilkan madu yang bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai obat berbagai penyakit bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, yang terlintas di benak sang lebah adalah menghasilkan madu dengan kualitas terbaik hasil olahan sendiri dengan izin Alloh SWT. Adapun sengat yang melekat di tubuh mereka bukan merupakan alat untuk menyerang musuh, melainkan sebagai alat untuk mempertahankan diri dari berbagai gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah menjadi bagian dari komunitas lebah, sebagai perumpamaan orang-orang yang selalu senang berada di majelis-majelis ilmu dan dzikir, yang mengambil sari patinya untuk kemudian dijadikan sebagai bahan beramal kebaikan, sebagai hujjah untuk menolak kebatilan dan keingkaran terhadap Alloh SWT dan Rosul-Nya, dan orang pundapat mengambil banyak manfaat darinya, dunia akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan merugilah menjadi bagian dari komunitas lalat, sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang yang lebih senang mendatangi tempat-tempat maksiat, yang tidak mendatangkan sesuatupun kecuali keburukan dan kebahagiaan semu, dan orang-orangpun pada akhirnya enggan mendekati. *eramuslim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-8929670818380269789?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/8929670818380269789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/06/perumpamaan-lalat-dan-lebah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8929670818380269789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8929670818380269789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/06/perumpamaan-lalat-dan-lebah.html' title='Perumpamaan Lalat dan Lebah'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4152089781118498862</id><published>2007-06-08T14:57:00.000+07:00</published><updated>2007-07-05T16:37:58.408+07:00</updated><title type='text'>Kisah Dibalik Membaca Basmalah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."&lt;br /&gt;Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan duit yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang aman, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan mengendap-endap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan tas duit ke dalam sumur di belakang rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku duit yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."&lt;br /&gt;Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan tas duit pada tempatnya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mulai mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4152089781118498862?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4152089781118498862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/06/kisah-dibalik-membaca-basmalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4152089781118498862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4152089781118498862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/06/kisah-dibalik-membaca-basmalah.html' title='Kisah Dibalik Membaca Basmalah'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-735757289865063915</id><published>2007-05-28T13:15:00.000+07:00</published><updated>2007-07-05T16:39:04.738+07:00</updated><title type='text'>Sholat dari Perspektif kesehatan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sholat adalah tiang agama, siapa yang melaksanakan sholat berarti ia menegakkan agama, demikian sabda Rasulullah saw. Begitulah  pentingnya sholat yang menempati urutan kedua dalam rukun Islam.&lt;br /&gt;Walaupun sholat itu penting dan biaya serta waktu yang dibutuhkan sangat sedikit jika dibandingkan dengan ibadah dan kegiatan yang lain, tidak sedikit orang yang kurang rajin melaksanakannya dibandingkan dengan kegiatan lain yang justru lebih melelahkan dan menyita waktu.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Informasi berikut ini, tentang manfaat sholat ditinjau dari aspek kesehatan, mudah-mudahan akan makin memotivasi dan memantapkan kita dalam melaksanakan ibadah sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kegiatan sholat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjelaskan manfaat sholat, ada baiknya kita sedikit mengambarkan gerakan sholat. &lt;br /&gt;Untuk melakukan sholat diwajibkan dalam keadaan berwudhlu, dan dianjurkan untuk memperbaharui wudhlu-nya. Dengan air yang bersih, disunatkan untuk terlebih dulu mencuci kedua telapak tangan dan mencuci lubang hidung, baru kemudiaan membasuh muka, kemudian lengan bawah, mengusap rambut termasuk daun telinga, dan kaki. Semua dilakukan minimal sebanyak 3 kali.&lt;br /&gt;Setelah berwudhu, dengan pakaian dan tempat yang bersih, sholat dimulai dengan gerakan takbir (mengucap kata “Allahu akbar” sambil mengangkat kedua telapak tangan sejajar dengan bahu), dilanjutkan dengan minimal membaca Al Fatihah. Kemudian takbir dan ruku, ketika ruku punggung diupayakan agar datar (tidak melengkung) dan membaca bacaan ruku minimal 3 kali. Selanjutnya i’tidal dalam posisi berdiri tegak kemudian takbir dan sujud, dan membaca bacaan sujud minimal  3 kali. Setelah itu duduk diantara dua sujud dengan paha berada di atas betis dan jempol kaki kanan dalam keadaan ditekuk dan membaca bacaan duduk diantara dua sujud. Kemudian sujud kembali seperti yang pertama dan dilanjutkan berdiri tegak kembali untuk rakaat kedua. Catatan penting, selama sholat berlangsung mata tidak dibenarkan melihat kemana-mana, harus tertuju ke arah sajadah. Dan minimal satu gerakan sholat satu tarikan napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manfaat sholat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Kebersihan. Pada waktu wudhlu terjadilah pencucian permukaan tubuh yang pada umumnya terbuka dan mudah terkena debu yang sering mengandung bibit penyakit. Penelitian kimiawi membuktikan bahwa akan terjadi penurunan yang sangat besar kadar suatu zat jika dilakukan pembilasan minimal 3 kali. &lt;br /&gt;2. Pendinginan. Dinginnya air wudhlu menurunkan suhu permukaan tubuh, terutama kepala (ketika mengusap air ke kepala) yang didalamnya terdapat otak, organ yang aktifitasnya sangat tinggi (walaupun ukurannya relatif kecil) jika dibandingkan organ tubuh yang lain. &lt;br /&gt;3. Stretching, atau peregangan otot untuk menghilangkan kekakuan otot sehingga kita menjadi lebih rileks. Peregangan terjadi pada otot-otot : &lt;br /&gt;a. Otot bahu yang tanpa disadari menjadi tegang jika kita berfikir. Peregangan terjadi ketika gerakan takbir dan ruku, &lt;br /&gt;b. Otot punggung dan otot belakang tungkai, peregangan terjadi ketika ruku, &lt;br /&gt;c. Otot paha depan dan otot betis, peregangan terjadi ketika duduk di antara dua sujud. Pada duduk ini selain peregangan otot betis juga dipijat, ditekan oleh paha. Catatan: istirahat yang lebih baik setelah perjalanan jauh sebenarnya adalah lakukan seperti duduk di antara dua sujud untuk beberapa saat baru kemudian berbaring. &lt;br /&gt;4. Pembilasan otak. Ketika kita sujud, karena posisi jantung lebih tinggi dari kepala maka volume darah akan meningkat di dalam kepala. Hal ini berarti bertambahnya zat makanan  yang masuk ke dalam otak dan bertambahnya jua sisa makanan yang keluar dari otak ketika kepala ditegakkan kembali. &lt;br /&gt;5. Relaksasi. Mata yang hanya tertuju pada sajadah dan napas yang teratur serta bacaan-bacaan sholat membuat kita akan menjadi lebih relak, terlebih lagi dengan  memahami makna bacaan sholat akan menambah keyakinan kita kepada Allah yang Maha Pengasih, yang Maha Penyayang, dan sebagainya serta yang mengabulkan doa orang-orang yang berdoa. Hal ini tentunya akan membuat kita menjadi lebih tenang lagi. &lt;br /&gt;Singkat kata, salah satu manfaat sholat adalah membuat kita menjadi lebih bersih, lebih segar dan lebih tenang. Manfaat ini hanya didapat jika sholat dilakukan dengan tenang, alias tidak buru-buru (tuma’ninah). Sebagai perbandingan, stretching pada senam dilakukan minimal dalam 4 hitungan. Selain itu tentunya pemahaman makna bacaan-bacaan sholat.&lt;br /&gt;Dan, jika kita membandingkan ritme kehidupan harian dengan waktu sholat, maka manfaat menyegarkan akan makin terasa. Kekakuan otot setelah diam dalam keadaan tidur dihilangkan dengan sholat subuh. Kelelahan setelah aktifitas menjelang siang akan berubah menjadi lebih segar setelah sholat dhuhur. Kemampuan tubuh yang semakin menurun setelah tengah hari disegarkan dengan dua sholat fardu, sholat ashar dan maghrib. Tubuh yang telah segar dan relaks setelah sholat isya akan lebih mudah tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa ayat Al Qur’an serta riwayat Hadis, Allah swt dan Rasulullah saw menegaskan bahwa apapun ibadah dan kegiatan yang kita lakukan manfaatnya akan kembali kepada kita sendiri dan tidak akan menjadi penambah  kemuliaan Allah. Dan Allah tidak mengalami kerugian sedikit-pun jika kita tidak melakukan yang diperintahkan Allah swt. &lt;br /&gt;Demikian juga dengan sholat, manfaat kebersihan, kesegaran dan ketenangan akan kita rasakan jika kita melakukan sholat dengan tuma ninah (tenang), menjaga pandangan, serta membaca dan memahami bacaan-bacaan sholat, sholat dengan khusyu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-735757289865063915?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/735757289865063915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/05/sholat-dari-perspektif-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/735757289865063915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/735757289865063915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/05/sholat-dari-perspektif-kesehatan.html' title='Sholat dari Perspektif kesehatan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-2142294547884127130</id><published>2007-05-16T14:13:00.000+07:00</published><updated>2007-07-05T16:39:56.364+07:00</updated><title type='text'>Kemana Arah Hidup Kita??</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ke mana arah hidup kita? Adalah sebuah pertanyaan besar yang harus kita jawab sebelum kita melakukan sebuah aktifitas agar terarah dan bertujuan jelas, yaitu harus ke mana aktifitas hidup ini akan diarahkan. Akankah jawaban kita adalah harta, tahta, dan jabatan, ataukah kecantikan wanita? Atau justru kita belum sempat untuk memikirkan apa sebenarnya yang akan kita cari dalam hidup ini.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat sia-sia jika kita hidup namun tidak jelas ke mana kehidupan kita ini akan diarahkan. Sekali lagi, mari kita dudukkan permasalahan ini dengan baik dan kita fahami bersama fakta yang ada dalam kehidupan kita kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hidup, ada Awal dan ada Akhir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap hidup pasti akan mati, dan hal ini tidak bisa ditolak, apalagi ditunda. Kehidupan ini ada akhirnya sebagaimana ia memiliki permulaan. Berapa banyak orang kita cintai telah mendahului kita, sedang kita pasti akan menyusul mereka. Allah berfirman dalam Surat Al-Ankabut : 57, "Tiap-tiap yang berisi akan merasakan mati, kemudian kepada Kami kamu dikembalikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, akankah kita menjadi orang-orang yang digambarkan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Jaatsiyah : 24, "Dan mereka berkata : "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup serta tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa," dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kematian Tidak Pernah Kompromi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun ia, akan didatangi oleh yang namanya kematian. Kematian akan datang tanpa kenal kompromi. Tidak peduli kita sudah siap atau belum sama sekali. Kematian bisa datang saat kita sedang melaksanakan ibadah atau sedang bermaksiat. Sungguh, ia akan menjumpai kita semua di mana saja dan kapan saja dia mau. Dan itu berarti kita akan meninggalkan apa saja yang pernah kita miliki dan kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, "Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan(nya)." (QS. Yunus : 49). Oleh karena itulah kita harus bersiap-siap setiap saat sebelum ia (kematian) benar-benar datang menjemput kita dan kita tidak bias menolaknya ataupun menundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Datangnya Hari Pembalasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dibalik itu semua, ketahuilah bahwa apa yang kita kerjakan, baik itu ibadah atau kemaksiatan dan dosa yang kita perbuat, semuanya tercatat dan tidak luput serta terlupakan olehNya. Sekecil dan seberat apapun semuanya itu, niscaya akan dibalas di kemudian hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang semasa hidupnya senantiasa menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, akan hidup pada tempat yang telah dijanjikan oleh Allah SWT, yaitu Surga. Sedangkan mereka yang semasa hidupnya selalu membangkang dan selalu bermaksiat serta membuat kerusakan di tengah masyarakat, maka merekalah yang mendapat siksa Neraka. Sungguh, Mahaadil Allah SWT yang telah menyediakan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Surat Ali Imran : 185, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, mari kita kembali kepada rumusan hidup, "Apa sebenarnya yang kita cari dalam kehidupan ini?" Jika yang kita cari adalah amaliah dalam bingkai keimanan untuk mendapat ridhaNya, maka akan selalu mengingat firman Allah, "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu ajal yang diyakini." (QS. Al-Hijr : 99). *kotasantri.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-2142294547884127130?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/2142294547884127130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/05/kemana-arah-hidup-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2142294547884127130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2142294547884127130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/05/kemana-arah-hidup-kita.html' title='Kemana Arah Hidup Kita??'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-3417264907698319090</id><published>2007-05-16T10:20:00.000+07:00</published><updated>2007-05-16T10:23:07.024+07:00</updated><title type='text'>Mengubah Hudup Menjadi lebih Baik</title><content type='html'>Benarkah nasib menjadi kaya atau miskin sudah ditetapkan sebelum lahir ke dunia, yaitu di Lauhul Mahfuz? Apakah takdir jadi miskin atau kaya tidak bisa diformat?&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita mendengar pertanyaan-pertanyaan sumbang tentang hubungan antara kesuksesan dan nasib. Misalnya, apakah kesuksesan hanya dimiliki oleh mereka yang punya nasib baik sejak lahir? Benarkah nasib menjadi kaya atau miskin sudah ditetapkan sebelum lahir ke dunia, yaitu di Lauh Mahfuz? Apakah takdir jadi miskin atau kaya tidak bisa diformat melalui usaha manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini bukanlah masalah yang hanya dirasakan sebagian kecil manusia saja. Sungguh, kita semua terlibat langsung dalam masalah ini. Makanya, kita dituntut untuk memahami sejauh mana hubungan antara usaha manusia dengan takdir yang akan terjadi. Sehingga tidak gampang memberikan vonis terhadap nasib buruk yang terjadi pada diri kita dengan mengatakan, bahwa semuanya sudah ditetapkan Allah sebelum kita dijadikan khalifah di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan DR. Muhammad Ghazali ini adalah salah satu buku yang membicarakan tentang hubungan kesuksesan dan nasib manusia. Di dalamnya dibicarakan, mulai dari sifat-sifat manusia sukses, memahami hari-hari yang dimiliki, mengingatkan manusia bahwa hidup sukses dibentuk oleh pikirannya sendiri, mengatasi kecemasan-kecemasan yang sering menghinggapi kehidupan. Juga, perilaku-perilaku manusia yang harus dimiliki setelah sukses ikut juga menjadi pembahasan penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, senantiasa mensyukuri apa yang telah diberikan Allah. Tidak pernah lupa bahwa di dalam harta yang dimiliki masih ada hak-hak orang lain yang harus diberikan. Usaha memang kita yang lakukan, tapi tanpa orang lain usaha kita juga tidak akan pernah sampai pada ‘titik’ akhir yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bahasa yang digunakan penulis cukup sederhana dan jelas, khas aktivis organisasi yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam berkomunikasi dan bertemu dengan berbagai orang dengan latar belakang yang beragam, menjadikan buku ini bukan saja mudah dipahami oleh para aktivis organisasi, tetapi juga untuk masyarakat awam yang ingin meraih kesuksesan. Sungguh tepat sekali apa yang ditulis dicover belakang buku, bahwa buku ini bukan untuk semua orang. Namun hanya untuk orang-orang yang belum puas dengan hidupnya saat ini. Buku ini hanya cocok untuk orang yang ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, buku ini benar-benar layak untuk dimiliki karena dapat memberikan support dan menghilangkan sikap fatalis dalam memahami hasil usaha manusia dan takdir. Karena usaha dan takdir senantiasa berjalan seiring. Jika ‘komponen’ usaha yang dilakukan sempurna, tak pelak lagi takdir yang terjadi akan sesuai dengan usaha tersebut. Karena apa yang tercatat di Lauh Mahfuz bukanlah waktu kapan sukses atau waktu kapan susah, tapi yang tertulis adalah ‘modusnya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Lauh Mahfuz adalah kitab yang berisi segala kemungkinan peristiwa yang terjadi di dunia, bukan peristiwa mutlaknya dan juga bukan panjang-pendeknya waktu kesuksesan atau waktu kesusahan. Bahkan buku ini sangat menggarisbawahi, bahwa tidak ada yang bisa mengubah hidup anda kecuali diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila benar-benar mau mengubah hidup menjadi lebih menyenangkan, maka pelajarilah arahan-arahan yang diberikan penulis. Buku ini telah mengubah banyak hidup orang. Sekarang, giliran kita untuk berubah sesuai yang didambakan. [Rahmad Hidayat Nasution, mahasiswa universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Fakultas Syariah Islamiyah, Tingkat IV]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku : Mengubah Takdir Mengubah Nasib&lt;br /&gt;Pengarang : DR. Muhammad Ghazali&lt;br /&gt;Penerbit : JABAL&lt;br /&gt;Tahun Terbit : cet. IV, Agustus 2006&lt;br /&gt;Tebal buku : 99 halaman  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-3417264907698319090?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/3417264907698319090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/05/mengubah-hudup-menjadi-lebih-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/3417264907698319090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/3417264907698319090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/05/mengubah-hudup-menjadi-lebih-baik.html' title='Mengubah Hudup Menjadi lebih Baik'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-1714919826990099819</id><published>2007-05-10T13:43:00.000+07:00</published><updated>2007-07-05T16:41:38.006+07:00</updated><title type='text'>Hari ini Dia, Esok Siapa??</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari kejauhan Jack terus menekan kuat pedal gas kendaraannya. Ia tidak mau terlambat. Apalagi lampu merah di wilayah yang dilaluinya menyala cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Lampu lalu lintas berganti kuning. Sekitar tiga meter menjelang garis putih horisontal di jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang. Haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tidak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya, sambil terus melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRIIIT!!! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Hey, itu kan Bob, teman semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melompat keluar dari dalam mobil sambil berkata: “Hai, Bob! Senang sekali ketemu kamu lagi!”. “Hai, Jack,” sapa Bob tanpa senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah. Hari ini dia ulang tahun, jadi dia dan anak-anak sudah menyiapkan pesta di rumah. Tentu aku tidak boleh terlambat dong,” kata Jack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob berkata, “Saya mengerti. Tapi sebenarnya saya sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.” Jack mulai gelisah. Ia harus ganti strategi. “Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat tadi lampu kuning masih menyala kok.” Aha.. terkadang berdusta sedikit tentu bisa memperlancar situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jack, kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu,” ujar Bob dingin. Dengan wajah ketus, Jack menyerahkan SIM-nya ke Bob lalu masuk ke dalam mobilnya dan menutup kaca jendela. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, Bob muncul dan mengetuk kaca mobil Jack. Jack yang kadung kesal dan marah hanya membuka kaca jendela sedikit. Ujarnya mengumpat di dalam hati, “Ah, masa lima senti sudah cukup untuk memasukkan surat tilang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Jack menerima surat tilang itu dia langsung menekan kembali pedal gas, memacu mobilnya dan cepat berlalu dari tempat tersebut. Tanpa berkata-kata Bob pun kembali ke posnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak jauh dari tempat kejadian, Jack hendak memasukkan SIM-nya ke&lt;br /&gt;dompet. Saat itu ia terkaget-kaget setelah melihat selembar surat tapi bukan surat tilang. “Surat apa ini? Ini bukan surat tilang! Kenapa ia tidak memberiku surat tilang?” tanya Jack. Seketika itu juga ia langsung meminggirkan mobilnya dan membaca surat dari Bob tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini isi surat tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo, Jack. Tahukah kamu aku mempunyai seorang anak perempuan. Anakku satu-satunya. Ia sangat cantik dan lincah. Aku dan istriku sangat menyayanginya. Sayang, ia sudah meninggal karena tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah, saat ia melintas bersama ibunya di zebracross.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku langsung meninggal di tempat. Istriku sampai saat ini mengidap depresi hebat. Pengemudi yang sembrono tadi hanya dihukum penjara selama tiga bulan saja. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan aku? Aku kehilangan malaikat kecil kesayanganku. Aku dan istriku masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengaruniai seorang anak lagi, agar dapat kami peluk. Tapi, kondisi istriku tidak memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Oh.. betapa sulitnya! Begitu juga kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku, Jack. Doakan agar permohonan kami mempunyai anak terkabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah saat menyetir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari temanmu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack kaget sekali saat ia membaca surat Bob. Ia langsung memutar balik mobilnya dan pergi ke pos jaga Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos itu, entah ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan pulang Jack mengemudi dengan hati-hati dan ia berjanji&lt;br /&gt;dalam dirinya untuk menahan diri agar tidak ngebut dan menyetir&lt;br /&gt;ugal-ugalan. Kali ini Ia teringat akan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis kecil, di tepi jalan..&lt;br /&gt;Rambut melambai, berpita merah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senandung kecil ..la la la.. di bibirnya..&lt;br /&gt;Dalam langkah kecil, seirama kakinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perempatan jalan, dilewat sudah..&lt;br /&gt;Si gadis kecil masih berjalan riang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara roda-roda, yang berputar di jalan..&lt;br /&gt;Setengah batu lagi, sampailah di rumah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si gadis melintas di jalan..&lt;br /&gt;Matanya yang manis, mendadak menyala..&lt;br /&gt;Sebuah kereta mesin yang ganas..&lt;br /&gt;Menerjang dan... melindasnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis kecil terkapar di aspal panas..&lt;br /&gt;Tinggal menatap ibu bapa, memungutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah permata keluarga hilang sudah..&lt;br /&gt;Hari ini dia, esok lagi siapa.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini dia, esok lagi siapa.........&lt;br /&gt;Hari ini dia, esok lagi siapa.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tak selamanya orang harus mengerti kita. Bisa jadi kesukaan kita&lt;br /&gt;adalah kedukaan orang lain. Hidup ini sangat berharga, karena itu jalanilah&lt;br /&gt;dengan penuh hati-hati dan saling menghargai.&lt;br /&gt;* My Quran.com *&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-1714919826990099819?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/1714919826990099819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/05/hari-ini-dia-esok-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1714919826990099819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1714919826990099819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/05/hari-ini-dia-esok-siapa.html' title='Hari ini Dia, Esok Siapa??'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-276861503088380757</id><published>2007-04-16T14:32:00.001+07:00</published><updated>2007-07-05T16:43:34.433+07:00</updated><title type='text'>Lima Resep Penawar Stres</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Stress adalah persoalan yang paling sering menimpa manusia. Entah itu karena pekerjaan, masalah pribadi dan seribu satu persoalan yang lain. Bagi kita yang hidup di negeri orang, yang jauh dari keluarga, yang tidak ada teman bercanda, maka kemungkinan terserang stress jauh lebih besar dari pada yang tinggal di negeri sendiri. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Sering untuk mengurangi stress, orang lantas mengambil jalan pintas, minum&lt;br /&gt;obat-obat penenang, dilarikan pada alkhohol, ganja dan lain-lainnya. Bahkan,&lt;br /&gt;yang konyol, ada yang berpendapat, bahwa stress adalah persoalan hidup yang&lt;br /&gt;nggak pernah selesai selama manusia hidup, sehingga akhirnya ditempuh jalan&lt;br /&gt;pintas yang lain, bunuh diri ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Para jamaah sekalian, Islam sebagai agama, sebagai Ad Deen, tidaklah&lt;br /&gt;melulu hanya mengatur bagaimana cara seorang hamba mengabdikan diri kepada&lt;br /&gt;Khaliknya saja. Islam sebagai cara hidup, juga memberikan pedoman, bagaimana&lt;br /&gt;seharusnya seorang Muslim berperilaku terhadap sesamanya, bagaimana bila&lt;br /&gt;seorang muslim menghadapi persoalan yang rumit, yang tak terselesaikan,&lt;br /&gt;yang menimbulkan stress. Tulisan kami kali ini, adalah ingin memberikan solusi&lt;br /&gt;bagaimana seharusnya jalan yang kita tempuh, pada saat-saat kita dihadapkan&lt;br /&gt;padapersoalan yang membelit pikiran, berdasarkan cara-cara yang Islami, yang&lt;br /&gt;dikembangkan menjadi tradisi bagi kebanyakan orang yang hidup dalam linkungan&lt;br /&gt;pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kalau kita ada kesempatan untuk berjalan-jalan&lt;br /&gt;dipelosok desa di Jawa Timur, kemudian menyempatkan diri untuk ikut sholat&lt;br /&gt;magrib berjamaah, maka sebelum sholat dimulai, biasanya dialunkan puji-pujian,&lt;br /&gt;entah itu berupa sholawat, doa, dalam bahasa Arab ataupun dalam bahasa Jawa.&lt;br /&gt;Salah satu puji-pujian yang terkenal, adalah yang bejudul " Tombo Ati"&lt;br /&gt;Yang artinya kurang lebih " Obat hati". Syair tersebut kurang lebih&lt;br /&gt;demikian bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tombo ati iku limo wernane,&lt;br /&gt;  ingkang dihin moco Al Qur'an sak maknane'&lt;br /&gt;  kaping pindo dzikir ingkang suwe,&lt;br /&gt;  kaping telu ngempet weteng kroso luwe,&lt;br /&gt;  kaping papat sholat wengi lakonono,&lt;br /&gt;  kaping limo sedulur muslim sambangono,&lt;br /&gt;  sapa bisa ngelakoni salah siji,&lt;br /&gt;  Insya Allah huta' a'la nyembadani "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah para jamaah, kita kupas satu persatu, bagaimanakah "obat hati"&lt;br /&gt;yang Islami itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yang pertama adalah membaca Al Qur'an dengan disertai pemahaman maknanya.&lt;br /&gt;   Al Qur'an adalah bacaan yang paling cocok dalam segala suasana. Pada saat&lt;br /&gt;   kita gembira, maka peringatan-peringatan yang ada dalam Al Qur'an akan&lt;br /&gt;   mampu menjadi pengerem agar kita tak lupa diri. Demikian pula halnya pada&lt;br /&gt;   saat kita sedih, maka dengan membaca Al Qur'an terasa sekali dalam lubuk&lt;br /&gt;   hati kita sentuhan kesejukan dari Firman Allah SWT. Kala kita gagal dalam&lt;br /&gt;   mencapai sesuatu, maka pesan-pesan dalam Al Qur'an akan mampu menawarkan&lt;br /&gt;   kesedihan yang ada dalam hati kita. Dengan membaca Al Qur'an, semangat&lt;br /&gt;   yang hampir pudar karena kegagalan insya Allah akan berangsur pulih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Firman Allah dalam surat Al Israa' ayat 82&lt;br /&gt;   " Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat&lt;br /&gt;     bagi orang-orang yang beriman ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yang kedua adalah dengan berdzikir yang lama.&lt;br /&gt;   Allah SWT berfirman&lt;br /&gt;   " ..ingatlah, hanya dengan mengingat Allah.lah hati menjadi tenang "&lt;br /&gt;                                                        QS. Ar Rad 28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kenapa dengan berdzikir ?&lt;br /&gt;   Sebab dengan mengingat Allah, maka timbulah tawakkal dan penyerahan diri&lt;br /&gt;   kita kepada Allah. Dan kalau toh apa yang hendak kita raih tersebut luput&lt;br /&gt;   terpegang tangan, maka dengan kembali mengingat Allah, sadarlah kita,&lt;br /&gt;   mungkin apabila keinginan kita tersebut terkabul, justru mudharotlah yang&lt;br /&gt;   datang. Dengan demikian yang muncul bukanlah rasa kecewa dan penyesalan,&lt;br /&gt;   akan tetapi justru syukur yang dalam pada Allah. Bukankah Allah yang&lt;br /&gt;   paling mengetahui keadaan dan kemampuan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yang ketiga adalah dengan puasa.&lt;br /&gt;   Salah satu hikmah puasa, disamping dapat menimbulkan perasaan sosial terha-&lt;br /&gt;   dap sesama, adalah untuk kesehatan. Bukti-bukti cukup banyak, bahwa orang&lt;br /&gt;   orang yang mengidap mag, malah sembuh bila berpuasa, padahal menurut ilmu&lt;br /&gt;   kedokteran seharusnya orang yang mengidap mag menjaga makannya agar teratur&lt;br /&gt;   dan tidak telat.&lt;br /&gt;   Penulis sendiri juga mengalami, gangguan pencernaan yang tak kunjung&lt;br /&gt;   reda, malah sembuh dengan membiasakan puasa sunah.&lt;br /&gt;   Ditinjau dari segi kejiwaanpun puasa ternyata mempunyai efek yang baik seka-&lt;br /&gt;   li. sebab dengan puasa, secara tidak langsung seseorang dilatih untuk dapat&lt;br /&gt;   mengendalikan tuntutan hawa nafsu yang cenderung untuk melakukan hal-hal&lt;br /&gt;   yang sesat.&lt;br /&gt;   Dilain pihak, dengan berpuasa, seseorang akan jadi merasa lebih dekat dengan&lt;br /&gt;   Allah, sehingga merasa lebih aman dan tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Yang ke empat ialah shalat malam.&lt;br /&gt;   Shalat tahajut, meskipun tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk melaku-&lt;br /&gt;   kannya. Banyak ayat dalam Al Qur'an yang menujukkan betapa penghargaan Tuhan&lt;br /&gt;   terhadap hamba-hambaNya yang datang menemuiNya, pada saat hamba-hamba yang&lt;br /&gt;   lain lelap dalam tidur. Allah menjajikan, terhadap orang-orang yang berse-&lt;br /&gt;   gera menuju keridhaanNya, suatu derajat yang tinggi.&lt;br /&gt;   " Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajutlah kamu sebagai suatu&lt;br /&gt;     ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat&lt;br /&gt;     yang terpuji "&lt;br /&gt;                                                        QS Al Israa' 79&lt;br /&gt;5. Yang kelima ialah mengunjungi saudara sesama muslim. Banyak sekali hikmah&lt;br /&gt;   yang dapat dikaji dari silaturahmi terhadap sesama saudara muslim ini.&lt;br /&gt;   Dengan bersilaturami, maka ukhuwah yang hampir retak akan kembali utuh.&lt;br /&gt;   Dengan bersilaturami, maka berbagai persoalan yang membelit kepala insya&lt;br /&gt;   Allah akan dapat dicarikan penyelesaiannya. Dengan bersilaturahmi, kita&lt;br /&gt;   dapat saling berbagi suka dan duka, berbagi kesedihan, mencurahkan pera-&lt;br /&gt;   saan, sehingga beban berat yang menghimpit, akan terasa lebih ringan,&lt;br /&gt;   karena kita tidak sendiri. Disamping itu, saling pesan dalam kebenaran dan&lt;br /&gt;   kesabaran hanya mungkin terlaksana apabila tali ukhuwah tetap terjalin.&lt;br /&gt;   Tersebut dalam Hadist riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   " Diantara hamba-hamba Allah ada sekelompok orang yang bukan nabi dan&lt;br /&gt;     syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa tergiur dengan keadaan mere&lt;br /&gt;     ka,karena kedudukannya yang mulia di sisi Allah.  Para sahabat bertanya,&lt;br /&gt;     " Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu ?". Jawab beliau : "Mereka adalah&lt;br /&gt;     sekelompok orang yang memadu cinta kasih dalam mencari keridhaan Allah,&lt;br /&gt;     yang diantara mereka tidak ada hubungan kerabat dan tidak ada tujuan&lt;br /&gt;     duniawi. Demi Allah, wajah mereka bercahaya, sedangkan mereka tidak&lt;br /&gt;     merasa khawatir dan takut ketika  orang lain dilanda perasaan khawatir dan&lt;br /&gt;     takut. Mereka tidak berduka cita ketika orang lain menderita "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Demikianlah para jamaah, lima macam resep pengusir kegundahan hati.&lt;br /&gt;Insya Allah bila kita dapat melaksanakan salah satu dari ke lima diatas, Allah&lt;br /&gt;akan menghapus segala kesedihan dan kegundahan dari hati kita.&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita berdoa agar Allah senantiasa memberi kita kekuatan,&lt;br /&gt;memberi kita kelapangan, sehingga kita dapat meniti kehidupan ini dengan&lt;br /&gt;segala perasaan damai, dengan tenteram dan dijauhkan dari persoalan-persoalan&lt;br /&gt;yang membelit jiwa.&lt;br /&gt;Marilah saudaraku, kita datangi apa yang disunahkan Allah setelah kita melaksa-&lt;br /&gt;nakan apa yang diwajibkanNya. Insya Allah, dengan memperbanyak melakukan yang&lt;br /&gt;sunnah akanlah dapat kita rasakan, bagaimana sejuk dan manisnya buah iman,&lt;br /&gt; sehingga&lt;br /&gt;agama yang kita peluk ini, tidak tampak sebagai rentetan kewajiban dan&lt;br /&gt;larangan, saja, akan tetapi penyejuk hati yang amat dibutuhkan setiap insan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Muhammad Nurhuda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-276861503088380757?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/276861503088380757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/lima-resep-penawar-stres_16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/276861503088380757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/276861503088380757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/lima-resep-penawar-stres_16.html' title='Lima Resep Penawar Stres'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4365746373518827277</id><published>2007-04-16T13:58:00.001+07:00</published><updated>2007-07-05T16:45:25.208+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (24) Habis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; SHOLATLAH!!!!&lt;br /&gt; SEBAGAIMANA KAMU SEKALIAN MELIHAT AKU SHOLAT.&lt;br /&gt; (Bukhori).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Didalam sholat, WANITA melakukan seperti yang dilakukan LAKI-LAKI.&lt;br /&gt; (Ibnu Abi Syaibah ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun hadiest yang menerangkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; wanita menghimpitkan tangannya pada waktu sujud, yakni tidak seperti apa&lt;br /&gt; yang dilakukan laki-laki, adalah hadiest MURSAL (sanadnya tidak melalui&lt;br /&gt; sahabat langsung kepada nabi).  Sehingga dikatakan Al-Albani: tidak benar.&lt;br /&gt; Dan pendapat ini sesuai dengan yan g diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam&lt;br /&gt; Al-Marasil dari Yazid bin Abi Habib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; tammat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ALHAMDULILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUB-HAANALLOOHI WABIHAMDIH&lt;br /&gt; (Maha Suci Allah dan aku memujiNYA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUB-HAANAKAL-LOOHUMMA WABIHAMDIK&lt;br /&gt; (Maha Suci Engkau Ya Allah dan aku memujiMU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ASY-HADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANG-TA ASTAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK&lt;br /&gt; (Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah melainkan ENGKAU, aku memohonampunanMu&lt;br /&gt; dan aku bertaubat kepadaMU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya Allah, berilah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad.&lt;br /&gt; Dan Berilah berkat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad&lt;br /&gt; Sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan dan berkat kepada Ibrohim&lt;br /&gt; dan kepada keluarga Ibrohim Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha&lt;br /&gt; Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alloohumma a'innii 'alaa dzikrika wasyuk-rika wahusni 'ibaadatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya Allah, tolonglah akan daku untuk mengingatMU dan bersyukur kepadaMU&lt;br /&gt; serta BER IBADAH YANG BAIK kepadaMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Billaahi taufiq wal hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wassalamu 'alaikum wr.wb. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4365746373518827277?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4365746373518827277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-24-habis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4365746373518827277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4365746373518827277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-24-habis.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (24) Habis'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-6766293585617113114</id><published>2007-04-16T13:58:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T14:00:42.042+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (23)</title><content type='html'>MACAM-MACAM DO'A SEBELUM SALAM (lanjutan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8.  Diriwiyatkan bahwa beliau s.a..w. mendengar bahwa seorang laki-laki&lt;br /&gt; mengucapkan di dalam tasyahhudnya : Alloohumma innii as-aluka yaa-Alloohu&lt;br /&gt; [:yallooh], al-waahidul-ahadush-shomadul-ladzii lamyalid walam yuulad&lt;br /&gt; walam yakullahu kufuwan ahad, ang-tagh-firolii dzunuubii innaka&lt;br /&gt; ang-tal-ghofuurur-rohiim.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMU ya Allah, [dalam riwayat lain&lt;br /&gt; : dengan Allah] Yang Maha Esa, Yang Maha Esa Tuhan Yang bergantung&lt;br /&gt; kepadaNya segala sesuatu, Yang tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,&lt;br /&gt; dan tiada seoran[un yang setara dengan DIA, agar Engkau mengampuni&lt;br /&gt; dosa-dosaku.  Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha&lt;br /&gt; Penyayang. Maka Rosulullooh s.a.w. bersabda: Ia telah diampuni, Ia telah&lt;br /&gt; diampuni. (Abu Dawud, Nasa'i, Ahmad dan Ibnu Khuzaimah ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 9. Diriwayatkan bahwa beliau s.a.w. mendengar orang lain lagi&lt;br /&gt; mengucapkannya di dalam tasyahhudnya: Alloohumma innii as-aluka bi-annaka&lt;br /&gt; lakal-hamdu laa ilaaha illaa ang-ta, wah-daka laa syariikalakal-mannaan.&lt;br /&gt; Yaa badii'as-samaawaati wal-ardh, Yaa dzal-jalaali wal-akroom, Yaa hayyu&lt;br /&gt; Yaa qoyyuumu innii as-alukal-jannata wa-a-'uudzu-bika minan-narr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; = Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMUbahwa sesungguhnya Engkau&lt;br /&gt; memiliki segala puji.  Tidak ilah selain Engkau semata-mata, tidak ada&lt;br /&gt; sekutu bagiMU, Pemberi Karunia.  Wahai Pencipta langit dan bumi, wahai&lt;br /&gt; Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan , wahai Yang Hidup dan Yang&lt;br /&gt; Berdiri sendiri, sesungguhnya aku memohon kepadaMU surga dan aku&lt;br /&gt; berlindung kepadaMU dari neraka. Maka Rosulullooh Muhammad s.a.w. bersabda&lt;br /&gt; kepada sahabat-sahabatnya: TAHUKAN KALIAN, DENGAN APA IA MEMOHON ? Mereka&lt;br /&gt; (para sahabat) menjawab :ALLOOHU WAROSUULUHU A'LAM (Allah dan RosulNya&lt;br /&gt; yang lebih tahu). Nabi s.a.w. bersabda: Demi Dzat yan jiwaku berada dalam&lt;br /&gt; kekuasaanNYA, sesungguhnya dia (orang ini) telah memohon kepada Allah&lt;br /&gt; dengan namanNYA Yang Maha Agung (bismihil'azhiim) [dalam riwayat lain:&lt;br /&gt; yang paling Agung] yang apabila DIA dipanggil dengannya, maka DIA&lt;br /&gt; mengijabah, da n apabila DIA dimohon dengannya, maka DIA memberi. (Abu&lt;br /&gt; Dawud, Nasa'i, Ahmad dan Bukhori; Thobroni dan Ibnu Mandah ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Hanya milik Allah ASMA-UL HUSNA, maka bermohonlah kepada-Nya dengan&lt;br /&gt; MENYEBUT ASMA-UL HUSNA itu dan TINGGALKANLAH ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG&lt;br /&gt; dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat&lt;br /&gt; balasan terhadap apa yang telah mereka&lt;br /&gt;  kerjakan. (QS. 7:180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; *Rosulullooh s.a.w. ditanya: Pada waktu apa do'a (manusia) lebih didengar&lt;br /&gt; (oleh Allah)? Rosulullooh s.a.w. menjawab: Pada tengah malam dan PADA&lt;br /&gt; AKHIR TIAP SHOLAT FARDHU (sebelum salam). (Mashobih As-Sunnah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 10. Di antara kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Rosulullooh Muhammad&lt;br /&gt; s.a.w. di antara tasyahhud dan salam adalah : Alloohummagh-firlii maa&lt;br /&gt; qoddamtu wamaa akh-khortu wamaa asrortu wamaa a'lang-tu wamaa as-roftu&lt;br /&gt; wamaa ang-ta a'lamu bihii minnii, Ang-tal- muqoddimu wa ang-tal-&lt;br /&gt; mu-akh-khiru laa ilaaha illaa ang-ta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; = Ya Allah, ampunilah aku dari apa-apa yang telah aku lakukan dan apa-apa&lt;br /&gt; yang belum aku lakukan, dari apa-apa yang aku sembunyikan dan apa-apa yang&lt;br /&gt; aku nyatakan serta apa-apa yang aku lebih-lebihkan, dan dari apa-apa yang&lt;br /&gt; Engkau lebih mengetahui tentangn ya daripada aku.  Engkaulah Yang&lt;br /&gt; Mendahului dan Engkaulah Yang Mengakhiri, tidak ada ilah selain Engkau.&lt;br /&gt; (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwiyatkan bahwa :&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. mengucapkan salam ke sebelah kanannya,&lt;br /&gt; ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOHI [WABAROKAATUH]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; = mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta&lt;br /&gt; rahmat Allah (dalam riwayat lain: kadangkala ditambahkan: dan berkatNYA)&lt;br /&gt; sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan kesebelah kiri beliau&lt;br /&gt; s.a.w. mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; = mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta&lt;br /&gt; rahmat Allah. sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kiri. (Abu Dawud,&lt;br /&gt; Nasa'i dan Tirmidzi ---&gt;sahih). (Tambahan tersebut diriwayatkan (Abu Dawud&lt;br /&gt; dan Ibnu Khuzaimah ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwayatkan bahwa :&lt;br /&gt; Apabila beliau s.a.w. berpaling kesebelah kanan mengucapkan:&lt;br /&gt; ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; = mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta&lt;br /&gt; rahmat Allah. maka kadang-kadang beliau s.a.w. memperpendek ucapannya&lt;br /&gt; ketika berpaling ke sebelah kiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ASSALAAMU 'ALAIKUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; = mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian.  (Nasa'i,&lt;br /&gt; Ahamd dan As-Siraj ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan kadangkala, beliau mengucapkan salam satu kali salam, yaitu:&lt;br /&gt; ASSALAAMU 'ALAIKUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; = mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian dengan&lt;br /&gt; mengarahkan wajahnya miring kesebelah kanan sedikit.  (Ibnu Khuzaimah,&lt;br /&gt; Baihaqi dan Adh-Dhiya'; Al-Ghoni Al-Maqdisi; Ahmad, Thobroni dan&lt;br /&gt; Baihaqi---.sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mereka (para sahabat) memberikan isyarat dengan tangan-tangan mereka&lt;br /&gt; apabila mereka mengucapkan salam ke sebelah kanan dan kiri.  Kemudian&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. melihat mereka, maka beliau s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengapa kamu sekalian memberikan isyarat dengan tangan-tangan kamu,&lt;br /&gt; seakan-akan tangan-tangan kamu itu buntut-buntut kuda yang tidak pernah&lt;br /&gt; diam?! Apabila salah seorang di antara kamu mengucapkan salam, maka&lt;br /&gt; hendaklah ia berpaling kepada kawannya dan jang anlah memberikan isyarat&lt;br /&gt; dengan tangannya. (Sehingga) Tatkala mereka sholat bersama beliau lagi,&lt;br /&gt; mereka tidak melakukan hal itu lagi. (Dalam riwayat lain dikatakan:&lt;br /&gt; Sesungguhnya cukup bagi salah seorang di antara kamu untuk meletakkan&lt;br /&gt; tangannya di atas pa hanya, kemudian memberi salam kepada saudaranya yang&lt;br /&gt; berada di sebelah kanannya dan disebelah kirinya. (Muslim, Abu 'Uwanah,&lt;br /&gt; As-Siraj, Ibnu Khuzaimah dan Ath-Thobroni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-6766293585617113114?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/6766293585617113114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6766293585617113114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6766293585617113114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-23.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (23)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-2744698677456526931</id><published>2007-04-16T13:57:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T14:00:11.126+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (22)</title><content type='html'>MEMOHON PERLINDUNGAN DARI EMPAT PERKARA SEBELUM BERDO'A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apabila salah seorang di antara kamu selesai dari (membaca) tasyahhud&lt;br /&gt; akhir, maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat&lt;br /&gt; perkara, yaitu : Alloohumma innii a'uu-dzubika min 'a-dzaabi jahannam,&lt;br /&gt; wamin 'a-dzaabil-qobri, waming-fitnatil- mahyaa wal-mamaati ming-syarri&lt;br /&gt; fitnatil-masiihid-dajjaal.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari siksaan jahannam,&lt;br /&gt; dari siksaan kubur, dan dari cobaan hidup serta cobaan mati, dan dari&lt;br /&gt; kejahatan cobaan Al-Masih yag menjadi Dajjal.  Kemudian ia berdo'a untuk&lt;br /&gt; dirinya sekehendaknya. (Muslim, Abu 'Uwan ah, Nasa'i dan Ibnul-Jarud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. berdo'a dengan do'a tersebut di dalam tasyahhudnya.&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Ahmad ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. mengajarkan (do'a itu) kepada para sahabat ra. sebagaimana&lt;br /&gt; beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada mereka. (Muslim dan Abu&lt;br /&gt; 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MACAM-MACAM DO'A SEBELUM SALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. memerintahkan kepada orang yang SHOLAT untuk memilih&lt;br /&gt; do'a-do'a itu sekehendaknya. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;  *perlu diingat bahwa tempat yang utama untuk berdo'a di dalam sholat&lt;br /&gt; adalah sujud dan tasyahhud, sebagaimana penjelasan terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Macam-macam do'a sebelum salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Alloohumma innii a'uu-dzubika min 'a-dzaabil-qobri, wa a'uu-dzubika&lt;br /&gt; ming- fitnatil-masiihid-dajjaal, wa a'uu-dzubika ming- fitnatil-mahyaa&lt;br /&gt; wal-mamaat, Alloohumma innii a'uu-dzubika minal-ma'tsami wal-magh-rom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari siksa kubur, dan aku&lt;br /&gt; berlindung kepadaMU dari kejahatan cobaan Al-Masih yang menjadi Dajjal,&lt;br /&gt; aku berlindung kepadaMU dari cobaan hidup dan mati.  Ya Allah sesungguhnya&lt;br /&gt; aku berlindung kepadaMU dari dosa dan hutang. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Alloohumma innii a'uu-dzubika ming-syarrimaa 'amiltu wa ming-syarri&lt;br /&gt; maalam a'mal [ba'd(u)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari kejahatan apa yang&lt;br /&gt; telah aku perbuat dan dari kejahatan apa yang belum aku perbuat&lt;br /&gt; [kemudian]. (Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Alloohumma haasibnii hisaabay-yasiiroo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =Ya Allah perhitungkan (semua amalanku) dengan perhitungan yang mudah. .&lt;br /&gt; (Ahmad dan Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Alloohumma bi'ilmikal-ghoibi wa qud-ratika 'alal-kholq, ah-yinii maa&lt;br /&gt; 'ilmatil-hayaatu khoirollii, watawaf-fanii i-dzaa kaanatil-wafaatu&lt;br /&gt; khoirollii. Alloohumma wa as-aluka khosy-yataka fil-ghoibi wasy-syahaadah,&lt;br /&gt; wa as-aluka kalimatal-haqq, [: 'l-hukmi] wal'ad-li fil-gho-dhobi war-ridho&lt;br /&gt; wa as-alukal-qash-da fil-faq-ri wal-ghinaa, wa as-aluka na'iiman laa&lt;br /&gt; yubiid, wa as-aluka qurrota'ainin laa tang-fud, walaa tang-qo-thi' wa&lt;br /&gt; as-alukar-ridhoo ba'dal-qo-dhoo-i wa as-aluka bardal'aisyi ba'dal-maut, wa&lt;br /&gt; as-aluk a ladz-dzatan-nazh-ri ilaa waj-hik, wa as-alukasy- syawqo ilaa&lt;br /&gt; liqoo-ika fiighoiri dhorroo-im-mu-dhirroh, walaa fit-natim-mudh-dhillah.&lt;br /&gt; Alloohumma zay-yinnaa biziinatil-iimaani waj'alnaa hudaatam-muhtadiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =Ya Allah, dengan pengetahuanMU tentang alam ghoib dan kekuasaanMU atas&lt;br /&gt; makhluk-makhluk, hidupkanlah aku jika Engkau mengetahui bahwa kehidupan&lt;br /&gt; itu baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.  Ya&lt;br /&gt; Allah, dan aku memohon kepadaMU untuk tak ut kepadaMU di alam ghoib dan&lt;br /&gt; alam nyata, dan aku memohon kepadaMU kebenaran [dalam riwayat lain:&lt;br /&gt; keputusan] dan keadilan di dalam marah serta keridho-an, dan aku memohon&lt;br /&gt; kepadaMU kesederhanaan di dalam kefakiran dan kekayaan, dan aku memohon&lt;br /&gt; kepadaMU ni' mat yang tidak punah, dan aku memohon kepadaMU kesenangan&lt;br /&gt; yang tidak habis dan tidak terputus, dan aku memohon kepadaMU untuk ridho&lt;br /&gt; menerima ketentuan, dan aku memohon kepadaMU untuk dihidupkan kembali&lt;br /&gt; setelah mati, dan aku memohon kepadaMU ni'matnya mema ndang wajahMU dan&lt;br /&gt; aku memohon kepadaMU agar aku merasa untuk rindu bertemu denganMU, bukan&lt;br /&gt; di dalam kesengsaraan yang membahayakan dan bukan pula pada waktu&lt;br /&gt; menghadapi kejahatan yang menyesatkan.  Ya Allah hiasilah kami dengan&lt;br /&gt; hiasan keimanan dan jadikanl ah kami orang-orang yang memberikan petunjuk&lt;br /&gt; dan mendapatkan petunjuk. (Nasa'i dan Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. Rosulullooh s.a.w. mengajar Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alloohumma innii zholamtu nafsii zhulmang-ka-tsiiroo, walaa&lt;br /&gt; yagh-firuudz-dzunuuba illaa ant-ta fagh-firlii magh-firootam-min'ing-dika&lt;br /&gt; warhamnii, innaka ang-tal-ghofuurur-rohiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; = Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku sendiri. Dan&lt;br /&gt; tidak ada yang mengampuni dosa-dosa, selain daripada Engkau, maka berilah&lt;br /&gt; aku ampunan dari hadhiratMU dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha&lt;br /&gt; Pengampun lagi Maha Pengasih. (Buk hori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6. Beliau s.a.w. memerintahkan kepada Aisyah ra. untuk mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alloohumma innii as-aluka minal-khoiri kullihii 'aajilihi waaa-jilihi&lt;br /&gt; maa'alimtu minhu wamaa lam'alam, wa a'uu-dzubika minasy-syarri kullihi&lt;br /&gt; 'aajilihi waaa-jilihi maa'alimtu minhu wamaa lam'alam, wa as-alukal- [:&lt;br /&gt; Alloohumma innii as-alukal-] jannata wamaa qorroba ilaihaa ming-qowlin&lt;br /&gt; au'amal, wa a'uu-dzubika minan-naari wamaa qorrobaa ilaihaa ming-qowlin&lt;br /&gt; au'amal, , wa as-aluka [: Alloohumma innii as-aluka] minal-khoiri maa&lt;br /&gt; sa-alaka 'ab-duka warosuuluka muhammad, wa a'uu-dzubika ming-syarri&lt;br /&gt; mas-ta'aadzaka minhu 'ab-duka warosuuluka muhammad, shollolloohu 'alaihi&lt;br /&gt; wasallam, wa as-aluka maa qodhoitalii min amri-ang-taj-'ala 'aaqibatahulii&lt;br /&gt; rusy-daa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMU kebaikan seluruhnya di dunia&lt;br /&gt; dan di akhirat, baik yang telah aku ketahui maupun yang belum aku ketahui.&lt;br /&gt; Dan aku berlindung kepadaMU dari kejahatan seluruhnya di dunia dan di&lt;br /&gt; akhirat, baik yang telah aku ketahu i maupun yang belum aku ketahui.  Dan&lt;br /&gt; aku memohon kepadaMU [dalam riwayat lain: Ya Allah, sesungguhnya aku&lt;br /&gt; memohon kepadaMU] surga, dan apa-apa yang mendekatkan aku kepadanya,&lt;br /&gt; berupa perkataan dan perbuatan.  Dan aku berlindung kepadaMU dari neraka&lt;br /&gt; dan ap a-apa yang mendekatkan aku kepadanya, berupa perkataan dan&lt;br /&gt; perbuatan. Dan aku memohon kepadaMU [dalam riwayat lain: Ya Allah,&lt;br /&gt; sesungguhnya aku memohon kepadaMU] dari kebaikan yang dimohonkan kepadaMU&lt;br /&gt; oleh hambaMU dan RosulMU Muhammad.  Dan aku berlindung kepdaMU dari&lt;br /&gt; kejahatan yang dimohonkan perlindungannya dariMU oleh hambaMU dan RosulMU&lt;br /&gt; Muhammad s.a.w..  Dan aku memohon kepadaMU agar Engkau menjadikan akibat&lt;br /&gt; suatu perkara yang telah Engkau putuskan bagiku itu baik bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 7. Diriwayatkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. berkata kepada seorang laki-laki: Apa yang engkau ucapkan di&lt;br /&gt; dalam sholat?.  Laki-laki itu menjawab:  Aku mengucapkan syahadat,&lt;br /&gt; kemudian aku memohon surga kepada Allah dan berlindung kepadaNYA dari&lt;br /&gt; neraka.  Demi Allah, alangkah baiknya apa yang engkau bisikkan itu dan&lt;br /&gt; bukannya yang dibisikkan oleh Mu'adz.  Rosulullooh s.a.w. bersabda, Kami&lt;br /&gt; membisikkan di antara bisikan-bisikan itu. (Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu&lt;br /&gt; Khuzaimah ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-2744698677456526931?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/2744698677456526931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2744698677456526931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2744698677456526931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-22.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (22)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-1733415174584799750</id><published>2007-04-16T13:54:00.001+07:00</published><updated>2007-04-16T13:57:18.042+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (21)</title><content type='html'>MACAM-MACAM SHOLAWAT ATAS NABI S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alloohumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali bai-tihii, wa 'alaa&lt;br /&gt;az-waajihii wa-dzurriy-yatihii, Kamaa shollaita 'alaa aali ib-roohiim,&lt;br /&gt;innaka hamiidum-majiid. Wabaarik 'alaa muhammad wa 'alaa aali bai-tihii,&lt;br /&gt;wa 'alaa az-waajihii wa-dzurriy-yatihii, kamaa-baarokta 'alaa aali&lt;br /&gt;ib-roohiim, innaka hamiidum-majiid.&lt;span class="selengkapnya"&gt; =Ya Allah berilah kebahagiaan kepada&lt;br /&gt;Nabi Muhammad, kepada ahli baitnya, kepada istri-istrinya dan&lt;br /&gt;keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada&lt;br /&gt;keluarga Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan&lt;br /&gt;berikanlah ber kah kepada Muhammad, kepada ahli baitnya, kepada&lt;br /&gt;istri-istrinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan&lt;br /&gt;berkah kepada keluarga Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi&lt;br /&gt;Maha Mulia. Doa ini beliau s.a.w. ucapkan atas dirinya sendiri.  (Ahmad&lt;br /&gt;dan Ath-Thohawi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alloohumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad. Kamaa&lt;br /&gt;shollaita 'alaa ib-roohiim wa 'alaa aali ib-roohiim, innaka&lt;br /&gt;hamiidum-majiid.  Alloohumma baarik 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad,&lt;br /&gt;kamaa-baarokta 'alaa ib-roohiim wa 'alaa aali ib-roohi im, innaka&lt;br /&gt;hamiidum-majiid. =Ya Allah berilah kebahagiaan dan kepada Muhammad dan&lt;br /&gt;kepada Keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan&lt;br /&gt;kepada Ibrohim dan kepada keluarga Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha&lt;br /&gt;Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berilah berkah kepada M uhammad dan&lt;br /&gt;kepada Keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah&lt;br /&gt;kepada Ibrohim dan kepada keluarga Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha&lt;br /&gt;Terpuji lagi Maha Mulia.  (Bukhori, Ath-Thohawi , Baihaqi dan&lt;br /&gt;Ahmad;Nasa'i; Bukhori, Muslim dan Al-Humai di dan Ibnu Mandah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Alloohumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad. Kamaa&lt;br /&gt;shollaita 'alaa aali ib-roohiim wa aali ib-roohiim, innaka&lt;br /&gt;hamiidum-majiid. Wabaarik 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad,&lt;br /&gt;kamaa-baarokta 'alaa aali ib-roohim wa aali ib-roohiim, innaka ha&lt;br /&gt;miidum-majiid. =Ya Allah berilah kebahagiaan dan kepada Muhammad dan&lt;br /&gt;kepada Keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan&lt;br /&gt;kepada Ibrohim dan kepada keluarga Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha&lt;br /&gt;Terpuji lagi Maha Mulia. Dan berikanlah berkah kepada Muh ammad dan kepada&lt;br /&gt;Keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada&lt;br /&gt;Ibrohim dan kepada keluarga Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji&lt;br /&gt;lagi Maha Mulia. (Ahmad, Nasa'i dan Abu Ya'la ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Alloohumma sholli 'alaa muhammadin-nabiyyil-ummiyyi wa 'alaa aali&lt;br /&gt;muhammad. Kamaa shollaita 'alaa aali muhammad, kamaa shollaita 'alaa aali&lt;br /&gt;ib-roohiim. Wa baarik 'alaa muhammadin-nabiyyil-ummiyyi wa 'alaa aali&lt;br /&gt;muhammad, kamaa-baarokta 'alaa aali ib-roo hiima fil'aalamiina innaka&lt;br /&gt;hamiidum-majiid. =Ya Allah berilah kebahagiaan dan kepada Muhammad Nabi&lt;br /&gt;yang ummiy dan kepada Keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah&lt;br /&gt;memberikan kebahagiaan kepada Ibrohim dan kepada keluarga Ibrohim. Dan&lt;br /&gt;berikanlah berkah kepada Muhammad Nabi yang ummiy dan kepada Ke luarga&lt;br /&gt;Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Ibrohim dan&lt;br /&gt;kepada keluarga Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha&lt;br /&gt;Mulia. (Muslim, Abu 'Uwanah dan Ibnu Syaibah; Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Alloohumma sholli 'alaa muhammadin 'ab-dika warosuulik, Kamaa shollaita&lt;br /&gt;'alaa aali ib-roohiim, wa baarik 'alaa muhammadin 'ab-dika warosuulika wa&lt;br /&gt;'alaa aali muhammad, kamaa-baarokta 'alaa ib-roohiima wa 'alaa aali&lt;br /&gt;ib-roohiim. =Ya Allah berilah kebahagiaan dan kepada Muhammad hambaMU dan&lt;br /&gt;RosulMU, sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada keluarga&lt;br /&gt;Ibrohim. Dan berikanlah berkah kepada Muhammad hambaMU dan RosulMU dan&lt;br /&gt;kepada Keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau tela h memberikan berkah&lt;br /&gt;kepada Ibrohim dan kepada keluarga Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha&lt;br /&gt;Terpuji lagi Maha Mulia. ((Bukhori, Nasa'i, Ath-Thohawi, Ahmad dan Isma'il&lt;br /&gt;Al-Qodli).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Alloohumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa az-waajihii&lt;br /&gt;wa-dzurriy-yatihii. Kamaa shollaita 'alaa aali ib-roohiim. Wabaarik 'alaa&lt;br /&gt;muhammadiw- wa 'alaa az-waajihii wa-dzurriy-yatihii. Kamaa-baarokta 'alaa&lt;br /&gt;aali ib-roohiim, innaka hamiidum-majiid. =Ya Allah berikanlah kebahagiaan&lt;br /&gt;kepada Muhammad dan kepada istri-istrinya serta keturunannya, sebagaimana&lt;br /&gt;Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada keluarga Ibrohim. Dan&lt;br /&gt;berikanlah berkah kepada Muhammad dan kepada istri-istrinya serta&lt;br /&gt;keturunannya, seb agaimana Engkau telah memberikan berkah kepada keluarga&lt;br /&gt;Ibrohim.  Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Bukhori dan&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Alloohumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad, Wabaarik 'alaa&lt;br /&gt;muhammad, wa 'alaa aali muhammad. Kamaa shollaita Wabaarokta 'alaa&lt;br /&gt;ib-roohiima wa aali ib-roohiim, innaka hamiidum-majiid. =Ya Allah berilah&lt;br /&gt;kebahagiaan dan kepada Muhammad dan kepada Keluarga Muhammad, dan&lt;br /&gt;berikanlah berkah kepada Muhammad dan kepada Keluarga Muhammad,&lt;br /&gt;sebagaimana Engkau telah memberikan kebahagiaan dan berkah kepada Ibrohim&lt;br /&gt;dan kepada keluarga Ibrohim. Sesu ngguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha&lt;br /&gt;Mulia. (Ath-Thohawi dan Abu Sa'id bin Al-A'rabi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGKIT PADA RAKA'AT KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rosulullooh s.a.w. bangkit pada raka'at ketiga sambil bertakbir&lt;br /&gt;(Bukhori dan Muslim) [lalu berdiri.  (Abu Ya'la)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. mengangkat kedua tangannya. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lainnya sama dengan penjelasan pada raka'at pertama dengan&lt;br /&gt;perbedaan-perbedaan yang dijelaskan pada awal serial tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGKIT PADA RAKA'AT KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila beliau s.a.w. hendak berdiri pada raka'at ke-empat, maka beliau&lt;br /&gt;mengucapkan "Alloohu Akbar". (Bukhori dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. mengangkat kedua tangannya. (Abu 'Uwanah dan Nasa'i&lt;br /&gt;---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk istirahat tetap ada sebagaimana dalam serial no.18. yaitu: Beliau&lt;br /&gt;s.a.w. duduk lurus di atas kaki kirinya sambil beri'tidal, sehingga setiap&lt;br /&gt;tulang kembali ke tempatnya.  Kemudian beliau berdiri sambil&lt;br /&gt;bersandar(bertelekan) kepada tanah dengan kedua tangannya. (Bukhori dan&lt;br /&gt;Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya sama dengan raka'at lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, setelah beliau s.a.w. menyempurnakan raka'at keempat, maka&lt;br /&gt;beliau duduk untuk melakukan TASYAHHUD AKHIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaannya serupa dengan penjelasan pada tasyahhud pertama kecuali cara&lt;br /&gt;duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam tasyahhud akhir ini beliau s.a.w. duduk dengan tawarruk.&lt;br /&gt;(Bukhori), yakni:  Beliau s.a.w. melapangkan pangkal pahanya yang sebelah&lt;br /&gt;kiri ketanah dan mengeluarkan kedua kakinya ke satu arah. (Abu Dawud dan&lt;br /&gt;Baihaqi ---&gt;sahih), yakni:&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. meletakkan kaki kirinya di bawah&lt;br /&gt;paha dan betisnya (yang kanan). (Muslim dan Abu 'Uwanah), sambil:&lt;br /&gt;Beliaus.a.w. menegakkan kaki kanannya. (Bukhori), dan kadangkala:&lt;br /&gt;Beliau s.a.w.membentangkannya. (Muslim dan Abu 'Uwanah), sambil:&lt;br /&gt;Beliau s.a.w.menekankan telapak tangannya yang sebelah kiri kepada&lt;br /&gt;lututnyasambil menekannya. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;Hal-hal lainnya serupa dengan kedudukan tasyahhud pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMOHON PERLINDUNGAN DARI EMPAT PERKARA SEBELUM BERDO'A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. bersabda: Apabila salah seorang di antara kamu selesai&lt;br /&gt;dari (membaca) tasyahhud akhir, maka hendaklah ia memohon perlindungan&lt;br /&gt;kepada Allah dari empat perkara, yaitu :&lt;br /&gt;Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari siksaan jahannam,&lt;br /&gt;dari siksaan kubur, dan dari cobaan hidup serta cobaan mati, dan dari&lt;br /&gt;kejahatan cobaan Al-Masih yang menjadi Dajjal.&lt;br /&gt;Kemudian ia berdo'a untuk dirinya sekehendaknya. (Muslim,&lt;br /&gt;Abu 'Uwanah, Nasa'i dan Ibnul-Jarud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-1733415174584799750?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/1733415174584799750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1733415174584799750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1733415174584799750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-21.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (21)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-217701162601432449</id><published>2007-04-16T13:54:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:56:12.513+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (19)</title><content type='html'>TASYAHHUD PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai dari raka'at kedua, lalu beliau duduk untuk tasyahhud.&lt;br /&gt;Kepada orang yang sholatnya belum betul, beliau s.a.w. bersabda: Apabila&lt;br /&gt;kamu duduk di TENGAH-TENGAH sholat (tasyahhud awal), maka&lt;br /&gt;ber-thuma'ninah-lah dan bentangkan paha kirimu, lalu bertasyahhud-lah.&lt;br /&gt;(Abu Dawud dan Baihaqi).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Humaid Assa'idi. Ia berkata : Saya lihat Rosulullooh s.a.w.&lt;br /&gt;apabila bertakbir,...............,dan apabila duduk di akhir raka'at yang&lt;br /&gt;kedua, ia duduk atas kakinya yang kiri dan ia dirikan yang kanan; dan&lt;br /&gt;apabila duduk di raka'at yang akhir, ia kedepankan kaki kirinya dan&lt;br /&gt;dirikan yang lain, dan ia duduk atas pinggulnya. (Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Huroiroh ra. berkata: Kekasihku, Rosulullooh s.a.w. telah melarangku&lt;br /&gt;untuk duduk seperti duduknya anjing. (Ath-Thoyalisi, Ahmad dan Ibnu&lt;br /&gt;Syaibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa : Apabila beliau s.a.w. duduk di dalam tasyahhud, maka&lt;br /&gt;beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas pahanya [dalam riwayat&lt;br /&gt;lain: lututnya] yang sebelah kanan dan meletakkan telapak tangan kirinya&lt;br /&gt;di atas pahanya [dalam riwayat lain: lututnya] yang seb elah kiri. (Muslim&lt;br /&gt;dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. meletakkan ujung sikunya yang sebelah kanan di atas&lt;br /&gt;pahanya yang sebelah kanan. (Abu Dawud dan Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. melarang seorang laki-laki yang duduk bersandar kepada&lt;br /&gt;tangannya yang sebelah kiri di dalam sholat.  Beliau s.a.w. bersabda,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya sholatnya itu adalah sholat orang yahudi. (Baihaqi dan Hakim&lt;br /&gt;---&gt;sahih). Dalam lafzh lain beliau s.a.w. bersabda : Janganlah engkau&lt;br /&gt;duduk seperti ini.  Sesungguhnya duduk yang seperti itu adalah duduknya&lt;br /&gt;orang-orang yang disiksa. (Ahamd dan Abu Dawud). Dalam riwayat lain beliau&lt;br /&gt;s.a.w. bersabda : Duduk seperti itu adalah duduknya orang-orang yang&lt;br /&gt;dimurkai. (Abdurrazaq disahihkan oleh Abdul-Haq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar: bahwasanya Rosulullooh s.a.w. apabila duduk tasyahhud, ia&lt;br /&gt;letak tangannya yang kiri atas lututnya yang kiri dan yang kanan atas yang&lt;br /&gt;kanan, dan ia genggam lima puluh tiga (53)* dan ia isayarat dengan jari&lt;br /&gt;telunjuknya [dalam riwayat lain: dan ia genggam se mua jarinya dan ia&lt;br /&gt;isyarat dengan (jari) yang mengiringi ibu jari]. (Muslim). * genggam lima&lt;br /&gt;puluh tiga (53) itu satu cara menghitung di sisi orang arab dengan&lt;br /&gt;menggenggam jari yang hasilnya ialah tergenggam semua jari, kecuali&lt;br /&gt;telunjuk untuk isyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isyarat telunjuk yang dimaksud menurut riwayat Wa'il bin Hujr bahwa&lt;br /&gt;Rosulullooh menggoyang-goyangka dia dan menurut riwayat Ibnu Zubair bahwa&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. isyarat (menunjukkan jari) tetapi tidak&lt;br /&gt;menggoyang-goyangnya.  Jadi menurut penulis Bulughul M arom, Wa'il melihat&lt;br /&gt;sewaktu Rosulullooh s.a.w. menggoyang dan Zubair melihat waktu Rosulullooh&lt;br /&gt;s.aw. tidak menggoyangnya.  Sehingga bilamana ada yang menggoyang dan ada&lt;br /&gt;yang tidak, biarkan saja.  Kata Al-Albani, hadits yang menerangkan bahwa&lt;br /&gt;beliau s.a.w. tidak menggerak-gerakkan jarinya, isnadnya tidak tetap (Lih.&lt;br /&gt;dho'if Abi Dawud 175).  Selanjutnya dikatakan bahwa jelaslah bahwa&lt;br /&gt;menggerak-gerakkan jari di dalam tasyahhud itu adalah sunnah yang t etap&lt;br /&gt;dari Rosulullooh s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila beliau s.a.w. menunjuk dengan jarinya (telunjuknya), maka beliau&lt;br /&gt;meletakkan ibu jarinya di atas jari tengahnya. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala beliau s.a.w. membuat lingkaran dengan keduanya (ibu jari dan&lt;br /&gt;jari tengahnya). (Abu Dawud, Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah; Ibnu Hibban&lt;br /&gt;---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menggerak-gerakkan jarinya (telunjuknya) sambil berdo'a dengannya.&lt;br /&gt;(Abu Dawud, Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah; Ibnu Hibban ---&gt;sahih).  Kata Imam&lt;br /&gt;Thohawi kata YAD'U BIHAA =BERDOA DENGANNYA menunjukkan bahwa hal itu&lt;br /&gt;dilakukan adalah di akhir sholat. Kata Al-Albani, bahwa di dalamya justru&lt;br /&gt;terdapat sebuah dalil yang menunjukkan bahwa adalah sunnah untuk&lt;br /&gt;meneruskan memberi isyarat dan mengge rak-gerakkan telunjuknya sampai&lt;br /&gt;salam. Ini adalah Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh Muhammad s.a.w. melebarkan telapak tangannya yang sebelah kiri&lt;br /&gt;di atas lututnya yang sebelah kiri dan menggenggam jari jemari telapak&lt;br /&gt;tangannya yang sebelah kanan semuanya, lalu menunjuk kearah kiblat dengan&lt;br /&gt;jarinya yang berada setelah ibu jar i (telunjuk) sambil mengarahkan&lt;br /&gt;pandangannya kepadanya. (Muslim, Abu 'Uwanah dan Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ia lebih keras bagi setan daripada besi, yakni telunjuk.&lt;br /&gt;(Ahmad, Al-Bazzar, Abu Ja'far Al-Bukhtari dan Abul Ghoni Al-Maqdisi&lt;br /&gt;---&gt;hasan; Ar-Rubani dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Nabi s.a.w., sebagian mereka mengambil atas sebagian yang&lt;br /&gt;lain, yakni isayarat dengan jari di dalam berdo'a. (Ibnu Abi Syaibah&lt;br /&gt;---&gt;hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. melakukan hal itu di dalam dua tasyhhud semuanya.&lt;br /&gt;(Nasa'i dan Baihaqi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. melihat seorang laki-laki berdo'a dengan dua jarinya.&lt;br /&gt;Kemudian beliau s.a.w. bersabda: Satu-satu, lalu ia menunjuk dengan&lt;br /&gt;telunjuknya.  (Ibnu Abi Syaibah dan An-Nasa'i disahihkan Hakim dan&lt;br /&gt;disepakati Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN TASYAHHUD PERTAMA  DAN PENSYARI'ATAN BERDO'A DI DALAMNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. membaca At-Tahiyyah didalam SETIAP DUA RAKA'AT. (Muslim&lt;br /&gt;dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. bersabda: Apabila kamu duduk di dalam setiap dua&lt;br /&gt;raka'at, maka ucapkanlah attahhiyaatu...,dan hendaklah salah seorang di&lt;br /&gt;antara kamu memilih do'a yang paling dikaguminya.  Kemudian, berdo'alah&lt;br /&gt;kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung dengan do'a-do'a itu.&lt;br /&gt;(Nasa'i, Ahmad dan Thobroni ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapkanlah attahhiyaat di dalam setiap duduk. (Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh Muhammad s.a.w. mengajarkan at-tasyahhud kepada mereka&lt;br /&gt;(sahabat) sebagaimana beliau s.a.w. mengajarkan surat dari Al-Qur'an&lt;br /&gt;kepada mereka. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila beliau s.a.w. lupa membacanya di dalam dua raka'at pertama, maka&lt;br /&gt;beliau melakukan sujud sahwi. (Bukhori dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-217701162601432449?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/217701162601432449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/217701162601432449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/217701162601432449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-19.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (19)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-6613190559390233765</id><published>2007-04-16T13:52:00.001+07:00</published><updated>2007-04-16T13:56:43.206+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (20)</title><content type='html'>MACAM-MACAM BACAAN AT-TASYAHHUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ibnu Mas'ud berkata: Rosulullooh s.a.w. telah mengajarkan at-tasyahhud&lt;br /&gt;kepadaku dan beliau telah mencukupkan antara kedua telapak tangannya,&lt;br /&gt;sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepadaku:&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attahiyaatu lillaahi wash-sholawaatu wath-thoyyibaatu, assalaamu 'alaika&lt;br /&gt;ay-yuhan-nabiyyu waroh-matulloohi wabarokaatuh, assalaamu 'alainaa wa'alaa&lt;br /&gt;'ibaadillaahish- shoolihiin. =Segala ucapan selamat, kebahagiaan dan&lt;br /&gt;kebaikan adalah bagi Allah.  Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan&lt;br /&gt;kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkatNYA. Mudah-mudahan&lt;br /&gt;kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula dan kepada sekalian hamba-hamba&lt;br /&gt;Allah yang sholeh.&lt;br /&gt;Sesungguhnya apabila beliau mengucapkan ucapan itu, maka akan&lt;br /&gt;terkenalah seluruh hamba yang sholeh yang berada di langit dan bumi.&lt;br /&gt;Kemudian hadiest ini berlanjut dengan: Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa&lt;br /&gt;asy-hadu anna muhammadan 'abduhu warosuuluh.  =Aku bersaksi bahwa tidak&lt;br /&gt;Robb melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hambaNYA&lt;br /&gt;dan RosulNYA.&lt;br /&gt;Hal ini ketika beliau hidup di antara kita.  Kemudian setelah&lt;br /&gt;beliau meninggal dunia, maka kami mengucapkan: Assalaamu 'alan-nabiii.&lt;br /&gt;=Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi. (Bukhori, Muslim dan&lt;br /&gt;Ibnu Syaibah, As-Siraj dan Abu Ya'la).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Ibnu Abbas berkata: Rosulullooh s.a.w. telah mengajarkan at-tasyahhud&lt;br /&gt;kepada kami sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada&lt;br /&gt;kami.  Beliau s.a.w. mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attahhiyaatul-mubaarokaatush-sholawaatuth-thoyyibaatu lillaah, assalaamu&lt;br /&gt;'alaika ayyuhannabiyyu warohmatulloohi wabarokaatuh, assalamu 'alainaa&lt;br /&gt;wa'alaa 'ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa&lt;br /&gt;asy-hadu anna muhammadar-rosuulullooh. [dalam riwayat lain: Asyhadu allaa&lt;br /&gt;ilaaha illalloohu wa asy-hadu anna muhammadan 'abduhu warosuuluh].&lt;br /&gt;=Segala ucapan selamat, kebahagiaan dan kebaikan adalah bagi Allah.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat&lt;br /&gt;Allah dan berkatNYA. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada&lt;br /&gt;kami dan kepada sekalian hamba-hamba A llah yang sholeh. Aku bersaksi&lt;br /&gt;bahwa tidak ada Robb melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu&lt;br /&gt;adalah Rosul Allah. [Dalam riwayat lain: hambaNYA dan RosulNYA].  (Muslim,&lt;br /&gt;Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i dan Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibnu Umar mengucapkan tasyahhud.  Dari Rosulullooh s.a.w. bahwasanya &lt;br /&gt;beliau mengucapkan di dalam tasyahhud :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attahiyaatu lillaahi wash-sholawaatu wath-thoyyibaatus-salaamu 'alaika&lt;br /&gt;ay-yuhan-nabiyyu waroh-matulloohi (Ibnu Umar berkata ia tambahkan:&lt;br /&gt;wabarokaatuh), assalaamu 'alainaa wa'alaa 'ibaadillaahish- shoolihiin.&lt;br /&gt;Asyhadu allaa ilaaha illalloohu (Ibnu Umar berkata ia tambahkan: wahdahuu&lt;br /&gt;laa syariikalah), wa asy-hadu anna muhammadan 'abduhu warosuuluh. =Segala&lt;br /&gt;ucapan selamat, kebahagiaan dan kebaikan adalah bagi Allah.  Mudah-mudahan&lt;br /&gt;kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah. (Ibnu&lt;br /&gt;Umar berkata: Aku menambahkan: " dan berkatNYA". Mudah-mudahan&lt;br /&gt;kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada sekalian hamba-hamba&lt;br /&gt;Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Robb melainkan Allah,&lt;br /&gt;(Ibnu Umar berkata: Aku menambahkan: "semata-mata, tidak ada sekutu&lt;br /&gt;bagiNYA) Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan Rosul Allah.&lt;br /&gt;(Abu Dawud dan Daroquthni ---&gt;sahih). *dua tambahan yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;Ibnu Umar dalam hadiest ini bukanlah ditambahkan atas pendapat pribadinya,&lt;br /&gt;tetapi adalah tambahan yang tetap dari Nabi s.a.w. yang diambilnya dari&lt;br /&gt;para sahabat lainnya yang meriwayatkan dari Rosulullooh s.a.w..  Sehingga&lt;br /&gt;Ibnu Umar r.a. langsung menambahkan kepada bacaannya yang didengarnya&lt;br /&gt;langsung dari Rosulullooh s.a.w.. (Demikian pendapat Al-Abani). Ternyata&lt;br /&gt;apa yang dikatakan Al-Albani ini benar, karena hadiest yang serupa dengan&lt;br /&gt;hadiest nomor 3 ini (termasuk tambahan dari Ibnu Umar di atas) adalah&lt;br /&gt;sesuai dengan hadiest dari Abdullah bin Mas'ud:  Rosulullooh s.a.w&lt;br /&gt;berpaling kepada kami lalu beliau s.a.w. bersabda : apabila seseorang&lt;br /&gt;daripada kamu sholat, hendaklah ia ucapkan :  Attahiyaatu lillaah,&lt;br /&gt;wash-sholawaatu wath-thoyyibaatu assalaamu 'alaika ay-yuhan-nabiyyu&lt;br /&gt;waroh-matulloohi wabarokaatuh, assalaamu 'alainaa wa'alaa 'ibaadillaahish-&lt;br /&gt;shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariikalah, wa&lt;br /&gt;asy-hadu anna muhammadan 'abduhu warosuuluh. Kemudian boleh ia memilih&lt;br /&gt;do'a yang disukai lalu berdo'a dengannya. (Bukhori danMuslim: muttafaq&lt;br /&gt;alaih; lafazh dari Bukhori). Hadiest nomor:333 Bulughul Marom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tasyahhud Abi Musa Al-Asy'ari.  Ia berkata bahwa Rosulullooh s.a.w. &lt;br /&gt;bersabda : ....dan apabila sedang dalam keadaan duduk, maka hendaklah &lt;br /&gt;kata-kata yang pertama diucapkan oleh salah seorang di antara kamu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attahiyaatuth-thoyyibaatush-sholawaatu lillaah, assalaamu 'alaika&lt;br /&gt;ay-yuhan-nabiyyu waroh-matulloohi wabarokaatuh, assalaamu 'alainaa wa'alaa&lt;br /&gt;'ibaadillaahish- shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa&lt;br /&gt;syariikalah, wa asy-hadu anna muhammadan 'abduhu warosuuluh. =Segala&lt;br /&gt;ucapan selamat, kebahagiaan dan kebaikan adalah bagi Allah.  Mudah-mudahan&lt;br /&gt;kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan&lt;br /&gt;berkatNYA". Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan&lt;br /&gt;kepada sekalian hamba-hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tidak&lt;br /&gt;ada Robb melainkan Allah semata-mata, tidak ada sekutu bagiNYA.  Dan aku&lt;br /&gt;bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hambaNYA dan RosulNYA.  Tujuh kalimat&lt;br /&gt;itu adalah tahiyat sholat.  (Muslim, Abu 'Uwanah, Abu Dawud dan Ibnu&lt;br /&gt;Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Tasyahhud Umar bin Khottab.  Ia mengajar manusia tentang tasyahhud.  &lt;br /&gt;Sambil berdiri di atas mimbar ia memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attahiyaatu lillaahiz-zaakiyaatu lillaah, ath-thoyyibaatu lillaah,&lt;br /&gt;ash-sholawaatu lillaah. Assalaamu 'alaika .......(seterusnya serupa dengan&lt;br /&gt;hadiest nomor 1). Segala ucapan selamat bagi Allah, segala kesucian bagi&lt;br /&gt;Allah, segala kebaikan bagi Allah dan segala kebahagiaan bagi Allah.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi .....(Malik&lt;br /&gt;dan Baihaqi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAWAT ATAS NABI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. mengucapkan salawat atas dirinya sendiri di dalam&lt;br /&gt;tasyahhud pertama dan lainnya. (Abu 'Uwanah dan Nasa'i di dalam shahih Abu&lt;br /&gt;'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Mas'ud, ia berkata: telah berkata: Basyir bin sa'd: Ya&lt;br /&gt;Rosulullooh! Allah perintahkan kami bersholawat atas paduka tuan, maka&lt;br /&gt;bagaimanakah (cara)[dalam riwayat lain: maka bagaimanakah (cara kami&lt;br /&gt;bersholawat atas paduka tuan, apabila kami akan bersholawat atas paduka&lt;br /&gt;tuan di dalam SHOLAT kami] kami bersholawat atas paduka tuan? Maka beliau&lt;br /&gt;s.a.w. diam kemudian ia bersabda: ucapkanlah: Alloohumma sholli 'alaa&lt;br /&gt;muhammad wa 'alaa aali muhammad. Kamaa shollaita 'alaa ib-roohim, wabaarik&lt;br /&gt;'alaa muhammad wa'alaa aali muhammad, kamaa-baarokta 'alaa ib-roohim,&lt;br /&gt;fil'aalamiina innaka hamiidum-majiid. Kemudian salam sebagaimana kamu&lt;br /&gt;telah tahu.  =Ya Allooh. Berilah Rohmat atas Muhammad dan atas keluarga&lt;br /&gt;Muhammad, sebagaimana Engkau telah beri rahmat atas keluarga Ibrohim, dan&lt;br /&gt;berilah kurnia atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana&lt;br /&gt;Engkau telah beri kurnia atas Ibrohim di (lidah-lidah ) makhluk yang&lt;br /&gt;berakal, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Terpuji, Maha Mulia.&lt;br /&gt;Kemudian salam sebagaimana kamu telah tahu. (Muslim). Tambahan di atas[..]&lt;br /&gt;(Ibnu Khuzaimah---&gt;sahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Fadholah bin 'Ubaid. Ia berkata: Rosulullooh s.a.w. mendengar seorang&lt;br /&gt;mendo'a didalam sholatnya (tasyahhud), orang itu tidak memuji Allah dan&lt;br /&gt;tidak bersholawat atas Nabi s.a.w. maka beliau s.a.w. bersabda: Orang ini&lt;br /&gt;terburu-buru.  Kemudian ia memanggil orang tersebut, lalu bersabda:&lt;br /&gt;Apabila seseorang daripada kamu bersholat (tasyahhud), hendaklah ia&lt;br /&gt;memulai dengan memuji Allah dan menyanjungNya, kemudian ia bersholawat&lt;br /&gt;atas Nabi s.a.w., kemudian ia berdo'a dengan apa yang ia sukai. (Ahmad,&lt;br /&gt;Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kali lain beliau s.a.w.  mendengar seorang laki-laki yang membaca&lt;br /&gt;sholawat.  Kemudian laki-laki itu memuliakan Allah dan memujiNYA serta&lt;br /&gt;membaca sholawat atas Nabi s.a.w.  Maka Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Berdo'alah, niscaya kamu dijabah (dikabulka n) dan mintalah, niscaya kamu&lt;br /&gt;diberi.  (Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadiest-hadiest ini jelaslah bagi saya, bahwa bersholawat atas Nabi&lt;br /&gt;s.a.w. ada pada kedua tasyahhud, baik tasyahhud pertama maupun kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-6613190559390233765?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/6613190559390233765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6613190559390233765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6613190559390233765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-20.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (20)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-8200482744277172189</id><published>2007-04-16T13:52:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:54:07.067+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (18)</title><content type='html'>BANGKIT DARI SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rosulullooh s.a.w. mengangkat kepalanya dari sujud sambil mengucapkan&lt;br /&gt;  takbir.  (Bukhori dan Muslim).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kepada orang yang sholatnya belum betul beliau s.a.w. memerintahkan:&lt;br /&gt;  Tidaklah sempurna sholat salah seorang manusia, sehingga ia BERSUJUD&lt;br /&gt;  sampai tulang-tulang persendiannya merasa tenang, lalu mengucapkan&lt;br /&gt;  ALLOOHU AKBAR dan mengangkat kepalanya hingga ia duduk lurus.  (Abu Dawud&lt;br /&gt;  dan Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dan adakalanya :&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan takbir ini.&lt;br /&gt;  (Ahmad dan Abu Dawud ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian dikatakan bahwa :&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. membentangkan kaki kirinya (duduk iftirasy), lalu duduk di&lt;br /&gt;  atasnya dengan tenang.  (Bukhori, Abu Dawud, Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;  Apabila kamu sujud, maka tetapkanlah sujudmu, dan apabila kamu bangkit, &lt;br /&gt;  maka duduklah di atas paha kirimu. (Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad &lt;br /&gt;  yang jayyid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian dikatakan bahwa :&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. mendirikan kaki kanannya. (Bukhori dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian dikatakan bahwa :&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. menghadapkan jari-jemari kakinya ke arah kiblat.&lt;br /&gt;  (An-Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwiyatkan bahwa : Rosulullooh s.a.w.  adakalanya duduk tegak di atas&lt;br /&gt; kedua tumit dan dada kedua kakinya. (Muslim, Abu 'Uwanah dan&lt;br /&gt; Abu'sy-Syaikh; Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  KEWAJIBAN THUMA'NINAH DI ANTARA DUA SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Diriwiyatkan bahwa :&lt;br /&gt;  Rosulullooh s.a.w. ber-thuma'ninah sehingga setiap tulang kembali kepada&lt;br /&gt;  tempatnya. (Abu Dawud dan Baihaqi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;  Hal ini beliau perintahkan kepada orang yang sholatnya belum betul&lt;br /&gt;  dengan sabdanya:&lt;br /&gt;  Tidaklah sempurna sholat salah seorang dari pada kamu sampai ia&lt;br /&gt;  melakukan hal itu. (Abu Dawud  dan Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kadangkala:&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. berdiam sehingga orang mengatakan bahwa beliau telah lupa.&lt;br /&gt;  (Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Diriwayatkan bahwa :&lt;br /&gt;  ROSULULLOOH S.A.W. menjadikan RUKU'NYA dan BANGKITNYA DARI RUKU',&lt;br /&gt;  SUJUDNYA dan DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD hampir sama lamanya.  (Bukhori&lt;br /&gt;  dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  DZIKIR DAN DO'A PADA WAKTU DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Alloohumma [Robbi]-ghfirlii warhamnii waj-burnii war-fa'nii wah-dinii&lt;br /&gt;  wa'aafinii war-zuqnii.&lt;br /&gt;  =Ya Allah (dalam riwayat lain: Ya Robbku), ampunilah aku,&lt;br /&gt;  kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku&lt;br /&gt;  petunjuk, sehatkanlah aku dan maafkanlah aku. (Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu&lt;br /&gt;  Majah dan Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Kadangkala beliau s.a.w. mengucapkan: Robbighfirlii Robbighfirlii.&lt;br /&gt;  =Ya Robbku, ampunilah aku, Ya Robbku, ampunilah aku.  (Ibnu Majah --&gt;hasan.&lt;br /&gt;  Kata Imam Ahmad kalau ia mau, maka ia mengucapkan do'a ini 3x, dan jika ia&lt;br /&gt;  mau ia ucapkan do'a nomor 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Setelah itu diriwayatkan bahwa:&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. mengucapkan takbir, lalu sujud untuk sujud yang kedua.&lt;br /&gt;  (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kepada orang yang sholatnya belum betul beliau s.a.w. perintahkan :&lt;br /&gt;  Kemudian ucapkanlah Alloohu Akbar, lalu bersujudlah hingga tulang-tulang&lt;br /&gt;  persendianmu menjadi tenang.  Kemudian lakukanlah semua hal itu&lt;br /&gt;  di seluruh sholatmu. (Abu Dawud dan Hakim:  Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Adakalanya:&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan takbir ini.&lt;br /&gt;  (Abu 'Uwanah dan Abu Dawud ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sujud ini sama dengan sujud yang pertama.&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian diriwayatkan bahwa :&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. mengangkat kepalanya sambil bertakbir. (Muslim dan Bukhori).&lt;br /&gt;  Kemudian beliau s.a.w. mengangkat kepalanya, lalu bertakbir. (Abu Dawud&lt;br /&gt;  dan Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. bersabda kepada orang yang sholatnya belum betul :&lt;br /&gt;  -Kemudian lakukanlah hal itu di dalam setiap raka'at dan sujud.  Apabila&lt;br /&gt;  kamu melakukan hal itu, maka telah sempurnalah sholatmu, dan apabila&lt;br /&gt;  kamu menguranginya sedikit saja, maka kamu telah mengurangi sholatmu.&lt;br /&gt;  (Ahamd dan Tirmidzi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  DUDUK ISTIRAHAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian:&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. duduk lurus di atas kakinya yang kiri sambil beri'tidal,&lt;br /&gt;  sehingga setiap tulang kebali jepada tempatnya. (Bukhori dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dari Malik bin Huwairits:&lt;br /&gt;  bahwasanya ia lihat Nabi s.a.w. sholat, yaitu apabila ada di raka'at&lt;br /&gt;  yang ganjil dari pada sholatnya, tidak ia bangun (berdiri) hingga ia&lt;br /&gt;  duduk dengan tetap. (Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  BERTELEKAN KEPADA KEDUA TANGAN&lt;br /&gt;  PADA WAKTU BANGKIT UNTUK RAKA'AT BERIKUTNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian:&lt;br /&gt;  Rosulullooh s.a.w. bangkit kepada raka'at kedua sambil bertelekan kepada&lt;br /&gt;  tanah. (Bukhori dan Asy-Syafi'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Diriwayatkan bahwa:&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. menekan di dalam sholat: yakni bersandar kepada kedua&lt;br /&gt;  tangannya apabila beliau berdiri. (Abu Ishaq Al-Harbi; Baihaqi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Apabila Rosulullooh s.a.w. bangkit di dalam raka'at kedua, maka beliau&lt;br /&gt;  memulai dengan bacaan Al-hamdu lillaahi, dan tidak diam. (Muslim dan Abu&lt;br /&gt;  'Uwanah).&lt;br /&gt;  Dikatakan bahwa yang dimaksud tidak diam disini adalah tidak membaca&lt;br /&gt;  do'a iftitah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dalam raka'at kedua inibeliau kerjakan sama dengan pada raka'at pertama,&lt;br /&gt;  hanya saja beliau menjadikan raka'at kedua ini lebih pendek daripada&lt;br /&gt;  raka'at pertama.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-8200482744277172189?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/8200482744277172189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8200482744277172189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8200482744277172189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-18.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (18)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-1807023062513646033</id><published>2007-04-16T13:46:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:49:56.280+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (15)</title><content type='html'>KEWAJIBAN THUMA'NINAH DI DALAM I'TIDAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Ibnu Umar, bahwasanya Nabi s.a.w. mengangkat kedua tangannya&lt;br /&gt; berbetulan dengan dua bahunya apabila memulai sholat dan&lt;br /&gt; apabila bertakbir buat keruku' dan apabila&lt;br /&gt; mengangkat kepalanya dari ruku'. (Bukhori dan Muslim).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. menjadikan lama berdirinya disini hampir&lt;br /&gt; mendekati lama ruku'nya, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adakalanya beliau s.a.w. berdiri hingga seseorang mengatakan,&lt;br /&gt; beliau telah lupa, disebabkan lamanya beliau berdiri.&lt;br /&gt; (Bukhori, Muslim dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. memerintahkan untuk ber-thuma'ninah&lt;br /&gt; di dalam i'tidal itu.&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. berkata kepada orang yang sholatnya belum betul :&lt;br /&gt; Kemudian angkatlah kepalamu hingga engkau berdiri lurus,&lt;br /&gt; dan setiap tulang (ruas) dapat mengambil tempatnya.&lt;br /&gt; [Dan didalam riwayat lain dikatakan: Dan apabila engkau&lt;br /&gt; melakukan i'tidal, maka luruskanlah punggungmu dan&lt;br /&gt; angkatlah kepalamu hingga tulang-tulang&lt;br /&gt; kembali kepada sendi-sendinya].&lt;br /&gt; (Bukhori, Muslim, Darimi, Hakim, Syafi'i dan Ahmad).&lt;br /&gt; [dalam riwayat lain lagi:...maka tegakkanlah tulang belakangmu&lt;br /&gt; hingga kembali tulang-tulang= Ahmad];&lt;br /&gt; [dalam riwayat lain lagi:...kemudian bangkitlah hingga tetap engkau&lt;br /&gt;  berdiri= Ahmad dan Ibnu Hibban].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian Rosulullooh s.a.w. mengingatkan kepada orang itu:&lt;br /&gt; Sesungguhnya tidaklah sempurna sholat seseorang di antara manusia,&lt;br /&gt; apabila ia belum mengerjakan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam hadiest lain Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung tidak akan memperhatikan&lt;br /&gt; sholat seorang hamba yang TIDAK MENEGAKKAN (MELURUSKAN)&lt;br /&gt; PUNGGUNGNYA DI ANTARA RUKU' DAN SUJUDNYA. (Ahmad dan Thobroni ---&gt; sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hadiest-hadiest ini tidak ada yang menerangkan dimana&lt;br /&gt; posisi tangan berada ketika i'tidal.  Sehingga setahu SAYA posisi&lt;br /&gt; tangan ketika i'tidal semuanya adalah pendapat yang&lt;br /&gt; tidak perlu dipertentangkan satu sama lainnya,&lt;br /&gt; sampai ada hadiest yang menerangkan&lt;br /&gt; tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Toh hadiest-hadiest di atas jelas mengatakan bahwa yang penting&lt;br /&gt; sudah berdiri tegak/lurus sampai posisi tulang-tulang&lt;br /&gt; (belakang) kembali ketempatnya, dengan thuma'ninah.&lt;br /&gt; Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh pendapat (posisi tangan) tersebut adalah yang&lt;br /&gt; diterangkan Al-Albani mengenai tulisan Asy-Syaikh At-Tuwajiri,&lt;br /&gt; bahwasanya Imam Ahmad mengatakan: Jika mau, maka ia meluruskan&lt;br /&gt; kedua tangannya setelah berdiri dari ruku',&lt;br /&gt; dan jika mau maka ia meletakkan&lt;br /&gt; keduanya (di atas dada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. mengucapkan takbir,&lt;br /&gt; [kadangkala beliau s.a.w. mengangkat kedua tangannya apabila&lt;br /&gt; hendak sujud (Nasa'i. Daruquthni dan Mukhlish---&gt;sahih)],&lt;br /&gt; lalu turun untuk sujud (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepada orang yang sholatnya belum betul, beliau s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidaklah sempurna sholat salah seorang di antara manusia,&lt;br /&gt; sehingga ia mengucapkan, sami'alloohuliman hamidah,&lt;br /&gt; sampai ia berdiri tegak lurus,&lt;br /&gt; kemudian mengucapkan  Alloohu akbar, lalu sujud,&lt;br /&gt; sehingga tulang sendi-sendinya menjadi tenang. (Abu Dawud&lt;br /&gt; Hakim disahihkan dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dilain riwayat dikatakan apabila beliau s.a.w. hendak sujud,&lt;br /&gt; maka beliau mengucapkan takbir, dan MERENGGANGKAN KEDUA TANGANNYA&lt;br /&gt; dari KEDUA SISI TUBUHNYA, kemudian sujud.&lt;br /&gt; (Abu Ya'la; Ibnu Khuzaimah ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apakah hadiest ini bisa digunakan untuk menunjukkan posisi tangan&lt;br /&gt; ketika i'tidal ???&lt;br /&gt; yakni beliau s.a.w. meRENGGANGkan kedua tangannya dari&lt;br /&gt; KEDUA SISI TUBUHNYA kemudian sujud???&lt;br /&gt; Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUJUD DENGAN BERTELEKAN PADA KEDUA TANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. meletakkan kedua tangannya di atas tanah&lt;br /&gt; sebelum kedua lututnya. (Ibnu Khuzaimah; Daruquthni dan Hakim,&lt;br /&gt; disahihkan dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nabi s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Apabila seorang di antara kamu sujud,&lt;br /&gt; maka janganlah ia berlutut seperti berlututnya unta [yang berlari],&lt;br /&gt; dan hendaklah ia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya.&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Ahmad dengan sanad yang sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sesungguhnya kedua tangan itu bersujud sebagaimana bersujudnya wajah.&lt;br /&gt; Oleh karena itu apabila salah seorang di antara kamu meletakkan wajahnya,&lt;br /&gt; maka hendaklah ia meletakkan kedua tangannya (juga),&lt;br /&gt; dan apabila ia mengangkatnya, maka hendaklah iapun mengangkatnya&lt;br /&gt; keduanya. (Ibnu Khuzaimah, Ahmad dan As-Siraj disahihkan&lt;br /&gt; oleh Hakim dan disepakati oleh Adz-dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Baro' bin 'Azib, ia berkata: telah bersabda Rosulullooh s.a.w.:&lt;br /&gt; Apabila engkau sujud maka letakkanlah dua tapak tanganmu dan&lt;br /&gt; angkatlah kedua sikumu. (Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau bertelekan kepada kedua tangannya sambil melebarkannya&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Hakim --&gt;sahih),&lt;br /&gt; merapatkan jari-jari kedua telapak tangannya. (Ibnu Khuzaimah, Baihaqi&lt;br /&gt; dan Hakim ---&gt;sahih) dan mengarahkannya kehadapan kiblat. (Baihaqi&lt;br /&gt; ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. meletakkan (kedua telapak tangannya)&lt;br /&gt; setentang (sejajar) dengan kedua bahunya.&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Tirmidzi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. meletakkannya setentang dengan kedua telinganya.&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan An-Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Ibnu Abbas, ia berkata: telah bersabda Rosulullooh s.a.w.:&lt;br /&gt; Aku diperintah bersujud atas tujuh tulang, atas dahi;&lt;br /&gt; dan ia isyarat dengan tangannya kepada hidung,&lt;br /&gt; dua telapak tangan, dua lutut dan ujung-ujung kedua tapak kaki.&lt;br /&gt; (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. berkata kepada orang yang sholatnya belum betul:&lt;br /&gt; Apabila kamu sujud, maka tetaplah pada sujudmu itu.&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Ahmad ---&gt;sahih)[tetapkanlah wajah dan&lt;br /&gt; kedua tanganmu, sehingga setiap tulangmu menjadi tenang&lt;br /&gt; pada tempatnya. (Daruquthni dan Thobroni; Abu Na'im)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nabi s.a.w. menetapkan juga kedua lututnya dan&lt;br /&gt; ujung-ujung jari kedua kakinya. (Baihaqi ---&gt;sahih);&lt;br /&gt; menghadapkan ujung-ujung jari-jemarinya kearah kiblat&lt;br /&gt; (Bukhori dan Abu Dawud),&lt;br /&gt; dengan menegakkannya (Baihaqi ---&gt;sahih)&lt;br /&gt; dan merapatkan kedua tumitnya (Thohawi&lt;br /&gt; dan Ibnu Khuzaimah;Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt; Beliau memerintahkan untuk melakukan pekerjaan itu.&lt;br /&gt; (Tirmidzi dan As-Siraj ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepada orang (berambut gondrong) yang sujud lalu tangannya&lt;br /&gt; digunakan untuk menahan rambutnya (sehingga tidak ikut&lt;br /&gt; menempel di lantai), Rosulullooh s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt; Sesungguhnya, perumpamaan orang ini seperti orang yang sholat,&lt;br /&gt; sedangkan kedua tangannya diikat ke belakang. (Muslim,&lt;br /&gt; Abu 'Uwanah dan Ibnu Hiban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nabi s.a.w. mengangkat kedua (siku)nya dari lantai&lt;br /&gt; dan menjauhkannya dari kedua sisi tubuhnya,&lt;br /&gt; sehingga putih kedua ketiaknya terlihat dari belakangnya.&lt;br /&gt; (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Luruslah kamu sekalian di dalam bersujud dan&lt;br /&gt; janganlah salah seorang di antara kamu menghamparkan kedua sikunya&lt;br /&gt; seperti anjing menghamparkannya. (Bukhori, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Janganlah engkau bentangkan kedua sikumu seperti binatang buas,&lt;br /&gt; dan bertelekanlah kepada kedua telapak tanganmu&lt;br /&gt; serta renggangkanlah kedua tanganmu (tangan dari siku kebahu).&lt;br /&gt; Karena sesungguhnya apabila engkau melakukannya, maka seluruh&lt;br /&gt; anggota tubuhmu ikut bersujud bersamamu. (Ibnu Khuzaimah dan Al-Maqdisi&lt;br /&gt; ---&gt;sahih).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-1807023062513646033?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/1807023062513646033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1807023062513646033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/1807023062513646033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-15.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (15)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-8964738730509738642</id><published>2007-04-16T13:43:00.002+07:00</published><updated>2007-04-16T13:53:29.005+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (17)</title><content type='html'>Diriwayatkan bahwa :&lt;br /&gt; ROSULULLOOH S.A.W. menjadikan RUKU'NYA dan BANGKITNYA DARI RUKU',&lt;br /&gt; SUJUDNYA dan DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD hampir sama lamanya.&lt;br /&gt; (Bukhori dan Muslim).&lt;span Class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; LARANGAN MEMBACA AL-QUR'AN DI DALAM SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh Muhammad s.a.w. melarang untuk membaca Al-Qur'an&lt;br /&gt; di dalam ruku' dan sujud.  Beliau memerintahkan untuk bersungguh-&lt;br /&gt; sungguh dan memperbanyak do'a di dalam sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwiyatkan bahwa Rosulullooh Muhammad s.a.w. melarang membaca&lt;br /&gt; Al-Qur'an di dalam ruku' dan sujud. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Hamba yang paling dekat kepada Robbnya adalah hamba yang bersujud.&lt;br /&gt; Oleh karena itu perbanyaklah do'a di dalam sujud.&lt;br /&gt; (Muslim, Abu 'Uwanah dan Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MEMPERPANJANG SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh Muhammad s.a.w. menjadikan lama sejudnya hampir&lt;br /&gt; sama lamanya dengan ruku'nya.  Dikarenakan sesuatu hal beliau s.a.w.&lt;br /&gt; dapat lama sekali dalam ruku sebagaimana yang dikatakan oleh&lt;br /&gt; sebagian sahabat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. telah keluar kepada kami di dalam&lt;br /&gt; salah satu sholat 'Isya'-Zhuhur atau 'Ashr- sambil&lt;br /&gt; membawa Hasan atau Husain.  Kemudian Nabi s.a.w. tampil ke depan&lt;br /&gt; dan meletakkannya di sisi kaki kanannya, lalu bertakbir untuk&lt;br /&gt; sholat dan sholatlah beliau s.a.w.&lt;br /&gt; Beliau memperpanjang sujudnya di antara dua punggung sholatnya.&lt;br /&gt;   (Rawi berkata), kemudian aku mengangkat kepalaku di antara manusia,&lt;br /&gt; tiba-tiba anak kecil berada di atas punggung Rosulullooh s.a.w.,&lt;br /&gt; sedangkan beliau tetap bersujud.  Maka aku kembali bersujud.&lt;br /&gt; Setelah Rosulullooh s.a.w. sholat, maka manusia berkata,&lt;br /&gt; Wahai Rosulullooh, sesungguhnya engkau telah memperpanjang&lt;br /&gt; sujudmu di antara dua punggung sholatmu ini,&lt;br /&gt; sehingga kami menduga bahwa telah terjadi sesuatu perkara atau engkau&lt;br /&gt; menerima wahyu.&lt;br /&gt; Maka beliau s.a.w. bersabda: "Semua itu tidak terjadi,&lt;br /&gt; tetapi anakku telah menjadikan aku sebagai kendaraan,&lt;br /&gt; maka aku tidak mau untuk mempercepatnya sebelum ia selesai&lt;br /&gt; memenuhi hajatnya. (An-Nasa'i dan Ibnu Asakir; Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; KEUTAMAAN SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh Muhammad s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt; Tidak ada satu orangpun di antara umatku yang tidak aku&lt;br /&gt; ketahui pada hari kiamat. Mereka (sahabat) bertanya,&lt;br /&gt; "Bagaimana engkau dapat mengetahuinya wahai Rosulullooh,&lt;br /&gt; sedangkan engkau berada di tengah-tengah banyaknya makhluk?&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. bersabda: Apakah engkau dapat mengetahui&lt;br /&gt; sekiranya engkau memasuki tumpukan makanan yang di dalamnya&lt;br /&gt; terdapat sekumpulan kuda berwarna hitam pekat yang&lt;br /&gt; tidak dapat tertutup oleh warna lain,&lt;br /&gt; dan di dalamnya terdapat pula kuda putih bersih,&lt;br /&gt; dapatkah engkau melihatnya? Mereka berkata: "Tentu"!!!.&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. bersabda : "Sesungguhnya umatku pada hari itu&lt;br /&gt; berWAJAH PUTIH BERSIH karena SUJUD dan karena WUDHU'.&lt;br /&gt; (Ahmad dengan sanad yang sahih; Tirmidzi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Apabila Allah hendak memberikan rahmatNYA kepada&lt;br /&gt; seseorang di antara penghuni neraka, maka Allah memerintahkan&lt;br /&gt; kepada malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang&lt;br /&gt; beribadah kepada Allah.  Maka malaikat mengeluarkan mereka&lt;br /&gt; dan mereka diketahui dengan bekas&lt;br /&gt; -bekas sujud.  Dan Allah telah mengharamkan kepada&lt;br /&gt; neraka untuk memakan bekas sujud.  Mereka akan keluar dari neraka.&lt;br /&gt; Sesungguhnya, setiap bani Adam (dalam neraka) itu akan&lt;br /&gt; dimakan oleh neraka, kecuali bekas sujud. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUJUD BISA LANGSUNG DI TANAH ATAU MENGGUNAKAN ALAS (TIKAR DLL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwayatkan bahwa:&lt;br /&gt; Para sahabat Rosulullooh s.a.w. sholat bersama&lt;br /&gt; beliau pada saat yang sangat panas.  Kemudian,&lt;br /&gt; apabila salah seorang di antara mereka tidak dapat&lt;br /&gt; menetapkan keningnya ke atas tanah, maka ia&lt;br /&gt; menghamparkan bajunya, lalu bersujud di atasnya.&lt;br /&gt; (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan diriwayatkan bahwa beliau s.a.w. berabda :&lt;br /&gt; ...dan aku menjadikan seluruh tanah bagiku dan&lt;br /&gt; ummatku sebagai masjid (tempat sujud) dan suci.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, dimana saja salah seorang di antara&lt;br /&gt; ummatku menemui (waktu) sholat, maka ia mempunyai masjid yang suci.&lt;br /&gt; Dan orang-orang sebelum aku telah mengagungkan hal itu.&lt;br /&gt; Sesungguhnya mereka telah melakukan sholat di dalam&lt;br /&gt; gereja-gereja mereka. (Ahmad, As-Siraj dan Baihaqi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernah Rosulullooh s.a.w. bersujud di atas tanah berair.&lt;br /&gt; Peristiwa ini telah terjadi pada waktu shubuh pada&lt;br /&gt; malam kedua puluh satu dari bulan Romadhon,&lt;br /&gt; ketika turun hujan dari langit dan atap masjid yang&lt;br /&gt; terbuat dari pelepah kurma itu bocor, sehingga Nabi s.a.w.&lt;br /&gt; bersujud di atas tanah berair.  Abu Sa'id Al-Khudri berkata:&lt;br /&gt; Kedua mataku telah melihat Rosulullooh Muhammad s.a.w.,&lt;br /&gt; sedangkan pada kening dan hidungnya terdapat bekas air&lt;br /&gt; dan debu (tanah).  (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwayatkan bahwa:&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. sholat di atas khumroh (tikar kecil yang&lt;br /&gt; menutup wajah dari tanah). (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwayatkan pula :&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. sholat di atas tikar. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwayatkan pula :&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. sholat di atas tikar itu  dan tikar tersebut&lt;br /&gt; telah menghitam karena banyak dipakai. (Bukhori dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-8964738730509738642?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/8964738730509738642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8964738730509738642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8964738730509738642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-17.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (17)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-6044593326029130003</id><published>2007-04-16T13:43:00.001+07:00</published><updated>2007-04-16T13:51:45.428+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (16)</title><content type='html'>DOA-DOA DAN DZIKIR DALAM SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. SUBHAANA ROBBIYAL-A'LAA 3x.&lt;br /&gt; = Maha Sci Robbku Yang Maha Tinggi/Luhur 3x.&lt;br /&gt; (Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Daroquthni, Thohawi,&lt;br /&gt; Bazzar dan Thobroni ---&gt;sahih).  Kadangkala beliau s.a.w.&lt;br /&gt; mengulangnya lebih dari pada itu. (lihat bab ruku').&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. SUBHAANA ROBBIYAL-A'LAA WABIHAMDIH 3x.&lt;br /&gt; = Maha Sci Robbku Yang Maha Tinggi/Luhur dan aku memujiNYA. 3x&lt;br /&gt; (Abu Dawud, Daruquthni, Ahmad, Thobroni dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Subbuuhung-qudduusur-Robbul-malaa-ikati warruuh.&lt;br /&gt; =Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh&lt;br /&gt; (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Sub-haanakalloohumma wabihamdika alloohummagh-firlii.&lt;br /&gt; =Maha Suci Engkau ya Allah, dan Aku memujiMU, Ya Allah ampunilah aku.&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. banyak membaca dzikir dan do'a ini di dalam ruku'&lt;br /&gt; dan sujudnya.  Di sini, beliau menta'wilkan Al-Qur'an. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt; Yang dimaksudkan dengan menta'wilkan Al-Qur'an dalam hadist ini adalah :&lt;br /&gt; Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.&lt;br /&gt; Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. 110:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. Alloohumma-laka sajad-tu, wa bika aamang-tu, walaka aslamtu,&lt;br /&gt; wa-ang-ta robbii, sajada waj-hii lilladzii kholaqohu&lt;br /&gt; wa-show-warohu fa-ahsana shuwarohu, wasyaqqo sam'ahu&lt;br /&gt; wabashoruhu fatabarokalloohu ahsanul-khooliqiin.&lt;br /&gt; =Ya Allah, kepadaMU-lah aku bersujud,&lt;br /&gt; kepadaMU aku beriman dan kepadaMU-lah aku menyerahkan diriku.&lt;br /&gt; Dan Engkaulah Robbku.  Wajahku bersujud kepada Dzat&lt;br /&gt; yang telah menciptakan dan membentuknya, maka baikkanlah bentuknya;&lt;br /&gt; dan Yang telah menjadikan diriku mendengar dan melihat.&lt;br /&gt; Maka Maha Suci Allah sebaik-baiknya pencipta.&lt;br /&gt; (Muslim, Abu 'Uwanah, Thohawi dan Daroquthni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6. Alloohummagh-firlii dzambii kullahu wadiq-hu wajalluhu,&lt;br /&gt; wa aw-waluhu wa-aakhiruhu, wa'alaa-niyatih.&lt;br /&gt; =Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang sekecil-kecilnya&lt;br /&gt; dan yang sebesar-besarnya, yang pertama dan yang terakhir,&lt;br /&gt; yang terang-terangan dan yang tersembunyi. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 7. Sajadalaka sawaadii wakhiyaalii, wa-aamana-bika fa-aadii,&lt;br /&gt; abuu-u bini'matika 'alayya hadzii-yadayya wamaa janaita 'alaa nafsihii.&lt;br /&gt; =Hitam wujudku dan khayalanku bersujud kepadaMU,&lt;br /&gt; hatiku beriman kepadaMU, dengan ni'mat yang Engkau berikan kepadaku&lt;br /&gt; aku kembali.  Inilah tanganku menengadah kepadaMU,&lt;br /&gt; memohon ampunan atas dosa yang aku lakukan.&lt;br /&gt; (Ibnu Nashr, Bazzar dan Hakim ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8. Sub-haanakal-loohumma Dzil-jabaruuti wal-malakuuti,&lt;br /&gt; wal-kibri-yaa-i wal'azhomah. (Abu Dawud dan Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt; =Maha Suci Engkau ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan,&lt;br /&gt; kerajaan, kebesaran dan keagungan.&lt;br /&gt; Dzikir ini diucapkan oleh Rosulullooh s.a.w. pada waktu sholat lail (malam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 9. Sub-haanakal-loohumma wabihamdika, laa ilaaha illaa ang-ta.&lt;br /&gt; =Maha Suci Engkau ya Allah, dan aku memujiMU.&lt;br /&gt; Tidak ada Robb selain Engkau. (Muslim, Abu 'Uwanah, Nasa'i dan Nashr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 10. Alloohummagh-firlii maa as-rortu, wamaa a'lang-tu.&lt;br /&gt; =Ya Allah, ampunilah aku dari apa-apa yang aku sembunyikan&lt;br /&gt; dan yang aku nyatakan. (Ibnu Abi Syaibah dan Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 11. Alloohummaj'al fiiqolbii nuurow-wafii lisaanii nuurow-&lt;br /&gt; waj'al fiisam'ii nuurow- waj'al fiibashorii nuurow-&lt;br /&gt; waj'al ming-tahtii nuurow- waj'al ming-fawqii nuurow-&lt;br /&gt; wa'ay-yamiinii nuurow- wa'ay-yasaarii nuurow-&lt;br /&gt; waj'al amaamii nuurow-waj'al khol-fii nuurow-&lt;br /&gt; waj'al fiinafsii nuurow- wa-a'zhimlii nuuroo.&lt;br /&gt;  =Ya Allah, berilah cahaya ke dalam hatiku,&lt;br /&gt; dan cahaya kedalam lisanku, berilah cahaya kedalam pendengaranku,&lt;br /&gt; berilah cahaya kedalam penglihatanku, berilah cahaya dari bawahku,&lt;br /&gt; berilah cahaya dari atasku, cahaya dari samping kananku,&lt;br /&gt; cahaya dari samping kiriku, dan , berilah cahaya dari depanku,&lt;br /&gt; berilah cahaya dari belakangku, dan berilah cahaya kedalam jiwaku dan&lt;br /&gt; perbanyaklah cahaya bagiku. (Muslim dan Abu 'Uwanah dan Ibnu Abi Syaibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 12. Alloohumma innii a'uu-dzu biri-dhooka ming-sukh-tika&lt;br /&gt; wa-a'uu-dzu bimu'aafaatika min'uquubatika&lt;br /&gt; wa-a'uu-dzu bika ming-ka laa-uhshii-tsanaa-an'alaika&lt;br /&gt; ang-ta kamaa ats-naita 'alaa nafsik.&lt;br /&gt; =Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridhoMU&lt;br /&gt; dari kemurkaanMU, dan aku berlindung dengan perlindunganMU&lt;br /&gt; dari siksaMU, dan aku berlindung denganMU dariMU.&lt;br /&gt; Aku tidak menghitung-hitung pujian kepadaMU,&lt;br /&gt; Engkau sebagaimana yang Engkau pujikan kepadaMU.&lt;br /&gt; (Muslim dan Abu 'Uwanah dan Ibnu Abi Syaibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwayatkan bahwa :&lt;br /&gt; ROSULULLOOH S.A.W. menjadikan RUKU'NYA dan&lt;br /&gt; BANGKITNYA DARI RUKU', SUJUDNYA&lt;br /&gt; dan DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD hampir sama lamanya.&lt;br /&gt; (Bukhori dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-6044593326029130003?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/6044593326029130003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6044593326029130003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6044593326029130003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-16.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (16)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4121972119427060937</id><published>2007-04-16T13:43:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:45:48.620+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (14)</title><content type='html'>LARANGAN MEMBACA AL-QUR'AN DI DALAM RUKU'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwiyatkan bahwa Rosulullooh Muhammad s.a.w. melarang&lt;br /&gt; membaca Al-Qur'an di dalam ruku' dan sujud. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Ketahuilah bahwa aku telah dilarang untuk membaca Al-Qur'an&lt;br /&gt; pada waktu ruku'dan sujud.  Adapun di dalam ruku',&lt;br /&gt; maka AGUNGKANLAH Robb yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.&lt;br /&gt; Dan adapun di dalam sujud, maka bersungguh-sungguhlah&lt;br /&gt; di dalam BERDO'A. Karena, patut bagi kamu untuk dijabah&lt;br /&gt; (dikabulkan).  (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; I'TIDAL DARI RUKU'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. mengangkat punggungnya dari ruku' sambil&lt;br /&gt; mengucapkan: SAMI'ALLOOHU LIMAN HAMIDAH&lt;br /&gt; (mudah-mudahan Allah mendengarkan/memperhatikan orang yang&lt;br /&gt; memujiNYA). (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Ibnu Umar, bahwasanya Nabi s.a.w. mengangkat kedua&lt;br /&gt; tangannya berbetulan dengan dua bahunya apabila memulai&lt;br /&gt; sholat dan apabila bertakbir buat keruku' dan apabila&lt;br /&gt; mengangkat kepalanya dari ruku'. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal ini juga beliau s.a.w. memerintahkan kepada orang yang&lt;br /&gt; sholatnya belum betul, dengan sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidaklah sempurna sholat seseorang, sehingga ia ......bertakbir&lt;br /&gt; ...kemudian ruku', lalu mengucapkan:&lt;br /&gt; : SAMI'ALLOOHU LIMAN HAMIDAH (mudah-mudahan Allah&lt;br /&gt; mendengarkan/memperhatikan orang yang memujiNYA).&lt;br /&gt; Sehingga ia berdiri tegak lurus.  (Abu Dawud dan Hakim dan&lt;br /&gt; ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sambil berdiri beliau s.a.w. mengucapkan:&lt;br /&gt; ROBBANAA WALAKAL-HAMD&lt;br /&gt; Wahai Robb kami dan kepadaMu-lah segala puji. (Bukhori dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara umum bacaan-bacaan ini Rosulullooh s.a.w. perintahkan&lt;br /&gt; kepada setiap orang yang sholat baik sebagai ma'mum maupun&lt;br /&gt; sebagai imam untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebab beliau s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt; Sholatlah, sebagaimana kamu sekalian melihat aku sholat.&lt;br /&gt; (Bukhori dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan beliau s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan:&lt;br /&gt; SAMI'ALLLOOHU LIMAN HAMIDAH, maka ucapkanlah:&lt;br /&gt; ROBBANAA WALAKALHAMD, niscaya Allah memperhatikan kamu.&lt;br /&gt; Karena Allah Yang bertambah-tambah berkahNYA dan bertambah-&lt;br /&gt; tambah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan&lt;br /&gt; nabiNYA s.a.w., Mudah-mudahan Allah mendengarkan&lt;br /&gt; (memperhatikan) orang yang memujiNYA. (Muslim, Abu 'Uwanah,&lt;br /&gt; Ahmad dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari hadiest-hadiest di atas ini mudah-mudahan jelas bagi&lt;br /&gt; kita bersama bahwa baik imam maupun ma'mum keduanya membaca&lt;br /&gt; sami'alloohuliman hamidah dan robbanaa walakalhamd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di dalam hadiest lain dikatakan bahwa Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Maka barangsiapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapannya&lt;br /&gt; para malaikat, maka ia diampuni dari segala dosanya yang&lt;br /&gt; telah lalu. (Bukhori dan Muslim serta disahihkan oleh Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. mengangkat kedua tangannya pada waktu&lt;br /&gt; i'tidal (Bukhori dan Muslim) dengan cara-cara yang telah&lt;br /&gt; diterangkan dalam takbir pembukaan.  Dalam keadaan berdiri&lt;br /&gt; (i'tidal) beliau s.a.w. membaca bermacam dzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DZIKIR KETIKA I'TIDAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Robbanaa walakalhamd&lt;br /&gt; = Wahai Robb kami, dan kepunyaanMU-lah segala puji.&lt;br /&gt; (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.  Dan kadangkala beliau s.a.w. membaca:&lt;br /&gt; Robbanaa lakalhamd&lt;br /&gt; = Wahai Robb kami, kepunyaanMU-lah segala puji. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Apabila imam mengucapkan :&lt;br /&gt; mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNYA,&lt;br /&gt; maka  ucapkanlah :&lt;br /&gt; Alloohumma Robbanaa lakalhamd&lt;br /&gt; = Ya Allah Ya Robb kami, kepunyaanMU-lah segala puji.&lt;br /&gt; Karena, barang siapa yang ucapannya sesuai dengan ucapan&lt;br /&gt; para malaikat, maka ia diampuni dari segala dosanya yang&lt;br /&gt; telah lalu. (Bukhori dan Muslim dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Kadangkala lafazh di atas (1,2 dan 3)&lt;br /&gt; beliau s.a.w. tambahkan dengan:&lt;br /&gt; (1 atau 2 atau 3) + mil-assamaawaati wamil-al-ardhi&lt;br /&gt; wamil-amaa syi'ta ming-syai-immba'd&lt;br /&gt; = sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang&lt;br /&gt; Engkau kehendaki sesudah itu. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; atau dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5.(1 atau 2 atau 3) + mil-assamaawaati wamil-al-ardhi&lt;br /&gt; WAMAA BAINA-HUMAA wamil-amaa syi'ta ming-syai-immba'd&lt;br /&gt; = sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan apa yang ada di antara&lt;br /&gt; keduanya, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.&lt;br /&gt; (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6.  Kadangkala beliau s.a.w. menambahkan lafazh di atas dengan :&lt;br /&gt; Ahlats-tsanaa-i wal-maj-di, laa maani'a limaa a'thoita&lt;br /&gt; walaa mu'thiya limaa mana'ta walaa yang-fa'u-dzal-jaddi&lt;br /&gt; ming-kal-jad.&lt;br /&gt; = Yang memiliki pujian dan pujaan. Tidak ada yang melarang&lt;br /&gt; terhadap apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi terhadap&lt;br /&gt; apa yang Engkau larang.  Dan tidaklah bagian orang yang memiliki bagian&lt;br /&gt; di dunia akan dapat menyelamatkannya. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 7.  Dan kadangkala tambahannya adalah:&lt;br /&gt; mil-assamaawaati wamil-al-ardhi wamil-amaa syi'ta ming-syai-immba'd.&lt;br /&gt; Ahlats-tsanaa-i wal-maj-di, ahaqqu maa qoolal'abdu&lt;br /&gt; wakullunaa laka'abdu. Alloohumma laa maani'a limaa&lt;br /&gt; a'thoita walaa mu'thiya limaa mana'ta walaa yang-fa'u-dzal-jaddi&lt;br /&gt; ming-kal-jad.&lt;br /&gt; =sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau&lt;br /&gt; kehendaki sesudah itu. Yang memiliki pujian dan pujaan.&lt;br /&gt; Lebih benar dari apa yang diucapkan oleh hamba.&lt;br /&gt; Dan masing-masing dari kami adalah hambaMU.&lt;br /&gt; Ya Allah, tidak ada yang melarang terhadap apa&lt;br /&gt; yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi terhadap&lt;br /&gt; apa yang Engkau larang.Dan tidaklah bagian orang yang&lt;br /&gt; memiliki bagian di dunia akan dapat menyelamatkannya&lt;br /&gt; (Muslim, Abu 'Uwanah dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8.  Dan di dalam sholat lail (malam), kadangkala beliau s.a.w.&lt;br /&gt; mengucapkan :&lt;br /&gt; lirobbil-hamdu, lirobbil-hamd.&lt;br /&gt; = Bagi Robbku-lah segala puji, bagi Robbku-lah segala puji.&lt;br /&gt; Dzikir ini beliau s.a.w. ulang-ulang, sehingga lama berdirinya&lt;br /&gt; hampir menyamai berdirinya yang pertama, di mana beliau s.a.w.&lt;br /&gt; membaca surat Al-Baqoroh. (Abu Dawud dan Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 9. Robbanaa lakalhamdu hamdang-ka-tsiirong-&lt;br /&gt; thoy-yibam- mubaarokang- fiihi mubaarokan 'alaihi,&lt;br /&gt; kamaa yuhibbu robbunaa wayardh.&lt;br /&gt; = Wahai Robb kami, kepunyaanMU-lah segala puji.&lt;br /&gt; Pujian yang banyak dan baik lagi berbarokah di dalamnya,&lt;br /&gt; yang berbarokah, sebagaimana disukai dan diridhoi oleh Robb kami.&lt;br /&gt; Dzikir ini diucapkan oleh seorang laki-laki yang sholat&lt;br /&gt; di belakang Rosulullooh s.a.w. ketika beliau selesai membaca&lt;br /&gt; SAMI'ALLOOHULIMAN HAMIDAH.  Maka sesudah Rosulullooh s.a.w.&lt;br /&gt; selesai mendirikan sholat, beliau s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Siapa yang mengucapkan (dzikir) tadi?&lt;br /&gt; Laki-laki itu menjawab : Aku wahai Rosulullooh.&lt;br /&gt; Maka Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Aku benar-benar telah melihat lebih dari tiga-puluh (30)&lt;br /&gt; malaikat bergegas-gegas mendapatkan dzikir itu,&lt;br /&gt; siapa di antara mereka yang akan mencatatnya lebih dahulu.&lt;br /&gt; (Malik, Al-Bukhori dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4121972119427060937?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4121972119427060937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4121972119427060937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4121972119427060937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-14.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (14)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-6664236560755503087</id><published>2007-04-16T13:42:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:43:38.623+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (13)</title><content type='html'>RUKU'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Rosulullooh selesai membaca qiro'at, maka beliau s.a.w.&lt;br /&gt;berhenti sejenak.  Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya&lt;br /&gt;(dengan cara-cara seperti diterangkan dalam takbir pembukaan),&lt;br /&gt;bertakbir, kemudian ruku'.  (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;Diterangkan bahwa pengangkatan tangan disini adalah mutawatir&lt;br /&gt;dari Rosulullooh s.a.w..  Demikian pula pengangkatan tangan ketika&lt;br /&gt;i'tidal dari ruku'.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang yang shifat sholatnya belum betul,&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sholat seseorang di antara kamu itu tidak sempurna,&lt;br /&gt;sebelum orang itu menyempurnakan wudhu'nya sebagaimana yang telah&lt;br /&gt;diperintahkan oleh Allah, lalu membesarkan Allah (takbir),&lt;br /&gt;memujiNYA dan memuliakanNYA serta membaca ayat yang mudah baginya&lt;br /&gt;dari ayat-ayat Al-Qur'an yang telah diajarkan dan diijinkan oleh&lt;br /&gt;Allah kepadanya, kemudian bertakbir dan ruku',&lt;br /&gt;serta meletakkan kedua tangannya pada kedua lututnya-sehingga&lt;br /&gt;tulang-tulang sendinya menjadi tenang dan merasa lapang&lt;br /&gt;(didalam lafazh lain&lt;br /&gt;-sehingga engkau tetap di dalam ruku'). (Abu Dawud dan Nasa'i&lt;br /&gt;disahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh Muhammad s.a.w. meletakkan kedua telapak tangannya&lt;br /&gt;di atas kedua lututnya (Bukhori dan Abu Dawud) dan memerintahkan&lt;br /&gt;mereka (para sahabat) untuk melakukannya (Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;dengan menguatkan (seakan-akan mengeratkan) memegang kedua lututnya&lt;br /&gt;(Bukhori dan Abu Dawud), dengan merenggangkan jari-jarinya&lt;br /&gt;(Al-Hakim, disahihkan dan disepakati oleh Adz-Dzahabi&lt;br /&gt;dan Ath-Thoyalisi ---&gt;sahih Abu Dawud 809).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. juga bersabda:&lt;br /&gt;Apabila kamu ruku', maka letakkanlah kedua telapak tanganmu&lt;br /&gt;di atas kedua lututmu. Kemudian, renggangkanlah jari-jemarimu.&lt;br /&gt;Lalu diamlah, sehingga setiapanggota badan mengambil bagiannya. (Ibnu&lt;br /&gt;Khuzaimah dan Ibnu Hibban ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. menjauhkan dan membengkokkan kedua sikunya dari&lt;br /&gt;kedua samping badannya. (At-Tirmudzi, disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila beliau s.a.w. ruku', maka beliau melapangkan punggungnya dan&lt;br /&gt;meratakannya (Al-Baihaqi dan Bukhori). Sehingga (digambarkan),&lt;br /&gt;apabila punggungnya itu disiram air, maka air itu akan tetap&lt;br /&gt;di atasnya. (Ath-Thobroni, Abdullah bin Ahmad dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. tidak menundukkan kepalanya dan tidak pula&lt;br /&gt;mengangkatnya (sehingga kepalanya lebih tinggi dari punggungnya).&lt;br /&gt;Tapi pertengahan antara menundukkan dan mengangkatnya.&lt;br /&gt;(Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. melakukan thuma'ninah (berhenti dengan&lt;br /&gt;kedudukan tetap yang sempurna) di dalam ruku'nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. berabda :&lt;br /&gt;Sempurnakanlah ruku' dan sujud.  Maka demi Dzat yang jiwaku&lt;br /&gt;berada dalam kekuasaanNYa, sesungguhnya aku benar-benar melihat&lt;br /&gt;kamu sekalian di belakangku ketika kamu ruku' dan ketika kamu sujud.&lt;br /&gt;(Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu mu'jizat Rosulullooh yang khusus dalam sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwiyatkan bahwa: beliau s.a.w. melihat seorang laki-laki&lt;br /&gt;yang tidak menyempurnakan ruku'nya dan mencotok di dalam sujudnya&lt;br /&gt;ketika ia sholat.  Kemudian beliau bersabda, "Sekiranya orang ini&lt;br /&gt;mati dalam keadaan seperti ini, niscaya ia mati bukan pada millah&lt;br /&gt;(agama) Muhammad.-Karena dia mencotok dalam sholatnya sebagaimana&lt;br /&gt;burung gagak mencotok darah..  Perumpamaan orang yang tidak&lt;br /&gt;menyempurnakan ruku'nya dan mencotok dalam sujudnya seperti&lt;br /&gt;orang lapar yang makan satu buah kurma dan dua buah kurma yang&lt;br /&gt;tidak memberikan manfaat apa-apa kepadanya. (abu Ya'la; Al-Ajiri;&lt;br /&gt;Al-Baihaqi dan Ath-Thobroni; Adh-Dhiya; dan Ibnu 'Asakir dengan&lt;br /&gt;sanad yang hasan dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Huroiroh ra. berkata:&lt;br /&gt;Kekasihku, Rosulullooh s.a.w. telah melarangku  untuk mencotok&lt;br /&gt;dalam sholatku seperti mencotoknya ayam jantan, untuk berpaling&lt;br /&gt;seperti berpalingnya srigala dan untuk duduk seperti duduknya kera.&lt;br /&gt;(Ath-Thoyalisi, Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah ---&gt;hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seburuk-buruk orang yang mencuri adalah orang yang  mencuri&lt;br /&gt;dalam sholatnya.  Mereka berkata, Wahai Rosulullooh, bagaimana&lt;br /&gt;ia mencuri dari sholatnya? Rosulullooh s.a.w. bersabda, (yaitu)&lt;br /&gt;tidak menyempurnakan ruku'nya dan sujudnya. (Abu Syaibah, Thobroni&lt;br /&gt;dan Hakim disahihkan dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DO'A-DO'A   RUKU'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam rukun ini beliau s.a.w. mengucapkan bermacam-macam&lt;br /&gt;dzikir dan do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sub-haana robbiyal'azhiim. (3x).&lt;br /&gt;(Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Daroqutni, Thohawi, Al-Bazzar&lt;br /&gt;dan Ath-Thobroni dari tujuh sahabat).&lt;br /&gt;= Maha Suci Robbku Yang Maha Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala beliau s.a.w. mengulangnya lebih banyak dari pada (3x) itu.&lt;br /&gt;Dan sesekali beliau s.a.w. banyak sekali mengulang-ulangnya&lt;br /&gt;pada waktu melakukan sholat lail (malam), sehingga lama&lt;br /&gt;ruku'nya hampir mendekati lama berdirinya, dimana beliau membaca&lt;br /&gt;tiga surat yang panjang, yaitu Al-Baqoroh, An-Nisa' dan Ali Imran yang&lt;br /&gt;diselang-selangi dengan do'a dan istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Subhaana robbiyal'azhiimi wabihamdih. (3x).&lt;br /&gt;(Abu Dawud, Daroqutni, Ahmad Thobroni dan Baihaqi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;= Maha Suci Robbku Yang Maha Agung, dan aku memujiNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Subbuuhung-qudduusur-Robbul-malaa-ikati warruuh.&lt;br /&gt;=Maha Suci dan Pemberi Berkat, Tuhan Malaikat dan Ruh&lt;br /&gt;(Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sub-haanakalloohumma wabihamdika alloohummagh-firlii.&lt;br /&gt;=Maha Suci Engkau ya Allah, dan Aku memujiMU,&lt;br /&gt; Ya Allah ampunilah aku.&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. banyak membaca dzikir dan do'a ini di dalam ruku'&lt;br /&gt;dan sujudnya.  Di sini, beliau menta'wilkan Al-Qur'an. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan menta'wilkan Al-Qur'an dalam hadist ini adalah :&lt;br /&gt;Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. 110:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Alloohumma-laka roka'tu, wa aamang-tu, walaka aslamtu,&lt;br /&gt;ang-ta robbii, khosya'a laka syam'ii wabashorii wamukh-khii&lt;br /&gt;wa'azhomii, wafii-riwayatiw-wa'azhomii wa'ashobii wamas-taqollat-&lt;br /&gt;bihi qodamii lillaahi robbil'aalamiin. (Muslim, Abu 'Uwanah, Thohawi&lt;br /&gt;dan Daroquthni).&lt;br /&gt;=Ya Allah, kepadaMU kuserahkan ruku'ku, kepadaMU aku beriman&lt;br /&gt;dan kepadaMU aku menyerahkan diriku.  Engkaulah Robbku.&lt;br /&gt;KepadaMU-lah pendengaran, penglihatan, otak, tulang dan syarafku tunduk.&lt;br /&gt;Dan apa yang dibawa oleh kakiku kuserahkan kepada Robb semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Alloohumma-laka roka'tu, wa aamang-tu, walaka aslamtu,&lt;br /&gt;wa'alaika tawakkaltu, ang-ta robbii, khosya'a laka syam'ii&lt;br /&gt;wabashorii wadamii walahmii wa'azhomii wa'ashobii, lillaahi&lt;br /&gt;robbil'aalamiin. (An-Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;=Ya Allah, kepadaMU kuserahkan ruku'ku, kepadaMU aku beriman&lt;br /&gt;dan kepadaMU aku menyerahkan diriku, serta kepadaMU aku bertawakkal.&lt;br /&gt;Engkaulah Robbku.  Pendengaranku, penglihatanku, darahku, dagingku,&lt;br /&gt;tulangku dan syarafku tunduk kepada Robb semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sub-haana Dzil-jabaruuti wal-malakuuti, wal-kibri-yaa-i&lt;br /&gt;wal'azhomah. (Abu Dawud dan Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;=Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan,&lt;br /&gt;kebenaran dan keagungan.&lt;br /&gt;Dzikir ini diucapkan oleh Rosulullooh s.a.w. pada waktu sholat lail (malam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa :&lt;br /&gt;ROSULULLOOH S.A.W. menjadikan RUKU'NYA dan BANGKITNYA DARI RUKU',&lt;br /&gt;SUJUDNYA dan DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD hampir sama lamanya.&lt;br /&gt;(Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-6664236560755503087?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/6664236560755503087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6664236560755503087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/6664236560755503087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-13.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (13)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-5451530246460005191</id><published>2007-04-16T13:39:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:41:43.593+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (12)</title><content type='html'>MENTARTILKAN QIRO'AT DAN MEMBAIKKAN SUARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh Muhammad s.a.w. membaca Al-Qur'an dengan tartil,&lt;br /&gt; bukan dengan cepat-cepat dan bukan pula dengan tergesa-gesa,&lt;br /&gt; bahkan dengan dengan bacaan yang menafsirkan satu huruf satu huruf.&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Ahmad ---&gt;sahih).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. membaca surat dengan tartil hingga menjadi&lt;br /&gt; lebih panjang dari surat yang terpanjang darinya. (Muslim dan Malik).&lt;br /&gt; Dikatakan kepada orang yang membaca Al-Qur'an, bacalah, keraskanlah dan&lt;br /&gt; baguskanlah (hiasilah) sebagaimana engkau berhias di dalam dunia.&lt;br /&gt; Karena sesungguhnya kedudukan engkau itu ada pada akhir ayat yang&lt;br /&gt; engkau baca. (Abu Dawud dan Turmudzi serta disahihkan olehnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. memanjangkan bacaan pada huruf-huruf mad.&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. memanjangkan Bismillaah, memanjangkan Ar-Rohmaan,&lt;br /&gt; memanjangkan Ar-Rohiim. (Bukhori dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. juga memerintahkan untuk membaguskan suara ketika&lt;br /&gt; membaca Al-Qur'an. Beliau s.a.w. bersabda: "Hiasilah Al-Qur'an dengan&lt;br /&gt; suara-suara kamu.  Karena sesungguhnya suara yang bagus itu menambah&lt;br /&gt; kebaikan Al-Qur'an. (Bukhori; Abu Dawud, Darimi, Hakim dan&lt;br /&gt; Tamam Ar-Rozi ---sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sesungguhnya orang yang paling baik suaranya ketika membaca Al-Qur'an&lt;br /&gt; adalah orang yang apabila kamu mendengarnya membaca,&lt;br /&gt; kamu mengira ia takut kepada Allah. (Ibnu Mubarok; Ad-Darimi,&lt;br /&gt; Ibnu Nashr, Thobroni dan Abu Na'im; Adh-Dhiya' ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh Muhammad s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PELAJARILAH KITAB ALLAH, PELIHARALAH IA DAN SIMPANLAH IA,&lt;br /&gt; serta BERLAGUlah dengannya.  Demi Dzat yang jiwaku berada pada&lt;br /&gt; kekuasaanNYA, sesungguhnya ia (Al-QUR'AN itu) lebih mudah lepas&lt;br /&gt; daripada unta (Makhadh) di dalam ikatannya. (Ad-Darimi dan Ahmad&lt;br /&gt; ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan beliau s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt; Tidaklah termasuk ummat kami, orang yang tidak melagukan Al-Qur'an.&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Al-Hakim dan disahihkan olehnya serta disepakati&lt;br /&gt; oleh Adz-dzahabi).&lt;br /&gt; Tidak pernah Allah mengizinkan kepada sesuatu sebagaimana Allah&lt;br /&gt; mengijinkan (dalam lafzh lain dikatakan: seperti ijinNYA) kepada Nabi,&lt;br /&gt; bagusnya (dalam lafazh lain: merdunya) suara untuk berlagu dengan&lt;br /&gt; Al-Qur'an dan mengeraskannya.  (Bukhori, Muslim, Ath-Thohawi&lt;br /&gt; dan Ibnu Mandah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. bersabda kepada Abu Musa Al-Asy'ari r.a.:&lt;br /&gt; Sekiranya engkau melihatku ketika aku mendengarkan bacaanmu tadi malam,&lt;br /&gt; maka sesungguhnya engkau telah diberi satu mizwar (suara yang bagus&lt;br /&gt; -&gt; pendapat ulama) di antara mazamir keluarga Dawud (Nabi a.s.).&lt;br /&gt; Maka berkatalah Abu Musa seandainya aku mengetahui&lt;br /&gt; tempatmu, maka niscaya aku akan mengelokkan suaraku untukmu.&lt;br /&gt; (Abdur-Rozzaq; Bukhori, Muslim Ibnu Nashr dan Al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MEMBETULKAN IMAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh Muhammad s.a.w. telah mensyari'atkan untuk&lt;br /&gt; membetulkan imam apabila ia keliru membaca.  Diriwiyatkan bahwa:&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. melaksanakan suatu sholat, lalu membaca dan&lt;br /&gt; beliau keliru. Tatkala beliau selesai sholat, beliau s.a.w.&lt;br /&gt; bersabda kepada Ubay, "Apakah enkau telah sholat bersama kami?"&lt;br /&gt; Ubay berkata: benar.  Beliau s.a.w. bersabda, "Apa yang telah melarangmu&lt;br /&gt; untuk membetulkan aku?" (Abu Dawud, Ibnu Hibban, Thobroni&lt;br /&gt; dan Ibnu 'Asakir; Adh-Dhiya' ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari  Sahal bin Sa'ad ra. berkata: Rosulullooh s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt; "Bila nampak sesuatu (yang salah) kepada seseorang dalam sholatnya, maka&lt;br /&gt; hendaklah  ia memberi peringatan, yaitu dengan membaca tasbih&lt;br /&gt; (Subhanallooh) bagi laki-laki dan dengan bertepuk tangan&lt;br /&gt; bagi perempuan". (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Usman bin Abi'l-'Ash ra. berkata kepada Rosulullooh Muhammad s.a.w.:&lt;br /&gt; Wahai Rosulullooh s.a.w., sesungguhnya setan telah berada di antara&lt;br /&gt; aku dan sholatku, serta bacaanku dikelirukan olehnya.&lt;br /&gt; Kemudian Rosulullooh s.a.w. bersabda, "Itulah setan yang disebut Khinzab,&lt;br /&gt; apabila engkau merasakannya, maka memohonlah perlindungan&lt;br /&gt; kepada Allah daripadanya dan meludahlah (At-Taflu = meniup dengan&lt;br /&gt; sedikit ludah) kesebelah kirimu tiga kali".  Ustman berkata,&lt;br /&gt; "Kemudian aku melakukannya, maka Allah menjauhkannya dari sisiku. (Muslim&lt;br /&gt; dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * hadist ini mengajak untuk senantiasa memohon perlindungan kepada&lt;br /&gt; Allah dari godaan setan yang terkutuk.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-5451530246460005191?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/5451530246460005191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/5451530246460005191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/5451530246460005191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-12.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (12)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-708886718468881677</id><published>2007-04-16T13:34:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:36:35.651+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (11)</title><content type='html'>(Lafal arabic ditulis berdasarkan CARA MEMBACA/BUNYI BACAAN&lt;br /&gt;  mengikuti aturan /Tajwid dalam METODA IQRO-Indonesia:&lt;br /&gt;  MOHON DIKOREKSI KESALAHAN-KESALAHANNYA)&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  tanda ini menunjukkan bahwa [...] dibaca dalam riwayat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rosulullooh s.a.w. membaca jahriyyah (bersuara) di dalam sholat  SHUBUH,&lt;br /&gt;  dan di dalam dua rak'at pertama dari sholat MAGHRIB dan 'ISYA.  Dan&lt;br /&gt;  beliau s.a.w. membaca dengan sirriyah (tidak bersuara) di dalam sholat&lt;br /&gt;  ZHUHUR dan ASHOR dan di dalam rak'at KETIGA&lt;br /&gt;  dari sholat Maghrib dan DUA RAK'AT terakhir dari sholat 'isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dan beliau mengeraskan suara Qiara'atnya pula pada shalat Jum'ah dan dua&lt;br /&gt;  shalat 'Ied  dan shalat istisqa (Bukhari dan Abu Dawud), dan shalat&lt;br /&gt;  Kusuf (shalat gerhana) (Buhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rosulullooh s.a.w. menjadikan dua rak'at terakhir (rak'at ketiga dan ke&lt;br /&gt;  empat) lebih pendek dari dua rak'at pertama sekitar setengahnya, yaitu&lt;br /&gt;  lima belas ayat. (Ahmad dan Muslim).  Dan barangkali, di dalamnya,&lt;br /&gt;  beliau s.a.w.mempersingkat (hanya dengan) bacaan Al-Fatihah.&lt;br /&gt;  (Bukhori dan Muslim). Dan beliau s.a.w. pernah hanya membaca Al-Fatihah&lt;br /&gt;  saja dalam dua rak'at terakhir (ashar). (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dengan dasar kedua hadiest ini maka tambahan membaca ayat-ayat setelah&lt;br /&gt;  Al-Fatihah di dalam dua rak'at terakhir adalah sunnat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dari hadiest-hadiest tentang panjang-pendeknya dan macam-macamnya surat&lt;br /&gt;  yang dibaca oleh Rosulullooh s.a.w. di dalam sholat wajib (Shubuh,&lt;br /&gt;  dzuhur, ashar, maghrib dan 'isya), saya tidak bisa menyimpulkan yang mana&lt;br /&gt;  yang panjang dan yang mana yang pendek.&lt;br /&gt;  Karena pada semuanya ada yang panjang ada yang pendek.  Kadang panjang&lt;br /&gt;  pendeknya berdasarkan situasi dan kondisi tertentu dan kadangkala tidak&lt;br /&gt;  berdasarkan sesuatu keadaan yang tertentu.&lt;br /&gt;  Jadi kalau sholat berjama'ah dan menjadi imam maka perhatikanlah keadaan&lt;br /&gt;  ma'mumnya, sesuaikan panjang bacaan dengan kemampuan ma'mumnya,&lt;br /&gt;  sedangkan kalau sholat sendirian silahkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  MENYUARAKAN DAN TIDAK MENYUARAKAN BACAAN DI DALAM SHALAT LAIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Adapun di dalam shalat Lail, maka kadangkala beliau menyuarakan (Muslim&lt;br /&gt;  dan Bukhari).  Dan diriwayatkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Apabila belaiu membaca Qira'at di rumah, maka orang yang berada di dalam&lt;br /&gt;  kamar dapat mendengar qira'atnya itu (Abu Dawud dan Turmudzi---&gt; hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dan diriwayatkan pula:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bahkan barangkali beliau mengangkat mengangkat suaranya lebih dari pada&lt;br /&gt;  itu, sehingga orang yang berada di luar kamar dapat mendengarnya (Nasai&lt;br /&gt;  dan Turmudzi dan Baihaqi---&gt; hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Hal ini telah diperintahkan kepada Abu Bakar dan Umar ra., yaitu ketika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada suatu malam beliau s.a.w. keluar, tiba-tiba beliau mendapatkan&lt;br /&gt;  Abu-Bakar  tengah shalat dengan merendahkan suaranya. Dan beliau&lt;br /&gt;  melewati Umar bin Khattab ra. tengah melakukan shalat dengan mengangkat&lt;br /&gt;  suaranya.  Kemudian tatkala mereka berdua berkumpul&lt;br /&gt;  pada Nabi saw., bersabdalah beliau, "Wahai Abu Bakar, aku telah melewati&lt;br /&gt;  engkau ketika engkau shalat (mengapa) engkau merendahkan suaramu ?".&lt;br /&gt;  (Abu-Bakar) berkata, "Aku telah memperdengarkan kepada Yang aku&lt;br /&gt;  bisikkan, wahai Rasulullah".  Kemudian beliau&lt;br /&gt;  bersabda kepada Umar, "Aku telah melewati engkau ketika engkau sedang&lt;br /&gt;  shalat , (mengapa) engkau mengeraskan suaramu ?".  (Umar) berkata,&lt;br /&gt;  "Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang mengantuk dan mengusir&lt;br /&gt;  setan".  Kemudian Nabi saw. bersabda, "Wahai Abu-Bakar&lt;br /&gt;  angkat suaramu sedikit".  Kemudian bersabda kepada Umar,&lt;br /&gt;  "Rendahkan sedikit suaramu".  (Abu Daud dan Hakim, dishahihkan dan&lt;br /&gt;  disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dan diriwayatkan bahwa beliau s.a.w.bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Orang yang terang-terangan di dalam membaca Al-Qur'an seperti orang yang&lt;br /&gt;  terang-terangan di dalam bersedekah, sedangkan orang yang bersembunyi di&lt;br /&gt;  dalam membaca Al-Qur'an seperti orang yang bersembunyi dengan sedekah&lt;br /&gt;  (Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan dan d isepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Di dalam sholat lail (sholat malam), kadangkala Rosulullooh s.a.w.&lt;br /&gt;  mempersingkat qiro'at, kadangkala memanjangkan (membaca surat yang&lt;br /&gt;  panjang) dan kadangkala membaca yang sangat panjang.  Yang saya maksud&lt;br /&gt;  dengan sangat panjang ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada suatu malam beliau s.a.w. membaca As-Sab'ath-thiwal (Al-Baqoroh,&lt;br /&gt;  Ali Imron, An-Nisa, Al-Maidah, Al-A'rof dan At-Taubah) sedangkan beliau&lt;br /&gt;  s.a.w. berada dalam keadaan sakit. (Abu Ya'la dan Hakim disahihkan&lt;br /&gt;  Adz-Dzahabi).  Kadangkala dalam tiap rak'at sholat&lt;br /&gt;  lail beliau s.a.w. membaca satu surat antara tujuh surat yang terpanjang&lt;br /&gt;  (Abu Dawud dan Nasa'i ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;  Belum pernah diketahui beliau s.a.w. menghatamkan Al-Qur'an di dalam&lt;br /&gt;  satu malam. (Muslim dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. bersabda kepada Abdillah bin Amr r.a.&lt;br /&gt;  Bacalah (sampai tamat) Al-Qur'an di dalam setiap bulan.  Ibnu Amr&lt;br /&gt;  berkata, Aku mengatakan bahwa aku mempunyai kekuatan (kemampuan).&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. bersabda: Bacalah ia di dalam dua puluh malam.  Ibnu Amr&lt;br /&gt;  berkata, Aku mengatakan bahwa aku mempunyai kekuatan&lt;br /&gt;  Beliau bersabda, Bacalah ia (Al-Qur'an) di dalam tujuh malam dan jangan&lt;br /&gt;  lebih dari pada itu. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Setelah itu beliau s.a.w. memberi keringanan kepadanya untuk membacanya&lt;br /&gt;  dalam lima malam (Hasa'i dan Turmudzi ---&gt;sahih).  Kemudian beliau&lt;br /&gt;  s.a.w. memberi keringanan kepadanya untuk membacanya di dalam 3 (tiga)&lt;br /&gt;  malam. (Bukhori dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Beliau s.a.w. melarang untuk membaca Al-Qur'an (menamatkannya) kurang&lt;br /&gt;  dari tiga malam dengan sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Barangsiapa yang membaca (seluruh) Al-Qur'an kurang dari tiga malam,&lt;br /&gt;  maka ia belum memahaminya. (Ahmad ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;  Didalam lafazh lain dikatakan :&lt;br /&gt;  Tidaklah akan memahami (Al-Qur'an) orang yang membaca Al-Qur'an lebih&lt;br /&gt;  sedikit daripada tiga malam. (Darimi dan Turmidzi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dalam sebuah hadiest diriwayatkan bahwa seorang laki-laki telah berkata&lt;br /&gt;  kepada Rosulullooh s.a.w.: Wahai Rosulullooh s.a.w., sesungguhnya aku&lt;br /&gt;  mempunyai tetangga yang bangun sholat malam dan tidak membaca selain&lt;br /&gt;  daripada Al-Ikhlas S.112 (4).  Ia mengulang-&lt;br /&gt;  ulanginya tidak lebih daripada itu seakan-akan ia mengurangi&lt;br /&gt;  (makna)nya.  Maka Nabi s.a.w. bersabda: Demi Dzat Yang jiwaku ada pada&lt;br /&gt;  tanganNYA, sesungguhnya ia (S.112) sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.&lt;br /&gt;  (Ahmad dan Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  MENTARTILKAN QIRO'AT DAN MEMBAIKKAN SUARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-708886718468881677?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/708886718468881677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/708886718468881677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/708886718468881677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-11.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (11)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-2086889956528576501</id><published>2007-04-16T13:32:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T14:05:29.013+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (10)</title><content type='html'>Dan dalam hadiest lain dikatakan:&lt;br /&gt; Mereka pernah membaca qiro'at di belakang Nabi s.a.w., lalu mereka&lt;br /&gt; mengeraskan qiro'at itu, maka Nabi s.a.w. bersabda : Kamu telah&lt;br /&gt; mencampurkan Al-Qur'an kepada qiro'atku. (Bukhori, Ahmad dan As-Siroj&lt;br /&gt; dengan sanadya yang hasan).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh Muhammad s.a.w. bersabda:  Sesungguhnya orang yang sedang&lt;br /&gt; sholat itu sedang berbisik-bisik dengan Robbnya. Oleh karena itu,&lt;br /&gt; hendaklah ia memperhatikan apa yang dibisikkannya itu kepadaNya, dan&lt;br /&gt; janganlah sebagian kamu mengeraskan bacaan Al-Qur'an&lt;br /&gt; atas sebagian lainnya. (Malik dan Bukhori).&lt;br /&gt; Imam Syafi'i, Muhammad (seorang murid Abu Hanifah), Imam Al-Zuhri,&lt;br /&gt; Malik, Ibnu Al-Mubarok dan Ahmad bin Hanbal, telah berpendapat bahwa&lt;br /&gt; qiro'at dalam sholat yang sirriyyah disyari'atkan (tentunya dengan&lt;br /&gt; batasan hadiest di atas yaitu tidak saling mengganggu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. berabda :&lt;br /&gt; Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia telah&lt;br /&gt; mendapatkan satu kebaikan dengannya.  Dan kebaikan itu di balas&lt;br /&gt; dengansepuluh yang semisalnya.  Aku tifdak mengatakan bahwa Alif Lam Mim&lt;br /&gt; itu satu huruf, tetapi aku mengatakan bahwa Alif itu&lt;br /&gt; satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf. (Turmidzi dan Ibnu Majah&lt;br /&gt; ---&gt; sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; UCAPAN AMIN DAN IMAM MENGERASKANNYA&lt;br /&gt; Nabi s.a.w. apabila selesai membaca Al-Fatihah, maka beliau mengucapkan&lt;br /&gt; AMIN.  Beliau s.a.w. mengeraskannya dan memanjangkannya dengan suaranya.&lt;br /&gt;(Bukhori dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan beliau s.a.w., memerintahkan kepada orang-orang yang ma'mum untuk&lt;br /&gt; mengucapkan AMIN.  beliau s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt; Apabila Imam mengucapkan Ghoiril-maghdhuubi'alaihim waladh-dhooolliiin&lt;br /&gt; (bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang&lt;br /&gt; sesat),  MAKA UCAPKANLAH AMIN.  Karena sesungguhnya para malaikat&lt;br /&gt; mengucapkan AMIN dan imam mengucapkan AMIN.&lt;br /&gt; [dan dalam lafzh lain dikatakan "Apabila imam mengucapkan AMIN maka&lt;br /&gt; ucapkanlah AMIN"].  Dan barangsiapa yang aminnya itu sesuai dengan amin para&lt;br /&gt; malaikat [dalam lafazh lain dikatakan "Apabila salah seorang di antara&lt;br /&gt; kamu mengucapkan AMIN dalam sholat dan para&lt;br /&gt; malaikat di langit mengucapkan AMIN, lalu ucapan yang satu sesuai dengan&lt;br /&gt; ucapan yang lainnya"], maka diampuni dosa-dosanya yang lalu. (Syaikhoni&lt;br /&gt;dan Nasa'i). Dan beliau s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt; Ucapkanlah AMIN, niscaya Allah mencintai kamu. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BACAAN SETELAH AL-FATIHAH&lt;br /&gt; Setelah selesai membaca Al-Fatihah, Rosulullooh membaca surat lainnya.&lt;br /&gt; Kadangkala beliau memanjangkan bacaan surat itu, dan kadangkala beliau&lt;br /&gt; s.a.w. memendekkan, karena berbagai alasan seperti perjalanan, batuk,&lt;br /&gt; sakit atau mendengar tangis bayi. Anas bin Malik r.a. mengatakan bahwa :&lt;br /&gt; Suatu hari, di dalam sholat fajar, Nabi s.a.w. telah meringankan&lt;br /&gt; (memendekkan) qiro'at [dalam hadiest lain dikatakan, "Beliau s.a.w.&lt;br /&gt; melaksanakan sholat subuh, lalu membaca dua surat yang paling pendek di&lt;br /&gt; dalam Al-Qur'an").  kemudian selesai sholat beliau&lt;br /&gt; s.a.w. ditanya,"Wahai Rosulullooh, mengapa anda meringankan&lt;br /&gt; (memendekkan) (sholat)?].  Beliau s.a.w. bersabda, Aku mendengan tangis&lt;br /&gt; seorang bayi, dan aku mengira bahwa ibunya ikut sholat bersama kita,&lt;br /&gt; maka aku ingin memberikan kesempatan kepada ibunya&lt;br /&gt; untuknya. (Ahmad ---&gt;sahih).  Hadiest lain tsb (di dalam [...] ) ,&lt;br /&gt; diriwayatkan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. bersabda: sungguh aku akan memasuki sholat dan aku&lt;br /&gt; ingin memanjangkannya, namun aku mendengar tangis bayi, maka aku&lt;br /&gt; meringankan sholatku, karena aku mengetahui betapa cintanya (gelisahnya)&lt;br /&gt; ibunya terhadap tangis (anak)nya itu. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari keterangan ini jelas bahwa ANAK-ANAK BAYI boleh di masukkan ke&lt;br /&gt; masjid-masjid.  Sedangkan ucapan yang seperti ini "Jauhkanlah&lt;br /&gt; masjid-masjid dari bayi-bayi kamu......" yang dikatakan sebagai hadiest&lt;br /&gt; adalah dho'if tidak bisa dijadikan hujjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan beliau s.a.w. yang paling sering adalah membaca muali awal&lt;br /&gt; surat dan menyempurnakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kadangkala, beliau s.a.w. membagi surat itu kedalam dua rak'at (Ahmad&lt;br /&gt; dan Abu Ya'la) dan kadangkala mengulangi kembali seluruhnya di dalam&lt;br /&gt; rak'at kedua, dan kadangkala beliau menyatukan antara dua surat atau&lt;br /&gt; lebih di dalam satu rak'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pernah seorang laki-laki di antara kaum anshor mengimami mereka di&lt;br /&gt; masjid quba'.  setiap kali ia membuka surat yang dibacanya untuk mereka&lt;br /&gt; di dalam sholat, di antara surat-surat yang dibacanya (setelah&lt;br /&gt; al-fatihah), maka ia membukanya dengan Qul huwalloohu ahad&lt;br /&gt; hingga selesai, kemudian membaca surat surat lain bersamanya.&lt;br /&gt; Demikianlah ia melakukan hal iatu dalam setiap rak'at.  Kemudian, para&lt;br /&gt; sahabatnya berkata kepadanya "Sesungguhnya engkau membuka dengan surat&lt;br /&gt; ini, lalu engkau menganggap bahwa ia tidak mencukupimu,&lt;br /&gt; sehingga engkau membaca surat yang lain.  Maka, (pilihlah) apakah engkau&lt;br /&gt; membacanya atau engkau meninggalkannya dan membaca yang lain".&lt;br /&gt; Laki-laki itu berkata, "Aku tidak akan meninggalkan.  Jika kamu sekalian&lt;br /&gt; menyukai aku untuk mengimami kamu dengan itu,&lt;br /&gt; maka aku lakukan, tapi jika kamu benci, niscaya aku meninggalkan kamu".&lt;br /&gt; Mereka telah menganggapnya sebagai orang paling utama di antara mereka,&lt;br /&gt; dan mereka tidak tidak menyukai apabila orang lain selain dia mengimami&lt;br /&gt; mereka. Kemudian tatkala Nabi s.a.w. datang kepada mereka, mereka&lt;br /&gt; mengabarkan kabar itu kepada beliau s.a.w..  Beliau s.a.w. bersabda, "Hai&lt;br /&gt; fulan, apa yang melarangmu untuk tidak melaksanakan apa yang diperintahkan&lt;br /&gt; oleh sahabat-sahabatmu? Dan apa yang membawamu untuk membiasakan&lt;br /&gt; membaca surat ini di dalam setiap rak'at?  Laki-laki itu berkata,&lt;br /&gt; Sesungguhnya aku menyukainya.  Beliau s.a.w. bersabda, Kesukaanmu&lt;br /&gt; kepadanya (Al-Ikhlas), akan memasukkan engkau kedalam surga. (Bukhori&lt;br /&gt; secara mu'allaq, Turmudzi secara maushul, dan disahihkan oleh Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; angka S...(..) adalah jumlah ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. menghubungkan An-Nazho'ir (berdekatan dalam arti spt.&lt;br /&gt; ajaran dan kisah-kisah) dan Al-Mufash-shol (mulai dari Qof - An-Naas),&lt;br /&gt; maka beliau s.a.w. membaca Ar-Rohma n S.55(78) dan S.53 (62) dalam satu&lt;br /&gt; rak'at, S.54 (55) an S.69(52) dalam satu&lt;br /&gt; rak'at, S.52 (49) dan S.51 (60) dalam satu rak'at, S.56 (96) dan S.68 (52)&lt;br /&gt; dalam satu rak'at, S.70 (44) dan S.79 (46) dalam satu rak'at, S.83 (36)&lt;br /&gt; dan S.80 (42) dalam satu rak'at, S.74 (56) dan S.73 (20) dalam satu&lt;br /&gt; rak'at, S.76 (31) dan S.75 (40) dalam satu&lt;br /&gt; rak'at, S.78 (40) dan S.77 (50) dalam satu rak'at, S.44 (59) dan S.81&lt;br /&gt; (29) dalam satu rak'at. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada prinsipnya Rosulullooh s.a.w. ada membaca surat yang panjang dan&lt;br /&gt; ada kalanya juga membaca surat yang pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh beliau s.a.w. membaca surat yang pendek misalnya,&lt;br /&gt; Dan sesekali beliau s.a.w. (di dalam sholat fajar/shubuh) membaca surat&lt;br /&gt; pendek seperti S.99 (8) di dalam dua rak'at seluruhnya.  Sehingga rawi&lt;br /&gt; (yang meriwayatkan) berkata: Aku tidak tahu apakah Rosulullooh s.a.w.&lt;br /&gt; lupa ataumembacanya dengan sengaja.&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Baihaqi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt; Dikatakan oleh Al-Albani bahwa yang&lt;br /&gt; jelas Rosulullooh s.a.w. sengaja melakukan hal itu untuk pensyari'atan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan sesekali di dalam perjalanan beliau membaca S.114 (5) dan S.114&lt;br /&gt; (6). (Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah; Ibnu Basyron; Ibnu Abi Syaibah;&lt;br /&gt; disahihkan oleh Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi). Atau hadiest :&lt;br /&gt; Dan beliau s.a.w. bersabda kepada 'Uqbah bin Amir r.a., Baca di dalam&lt;br /&gt; sholatmu dua surat yang memakai A'udzu (S.113 dan S.114). (Abu Dawud dan&lt;br /&gt; Ahmad ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara umum beliau s.a.w. bersabda bahwa :&lt;br /&gt; Seutama-utama sholat adalah lamanya berdiri. (Muslim dan Ath-Thohawi).&lt;br /&gt; Dan beliau s.a.w. memperpanjang di dalam rak'at pertama dan memperpendek&lt;br /&gt; di dalam rak'at kedua. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kadangkala dalam sholat malam beliau s.a.w. menyatukan surat-surat dari&lt;br /&gt; As-Sab'uth-thiwal (tujuh surat yang panjang), seperti S.2, S.4 dan S.3&lt;br /&gt; dalam satu rak'at.&lt;br /&gt; Dan bilamana beliau s.a.w. membaca Alaisa dzaalika biqoodirin 'alaa&lt;br /&gt; ay-yuh-yiyal-mautaa (bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa&lt;br /&gt; pula menghidupkan orang mati? maka beliau s.a.w. membaca:&lt;br /&gt; Sub-haanaka fabalaa (Maha Suci Engkau , ya memang benar).  Dan bila&lt;br /&gt; beliau membaca Sabbihisma robbikal-a'laa (Sucikanlah nama Robbmu yang&lt;br /&gt; paling tinggi) maka beliau s.a.w. mengucapkan Subhaana robbiyal-a'laa&lt;br /&gt; (Maha suci Robbku yang Maha Tinggi). (Abu Dawud dan Baihaqi ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walloohu a'lamu bish-showaab.*Komite Tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-2086889956528576501?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/2086889956528576501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/lafal-arabic-ditulis-berdasarkan-cara_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2086889956528576501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2086889956528576501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/lafal-arabic-ditulis-berdasarkan-cara_15.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (10)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-572179181805830373</id><published>2007-04-16T13:30:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T14:04:12.916+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (9)</title><content type='html'>(Lafal arabic ditulis berdasarkan CARA MEMBACA/BUNYI BACAAN&lt;br /&gt; mengikuti aturan /Tajwid dalam METODA IQRO-Indonesia:&lt;br /&gt; MOHON DIKOREKSI KESALAHAN-KESALAHANNYA)&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; tanda ini menunjukkan bahwa [...] dibaca dalam riwayat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walaupun dalam tayangan yang lalu (Shifat sholat 8) banyak hadiest-&lt;br /&gt; hadiest yang menggambarkan keharusan membaca Al-Fatihah di dalam sholat,&lt;br /&gt; ternyata dalam hal ini ada pengecualiannya bagi yang belum sanggup&lt;br /&gt; atau tidak bisa menghafalnya.  Kepada orang yang&lt;br /&gt; belum/tidak bisa menghafalkan diperintahkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Qul (katakanlah): Sub-haanalloohi (Maha Suci Allah),&lt;br /&gt; wal-hamdu lillaahi (dan Segala Puji bagi Allah),&lt;br /&gt; Wa Laa ilaaha illalloohu (dan Tidak ada ilah selain Allah),&lt;br /&gt; Walloohu akbar (dan Allah Maha Besar),&lt;br /&gt; wa Laa haw-la walaa quw-wata illaa billaah (dan tidak&lt;br /&gt; ada daya dan tidak ada kekuatan selain Allah).&lt;br /&gt; (Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah; Hakim, Thobroni dan Ibnu Hibban,&lt;br /&gt; disahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan beliau s.a.w. bersabda kepada orang yang sholatnya belum baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekiranya ada pada kamu bacaan (Al-Qur'an yang terhafal),&lt;br /&gt; maka bacalah ia, dan kalaupun tidak, maka pujilah ALLAH,&lt;br /&gt; besarkanlah DIA dan bertahlillah. (Abu Dawud dan Turmidzi yang&lt;br /&gt; dihasankan olehnya.  Kata Al-Albani sanadnya sahih.&lt;br /&gt; (Lihat sahih Abu Dawud 807).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MENGHAPUS QIRO'AT MA'MUM DALAM&lt;br /&gt; SHOLAT JAHRIYYAH (SHOLAT DENGAN BERSUARA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernah Rosulullooh s.a.w. membolehkan kepada orang-orang&lt;br /&gt; yang ma'mum untuk membaca qiro'at di belakang Imam di dalam sholat&lt;br /&gt; jahriyyah, hingga suatu ketika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam sholat fajar (subuh) beliau s.a.w. membaca qiro'a, lalu terasa&lt;br /&gt; berat (sulit) baginya untuk membacanya.  Sesudah selesai sholat,&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt; Jangan, jangan kalian membaca qiro'at di belakang imam kamu?.&lt;br /&gt; Kami berkata, benar, dengan cepat-cepat, wahai Rosulullooh.  Beliau&lt;br /&gt; s.a.w. bersabda, Jangan kalian kerjakan, kecuali - apabila salah seorang&lt;br /&gt; di antara kamu membaca Fatihatal-kitab.&lt;br /&gt; Karena sesungguhnya tidak sah sholat orang yang tidak membacanya. (Abu Dawud&lt;br /&gt; dan Ahmad, serta di hasankan oleh Turmudzi dan Daroquthni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian beliau s.a.w. melarang ma'mum untuk membaca qiro'at seluruhnya&lt;br /&gt; di dalam sholat Jahriyyah.  Hal ini ketika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rosulullooh s.a.w. selesai dari suatu sholat yang di dalamnya beliau&lt;br /&gt; mengeraskan qiro'at [di dalam lain riwayat di katakan dalam sholat&lt;br /&gt; subuh].  Kemudian (sesudah selesai sholat) beliau s.a.w. bersabda: Apakah&lt;br /&gt; ada di antara kamu yang membaca qiro'at bersama tadi?!&lt;br /&gt; Seorang laki-laki berkata, Benar aku wahai Rosulullooh.  Beliau&lt;br /&gt; bersabda, "SESUNGGUHNYA AKU MENYATAKAN BAHWA  AKU TIDAK&lt;br /&gt; MENYELANG-NYELANGI (maalii unaa-zi'u*)) di dalam qiro'at.  Abu Huroiroh&lt;br /&gt; r.a. berkata, MAKA BERHENTILAH MANUSIA dari membaca&lt;br /&gt; qiro'at bersama Rosulullooh s.a.w. di dalam sholat yang Rosulullooh&lt;br /&gt; s.a.w. mengeraskan bacaannya, yakni setelah mereka mendengar ucapan itu&lt;br /&gt; dari Rosulullooh s.a.w. dan mereka membaca qiro'at di dalam hatinya&lt;br /&gt; tanpa suara, yakni di dalam sholat yang imam&lt;br /&gt; tidak mengeraskan suaranya di dalam sholat itu. (Malik dan Al-Hamidi;&lt;br /&gt; Bukhori; Abu Dawud dan Al-Mahamili, dihasankan oleh Turmudzi dan&lt;br /&gt; disahihkan oleh Abu Hatim, Ar-Rozi, Ibnu Hibban dan Ibnul-Qoyyim).&lt;br /&gt; Hadiest ini mempunyai penjelasan dari hadiest Umar, dan pada akhirnya&lt;br /&gt; adalah :&lt;br /&gt; Mengapa aku menyelang-nyelangi Al-Qur'an?!  Adapun cukup bagi salah&lt;br /&gt; seorang di antara kamu qiro'ah imamnya, karena imam itu dijadikan hanya&lt;br /&gt; untuk diikuti, apabila ia membaca maka dengarkanlah. (Al-Baihaqi lihat&lt;br /&gt; Al-Jami'u-'l-Kabir 3/334/2)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan Rosulullooh s.a.w. menjadikan diam untuk mendengarkan bacaan imam&lt;br /&gt; sebagai bagian dari sempurnanya ma'mum kepada imam.  Beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti, oleh karena itu,&lt;br /&gt; apabila ia bertakbir, maka bertakbirlah, dan apabila ia membaca qiro'at,&lt;br /&gt; maka dengarkanlah. (Ibnu Abi Sya-ibah; Abu Dawud, Muslim, Abu 'Uwanah&lt;br /&gt; dan Ar-Rubani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dihadiest yang lain, ditegaskan oleh beliau s.a.w. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Barangsiapa yang mempunyai imam, maka bacaan imam adalah bacaan baginya.&lt;br /&gt; (Abi Sya-ibah; Daruquthni, Ibnu Majah, Ath-Thohawi dan Ahmad,  Hadiest&lt;br /&gt; ini banyak jalannya.  Dikuatkan oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah.&lt;br /&gt; Sebagian jalannya disahihkan oleh Al-Bushiri.&lt;br /&gt; Al-Albani memerincinya di dalamnya Al-Ashl dan Irwa'ul-gholil no. 493).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun di dalam sholat sirriyyah (sholat dengan tidak bersuara terang),&lt;br /&gt; maka sesungguhnya beliau s.a.w. telah menetapkan untuk membaca qiro'at&lt;br /&gt; di dalamnya.  Hanya beliau s.a.w. melarang untuk mengganggunya dengan&lt;br /&gt; qiro'at itu.  Jadi maksudnya, walaupun di&lt;br /&gt; syari'atkan ma'mum membaca di dalam sholat sirriyyah, bukanlah berarti&lt;br /&gt; bahwa ma'mum boleh mengeraskan suara bacaannya sehingga mengganggu imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau s.a.w. sholat dzuhur bersama para sahabatnya.  Beliau s.a.w.&lt;br /&gt; bersabda, siapa di antara kamu yang membaca "Sabbihisma Robbikal-a'la?"&lt;br /&gt; Seorang lelaki berkata: Aku - dan aku hanya menginginkan kebaikan dengan&lt;br /&gt; bacaan itu.  Maka beliau s.a.w. bersabda,&lt;br /&gt; Aku telah mengetahui bahwa seorang laki-laki telah membimbangkan&lt;br /&gt; pikiranku dengan bacaan itu.  (Muslim, Abu 'Uwanah dan As-Siraj).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walloohu a'lamu bish-showaab.*Komite Tarbiyah&lt;span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-572179181805830373?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/572179181805830373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/lafal-arabic-ditulis-berdasarkan-cara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/572179181805830373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/572179181805830373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/lafal-arabic-ditulis-berdasarkan-cara.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (9)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4264642461444008267</id><published>2007-04-16T13:28:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:30:26.114+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (8)</title><content type='html'>(Lafal arabic ditulis berdasarkan CARA MEMBACA/BUNYI BACAAN mengikuti&lt;br /&gt;aturan /Tajwid dalam METODA IQRO-Indonesia:&lt;br /&gt;(MOHON DIKOREKSI KESALAHAN-KESALAHANNYA)&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanda ini menunjukkan bahwa [...] dibaca dalam riwayat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBACA BASMALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau s.a.w. membaca basmalah: Bismillaahir-rohmaanir-rohiim&lt;br /&gt;(= dengan asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)&lt;br /&gt;dengan tidak bersuara. (Bukhori, Muslim, Abu 'Uwanah, Ath-Thohawi dan Ahmad).&lt;br /&gt;Anas r.a. berkata:  saya sholat dibelakang Nabi s.a.w., Abu Bakar,&lt;br /&gt;Umar, Utsman dan mereka semuanya memulai bacaannya (bersuara) dengan&lt;br /&gt;Alhamdu lillaahi robbil 'aalamiin. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata : "Biasa Rosulullooh s.a.w. memulai sholat&lt;br /&gt;dengan takbir dan bacaannya (bersuara) dengan Alhamdu lillaahi robbil&lt;br /&gt;'aalamiin. (Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahir-rohmaanir-rohiim, ini juga dibaca untuk memulai&lt;br /&gt;setiap aktifitas, contohnya sebelum makan,  Nabi s.a.w. berkata kepada&lt;br /&gt;Umar bin Abi Salamah : "Bacalah BISMILLAH, dan makanlah dengan tangan&lt;br /&gt;kananmu, dan makanlah dari yang dekat-dekat kepadamu. (Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga bilamana akan melakukan hubungan suami istri (jima'/bersetubuh);&lt;br /&gt;diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rosulullooh s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt;Jika salah satu kamu akan jima' (bersetubuh) dengan istrinya bacalah :&lt;br /&gt;BISMILLAAHI ALLOOHUMMA JANNIB-NASY-SYAITHOONA WAJAN-NIBISY-SYAITHOONA&lt;br /&gt;MAA ROZAQ-TANAA (Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari syaithon,&lt;br /&gt;dan jauhkan setan dari rezeki yang (Engkau) berikan kepada kami.&lt;br /&gt; Maka jika ditakdirkan mendapat anak dari&lt;br /&gt;jima' tersebut, ia tidak mudah diganggu oleh syaithon selamanya.&lt;br /&gt;(Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaah= dengan nama Allah.&lt;br /&gt;Susunan kalimat yang seperti ini dalam bahasa Arab berarti ada susunan&lt;br /&gt;kata-kata yang mendahuluinya yaitu : Aku mulai perbuatan ini dengan&lt;br /&gt;nama Allah, atau : permulaan dalam perbuatanku ini dengan nama Allah,&lt;br /&gt;mudah-mudahan memperoleh berkat dan rahmat pertolongan Allah sehingga dapat&lt;br /&gt;selesai dengan sempurna dan baik.  Juga untuk menyadari kembali sebagai&lt;br /&gt;makhluk Allah, bahwa segala sesuatu tergantung kepada rahmat dan karunia&lt;br /&gt;Allah SWT.  Hidup, mati dan semua daya upayanya&lt;br /&gt;semata-mata terserah kepada rahmat karunia Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;ALLAH, nama Dzat ALLAH TA'ALA,&lt;br /&gt;karena itu disebut Ismul A'dzam =(nama yang terbesar).&lt;br /&gt;Sebab nama Allah menghimpun semua sifat,&lt;br /&gt;contohnya surat Al-Hasyr 22, 23,24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(22) Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia,&lt;br /&gt;Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata,&lt;br /&gt;Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(23) Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia,&lt;br /&gt;Raja, Yang Maha Suci,&lt;br /&gt;Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan,Yang Maha Memelihara,&lt;br /&gt;Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan,&lt;br /&gt;Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(24) Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk&lt;br /&gt;Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih Kepada-Nya&lt;br /&gt;apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi&lt;br /&gt;Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Allah, khusus bagi Allah, tidak dinamakan pada lainNya,&lt;br /&gt;karena ia kata baku yang bukan pecahan dari kata lain, demikian&lt;br /&gt;keterangan Al-Qurthubi dan beberapa ulama yaitu: Syafii, Ghazali&lt;br /&gt;dan Imamul Haramain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rohmaan dan Ar-Rohiim, adalah dua kata pecahan dari Rohmat&lt;br /&gt;untuk menyebut kelebihan, dan kata Rohman lebih luas dari Rohim.&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auaf r.a. berkata, ia mendengar Rosulullooh s.a.w. bersabda,&lt;br /&gt;Allah berfirman : Aku bernama Ar-Rohmaan,&lt;br /&gt;Aku yang menjadikan Rohim (kekerabatan/kasih-sayang).  Aku pecahkan ia dari&lt;br /&gt;namaKu, maka siapa yang menghubungi rahim Aku hubungi,&lt;br /&gt;dan siapa yang memutuskan rahim Aku putuskan. (At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsiir mengatakan bahwa bangsa arab tidak menggunakan kata&lt;br /&gt;Ar-Rohman karena mereka belum mengenal Allah.  Dan bentuk Rohman&lt;br /&gt;tidak dapat disamakan dengan Rohim.  Maka bentuk Rohman yakni yang&lt;br /&gt;penuh rahmatNya kepada semua makhluk di dunia hingga&lt;br /&gt;di akhirat, kepada yang mu'min maupun yang kafir.  Adapun Rohim khusus buat&lt;br /&gt;orang-orang mu'min.  Sebagaimana Allah SWT menggambarkan salah satu sifat&lt;br /&gt;Rasulullooh s.a.w. dalam firmanNYA: Sesungguhnya telah datang kepadamu&lt;br /&gt;seorang rasul dari kaummu sendiri,&lt;br /&gt;berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan&lt;br /&gt;keselamatan) bagimu, (bil-mu'minunna ro'uufurRohiim) amat belas kasihan&lt;br /&gt;lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. (QS. 9:128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBACA AYAT DEMI AYAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rosulullooh s.a.w. membaca al-fatihah dan&lt;br /&gt;memotongnya ayat- demi ayat.  Demikianlah seterusnya hingga akhir surat.&lt;br /&gt;Dan begitulah bacaan Nabi itu seluruhnya, yakni berhenti pada tiap-tiap&lt;br /&gt;akhir ayat dan tidak menyambungkannya dengan ayat berikutnya.&lt;br /&gt;(Abu Dawud dan As-Sahni, disahihkan oleh Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)&lt;br /&gt;Catatan pada ayat :&lt;br /&gt;MAAliki yaumid-diin (yang menguasai hari pembalasan);&lt;br /&gt;kadangkala beliau s.a.w. membacanya MAliki yaumid-diin (Raja hari pembalasan).&lt;br /&gt;(Tamam Ar-Rozi, Abu Dawud, Abu Na'im dan Al-Hakim serta disahihkan oleh&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi).  Kedua qiro'at ini mutawatir yaitu&lt;br /&gt;maaliki &amp; maliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kedudukan surat Al-Fatihah ini Rosulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;tidak sah sholat orang yang tidak membaca [di dalam sholatnya] Al-fatihah...&lt;br /&gt;..... (Bukhori, Muslim, Abu 'Uwanah dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan diberi pahala sholat orang yang tidak membaca&lt;br /&gt;Al-fatihah didalamnya. (Daroqutni disahihkan olehnya;&lt;br /&gt;dan Ibnu Hiban disahihkan olehnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang melakukan suatu sholat yang di dalamnya ia tidak&lt;br /&gt;membaca Al-Fatihah, maka sholat itu kurang, sholat itu kurang, sholat itu&lt;br /&gt;kurang, tidak sempurna. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum pernah Allah Yang Maha perkasa lagi Maha Mulia menurunkan&lt;br /&gt;di dalam Al-Tauroh dan tidak pula di dalam al-Injil semacam Ummul-Qur'an,&lt;br /&gt;yaitu As-Sab'ul-ma-tsaanii*, dan al-quranul'azhiim yang diberikan kepadaku.&lt;br /&gt;(Nasa'i dan Hakim serta disahihkan oleh Adz-Dzahabi) .&lt;br /&gt;Hadiest yang mirip dengan hadiest ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad;&lt;br /&gt;dan juga oleh Tirmidzi (tafsir Ibnu Katsiir tentang Al-Fatihah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) yang dimaksud ini adalah QS.15: 87 :&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca&lt;br /&gt;berulang-ulang dan al-Qur'an yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. bersabda : Allah yang bertambah-tambah berkahNya&lt;br /&gt;dan ketinggianNya berfirman, Sholat (Al-Fatihah) itu dibagi antara Aku&lt;br /&gt;dan hambaKu separuh-separuh: separuh untukKu dan separuh lainnya bagi hambaKu,&lt;br /&gt;dan hambaKu mendapatkan apa yang ia mohonkan.&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. bersabda "Iqro-uu"=bacalah!.&lt;br /&gt;Hamba (Allah) berkata, "SEGALA PUJI BAGI ALLAH ROBB SEKALIAN ALAM"&lt;br /&gt;Allah berfirman "HAMBAKU TELAH MEMUJIKU".&lt;br /&gt;Hamba berkata: YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG,&lt;br /&gt;Allah berfirman, HAMBAKU TELAH MEMUJAKU.&lt;br /&gt;Hamba berkata, YANG MENGUASAI HARI PEMBALASAN (RAJA DI HARI PEMBALASAN),&lt;br /&gt;Allah berfirman, HAMBAKU TELAH MEMULIAKAN AKU.&lt;br /&gt;Hamba berkata, HANYA KEPADAMU-LAH KAMI BERIBADAH DAN&lt;br /&gt;HANYA KEPADAMU-LAH KAMI MEMOHON PERTOLONGAN.&lt;br /&gt;Allah berfirman, INI ADALAH ANTARA AKU DAN HAMBAKU,&lt;br /&gt;DAN BAGI HAMBAKU ADALAH APA YANG DIMOHONNYA.&lt;br /&gt;Hamba berkata, TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG LURUS,&lt;br /&gt;(YAITU) JALAN ORANG-ORANG YANG TELAH ENGKAU ANUGERAHKAN&lt;br /&gt;NI'MAT KEPADA MEREKA; BUKAN JALAN MEREKA YANG DIMURKAI&lt;br /&gt;DAN BUKAN PULA JALAN MEREKA YANG SESAT.&lt;br /&gt;Allah berfirman, SEMUA ITU ADALAH BAGI HAMBAKU DAN BAGI&lt;br /&gt;  HAMBAKU ADALAH APA YANG DIMOHONNYA. (Muslim, Abu 'Uwanah dan Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4264642461444008267?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4264642461444008267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4264642461444008267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4264642461444008267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-8.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (8)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-689429440871754166</id><published>2007-04-16T13:19:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:20:55.115+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (7)</title><content type='html'>DO'A-DO'A IFTITAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullooh s.a.w. memulai bacaan sesudah takbir&lt;br /&gt;dengan do'a-do'a yang BERANEKA RAGAM yang didalamnya mengandung &lt;br /&gt;puja-puji kepada Allah SWT. Beliau s.a.w. bersabda:&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah sempurna sholat seseorang di antara manusia, &lt;br /&gt;sehingga ia bertakbir, memuji Allah dan memujaNya serta membaca &lt;br /&gt;apa yang mudah baginya dari ayat-ayat Al-Qur'an.... &lt;br /&gt;(Abu Dawud dan Al-Hakim dan disahihkan oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara macam-macam do'a iftitah yang dibaca &lt;br /&gt;Rasulullooh s.a.w. adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lafal arabic ditulis berdasarkan CARA MEMBACA/BUNYI BACAAN &lt;br /&gt;mengikuti aturan /Tajwid dalam METODA IQRO-Indonesia: &lt;br /&gt;MOHON DIKOREKSI KESALAHAN-KESALAHANNYA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanda ini menunjukkan bahwa [...] dibaca dalam riwayat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. .........&lt;br /&gt;Wajjahtu waj-hiya lillaa-dzii fathoros-samaawaati &lt;br /&gt;wal-ardho haniifam-muslimaw- wamaa ana minal-musy-rikiin. &lt;br /&gt;Innash-sholaatii wanusukii wamah-yaaya wamamaatii lillaahi robbil'aalamiin. &lt;br /&gt;Laa syarikalahuu wabi-dzaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin. &lt;br /&gt;[minal-muslimiin*].&lt;br /&gt;Alloohumma ang-tal-maliku laa ilaaha illaa ang-ta, &lt;br /&gt;sub-haanaka wabihamdika ang-ta robbii, wa ana 'abduka zholamtu nafsi, &lt;br /&gt;wa'taroftu bi-dzam-bii fagh-firlii dzam-bii jamii'an innaahuu &lt;br /&gt;laa yagh-firudz-dzuunuba illaa ang-ta, wah-dinii li-ahsanil-akh-laaqi &lt;br /&gt;laa yahdii li-ahsanihaa illaa ang-ta, wash-rif'annii say-yi-ahaa &lt;br /&gt;laa yash-rifuu 'annii say-yi-ahaa illaa ang-ta labbaika wasa'daika, &lt;br /&gt;wal-khoiru kulluhu fii yadaika, wal-basyaru laisa ilaika, &lt;br /&gt;wal mah-diyyu man hadaita, ana bika wa ilaika, laa mang-jaa &lt;br /&gt;walaa mal-ja-aming-ka illaa ilaika tabaarok-ta wata'aalaita &lt;br /&gt;astagh-firuka wa-atuubu ilaik. &lt;br /&gt;Wakaana yaquulu fil-fardhi wannafl.&lt;br /&gt;*) hadiest no.285 Bulughul Marom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kuhadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi, &lt;br /&gt;dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan tidaklah aku termasuk &lt;br /&gt;orang-orang yang msyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, &lt;br /&gt;hidupku dan matiku, kuserahkan kepada Allah Robb semesta alam. &lt;br /&gt;Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah yang diperintahkan kepadaku. &lt;br /&gt;Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri &lt;br /&gt;[dari orang-orang yang berserah diri]. &lt;br /&gt;Ya Allah Engkau adalah Raja. Tidak ada Robb selain Engkau, &lt;br /&gt;Maha Suci Suci Engkau dan aku&lt;br /&gt;memujiMu. Engkau Robbku dan Aku hambaMu, aku telah menganiaya diriku &lt;br /&gt;sendiri dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah seluruh dosaku, &lt;br /&gt;karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain daripada Engkau. &lt;br /&gt;Tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik, karena &lt;br /&gt;tidak ada yang menunjukkan kepadanya selain daripada Engkau, dan jauhkanlah &lt;br /&gt;aku dari yang buruknya, karena tidak ada yang menjauhkannya &lt;br /&gt;daripadaku selain daripada Engkau. Kusambut panggilan Engkau &lt;br /&gt;dan kuikuti perintahMu. Seluruh kebaikan itu ada padaMu dan &lt;br /&gt;kejahatan itu tidak berasal dariMu, dan orang yang mendapatkan &lt;br /&gt;hidayah adalah orang yang Engkau beri hidayah. Aku denganMu dan kepadaMu. &lt;br /&gt;Tidak ada keselamatan dan perlindungan dariMu, kecuali kepadaMu. &lt;br /&gt;Wahai Robb kami bertambah-tambahlah keberkahaanMu &lt;br /&gt;dan bertambah-tambah pulalah keluhuranMu. &lt;br /&gt;Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. mengucapkan do'a ini di dalam sholat fardhu dan sholat sunat. &lt;br /&gt;(Muslim, Abu 'Uwanah, Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Hibba, Ahmad, Syafi'i, &lt;br /&gt;Thobrani). Didalam riwayat lain dikatakan bahwa bacaan ini dilakukan &lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. dalam sholat malam (Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wajjahtu waj-hiya lillaa-dzii fathoros-samaawaati wal-ardho &lt;br /&gt;haniifam-muslimaw- wamaa ana minal-musy-rikiin. Innash-sholaatii &lt;br /&gt;wanusukii wamah-yaaya wamamaatii lillaahi robbil'aalamiin. &lt;br /&gt;Laa syarikalahuu wabi-dzaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin . &lt;br /&gt;Alloohummah-dinii li-ahsanil-akhlaqi wa ahsanil-a'maali &lt;br /&gt;laayahdii li-ahsanihaa illaa ang-ta waqinii say-yi-al-akhlaqi &lt;br /&gt;wal-a'maali laa yaqii- sayyi-ahaa illaa ang-ta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kuhadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi, &lt;br /&gt;dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan tidaklah aku termasuk &lt;br /&gt;orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku &lt;br /&gt;dan matiku, kuserahkan kepada Allah Robb semesta alam. &lt;br /&gt;Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah yang diperintahkan kepadaku. &lt;br /&gt;Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri. &lt;br /&gt;Ya Allah tunjukkan aku kepada akhlak yang paling baik dan &lt;br /&gt;perbuatan yang paling baik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadaku &lt;br /&gt;selain dari pada Engkau. Dan peliharalah aku dari akhlak-akhlak dan &lt;br /&gt;perbuatan-perbuatan yang buruk, karena tidak ada yang memeliharaku &lt;br /&gt;daripadanya selain daripada Engkau. (Nasa'i dan Daroqutni ---&gt; sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QIRO'AT (BACAAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai membaca do'a iftitah maka Rosulullooh s.a.w. &lt;br /&gt;memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan ucapannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A'udzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiimi min hamzihi &lt;br /&gt;wanaf-khihi wanaf-tsihi.&lt;br /&gt;(Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dari kegilaannya, &lt;br /&gt;kesombongannya dan sya'irnya*. (Abu Dawud, Ibnu Majah, Daroqutni dan Hakim, &lt;br /&gt;disahihkan oleh Hakim, Ibnu Hiban dan Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;* naf-tsun ditafsirkan oleh rawi dengan Asy-Syi'ru yaitu syi'ir. Yang &lt;br /&gt;dimaksud dengan syi'ir disini yaitu syi'ir yang tercela dengan dalil &lt;br /&gt;bahwa Rosulullooh s.a.w. bersabda, "Sesungguhnya di antara syi'ir itu ada &lt;br /&gt;hikmah. (Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala beliau s.a.w. menambahkan dengan sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A'udzu billaahis-samii'il-'aliimi minasy-syaithoonir-rojiimi &lt;br /&gt;min hamzihi wanaf-khihi wanaf-tsihi.&lt;br /&gt;(Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui &lt;br /&gt;dari setan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya &lt;br /&gt;dan sya'irnya. (Abu Dawud dan Turmudzi ---&gt;hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat 16 (An-Nahl): 98-100:&lt;br /&gt;Apabila kamu (akan) membaca al-Qur'an, hendaklah kamu (baca: &lt;br /&gt;A'udzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiimi) &lt;br /&gt;meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. &lt;br /&gt;Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasannya atas &lt;br /&gt;orang-orang yang beriman dan &lt;br /&gt;bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) &lt;br /&gt;hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas &lt;br /&gt;orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan tambahan mengenai pengertian &lt;br /&gt;"A'udzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim" yakni, &lt;br /&gt;aku berlindung dengan kebesaran Allah dari setan yang terkutuk, jangan &lt;br /&gt;sampai merusak , mengganggu ummatku, duniaku, jangan sampai &lt;br /&gt;menghalangi atau merintangi&lt;br /&gt;diriku untuk mengerjakan perintah Allah atau mendorongku &lt;br /&gt;mengerjakan larangan Allah, sebab tiada sesuatu yang dapat &lt;br /&gt;menghentikan gangguan syaithan kecuali Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaithon berasal dari kata SYAITHONA yang berarti jauh, &lt;br /&gt;jauh tabiatnya dari tabiat manusia,&lt;br /&gt;kelakuannya jauh dari kebaikan. &lt;br /&gt;Adapula yang menyatakan bahwa asal katanya adalah Syaatho yang artinya &lt;br /&gt;terbakar, sebab ia diciptakan dari api yang sifatnya membakar. &lt;br /&gt;Sibawaih mengatakan bahwa di arab, apabila seseorang berkelakuan buruk &lt;br /&gt;maka ia digelari TASYAITHONA.&lt;br /&gt;Oleh karena dapat disimpulkan bahwa syaithon berasal dari kata Syaithona. &lt;br /&gt;Dan Allah SWT menyebut setiap makhluk yang menentang dan melanggar &lt;br /&gt;tuntunan para NabiNya, setan, sebagaimana firmannya :&lt;br /&gt;Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, &lt;br /&gt;yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, &lt;br /&gt;sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain &lt;br /&gt;perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau &lt;br /&gt;Robmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkan &lt;br /&gt;mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. 6 (Al-An'aam):112). &lt;br /&gt;Dan hadiest Rosulullooh s.a.w. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. memperingatkan Abu Dzar r.a. : &lt;br /&gt;Berlindunglah kepada Allah dari setan manusia dan jin. &lt;br /&gt;Abu Dzar bertanya : "Apakah ada setan manusia ? &lt;br /&gt;Jawab Nabi s.a.w. YA!! (Ahmad).&lt;br /&gt;Arti kata ROJIIM ialah terusir dari segala kebaikan, terkutuk. &lt;br /&gt;(Demikianlah catatan tambahan ini dari Tafsir Ibnu Katsiir).*komite Tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-689429440871754166?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/689429440871754166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/689429440871754166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/689429440871754166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-7.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (7)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4386171793821237886</id><published>2007-04-16T13:17:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:18:31.795+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (6)</title><content type='html'>DO'A-DO'A IFTITAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullooh s.a.w. memulai bacaan sesudah takbir dengan &lt;br /&gt;do'a do'a yang BERANEKA RAGAM yang didalamnya mengandung puja-puji kepada &lt;br /&gt;Allah SWT. Beliau s.a.w. bersabda:&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah sempurna sholat seseorang di antara manusia, &lt;br /&gt;sehingga ia bertakbir, memuji Allah dan memujaNya serta membaca &lt;br /&gt;apa yang mudah baginya dari ayat-ayat Al-Qur'an.... &lt;br /&gt;(Abu Dawud dan Al-Hakim dan disahihkan oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara macam-macam do'a iftitah yang dibaca &lt;br /&gt;Rasulullooh s.a.w. adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lafal arabic ditulis berdasarkan CARA MEMBACA/BUNYI BACAAN &lt;br /&gt;mengikuti aturan /Tajwid dalam METODA IQRO-Indonesia: &lt;br /&gt;MOHON DIKOREKSI KESALAHAN-KESALAHANNYA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alloohumma baa'id-bainii wabaina kho-thoo-yaaya kamaa &lt;br /&gt;baa'adta bainal-masy-riqi walmagh-ribi.&lt;br /&gt;Alloohumma naq-qinii min kho-thooyaaya kamaa &lt;br /&gt;yung-qots-tsawbul-ab-yadhu minad-danasi.&lt;br /&gt;Alloohummagh-silnii min khothooyaaya bil-maa-i wats-tsalij walbarodi.&lt;br /&gt;Wakaana yaquuluhu fil-fardhi.&lt;br /&gt;(Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, &lt;br /&gt;sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. &lt;br /&gt;Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, &lt;br /&gt;sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. &lt;br /&gt;Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-&lt;br /&gt;kesalahanku dengan air, dengan salju dan embun. &lt;br /&gt;Do'a ini dibaca dalam sholat wajib. (Bukhori, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sub-haanaka Alloohumma wabiham-dika watabaa-rokas-muka &lt;br /&gt;wata'aalaa jad-duka walaa ilaaha ghoi-ruka.&lt;br /&gt;(Ya Allooh, aku mensucikan Engkau, dan senantiasa memuji Engkau, &lt;br /&gt;nama Engkau selalu bertambah berkahnya dan keagunganMu selalu bertambah &lt;br /&gt;tinggi, dan tidak ada Tuhan selain dari pada Engkau. &lt;br /&gt;(Abu Dawud dan Hakim disahihkan oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain Rosulullooh s.a.w. bersabda, &lt;br /&gt;Sesungguhnya ucapan yang paling disukai oleh Allah adalah &lt;br /&gt;apabila seorang hamba mengucapkan : Sub-haanaka Alloohumma..... &lt;br /&gt;seterusnya sama dengan nomor 2. &lt;br /&gt;(Ibnu Mandah --&gt; sahih; Nasa'i ---&gt;mauquf dan marfu').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sama dengan nomor 2. Dan di dalam sholat lail/malam, &lt;br /&gt;beliau s.a.w. menambahkan dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laaa ilaaha illalloohu (3x); Alloohu Akbaru kabiiroo (3x).&lt;br /&gt;Tidak ada illah selain Allah (3x), Allah Maha Besar lagi &lt;br /&gt;sempurna kebesaranNya (3x). (Abu Dawud dan Ath-Thohawi ---&gt; hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Alloohu akbaru kabiiroo, wal-hamdu-lillaahi ka-tsiiroo, &lt;br /&gt;wasub-haanalloohi buk-rotaw-wa-ashiilaa.&lt;br /&gt;(Allooh Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya, &lt;br /&gt;segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan Maha Suci Allah &lt;br /&gt;pagi dan petang hari). Seorang laki-laki di antara para sahabat &lt;br /&gt;mengucapkan do'a ini, lalu Rosulullooh s.a.w. bersabda,&lt;br /&gt;"Aku kagum dengannya dan dibukanya pintu-pintu langit dengannya.&lt;br /&gt;(Muslim dan Abu 'Uwanah). &lt;br /&gt;Dalam hadiest lain diriwayatkan Abu Na'im dari Jabir bin Muth'im &lt;br /&gt;bahwasanya Rosulullooh s.a.w. mengatakan hal itu dalam sholat sunnat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Alloohumma Robba Jibroo-iila wa Mikaa-iila wa Isroo-fiila, &lt;br /&gt;faa-thiros-samaawaati wal-ardho, 'aalimal-ghoibi wasy-syahaadati, &lt;br /&gt;ang-ta tah-kumu baina'ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakh-talifuun. &lt;br /&gt;Ih-dinii limagh-talafa fiihi minal-haqqi bi-idz-nika, innaka&lt;br /&gt;tahdii mang-tasyaaa-u ilaa-shirootim-mustaqiim.&lt;br /&gt;(Ya Alloh, Tuhan Malaikat Jibril, Mika'il dan Isrofil, &lt;br /&gt;Pencipta Langit dan Bumi, Yang mengetahui Alam Ghoib dan Alam Nyata, &lt;br /&gt;Engkaulah Hakim di antara hamba-hamba-Mu di dalam hal-hal yang &lt;br /&gt;mereka perselisihkan. Tunjukkanlah kebenaran kepadaku di dalam apa &lt;br /&gt;yang mereka perselisihkan itu dengan idzin Engkau, karena sesungguhnya &lt;br /&gt;Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kepada &lt;br /&gt;jalan yang lurus. (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Beliau s.a.w. mengucapkan takbir 10x; tahmid 10x; tasbih 10x; &lt;br /&gt;tahlil 10x dan ber-istighfar 10x. Kemudian beliau bersabda : &lt;br /&gt;Alloohummagh-firlii wah-dinii war-zuq-nii wa'aafinii 10x &lt;br /&gt;(Ya Alloh, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki dan&lt;br /&gt;berilah aku kesehatan). Dan beliau s.a.w. mengucapkan :&lt;br /&gt;Alloohumma innii a'u-dzubika minadh-dhiiqi yaumal-hisaab 10x &lt;br /&gt;(Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari &lt;br /&gt;kesempitan pada hari perhitungan). (Ahmad dan Ibnu Syaibah; &lt;br /&gt;Abu Dawud dan Ath-Thobroni ---&gt;sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Alloohu akbar (3x) dzul-malakuuti wal-jabaruuti wal-kib-riyaa-i &lt;br /&gt;wal-a-zhomah.&lt;br /&gt;(Alloh Maha Besar 3x, Yang Mempunyai Kerajaan yang Amat Besar, &lt;br /&gt;Kekuasaan, Kebesaran dan Keagungan). (Ath-Thoyalisi dan Abu Dawud ---&gt; sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wal-hamdulillaahi hamdang-ka-tsiirong thoy-yibam-mubaarokang-fiiih.&lt;br /&gt;Do'a iftitah ini diucapkan oleh seorang laki-laki. &lt;br /&gt;Maka bersabdalah Rosulullooh s.a.w., Aku telah melihat dua belas &lt;br /&gt;malaikat bergegas-gegas kepadanya (do'a itu). (Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Alloohumma lakal-hamdu, ang-ta nuurus-samaawaati wal-ar-dhi &lt;br /&gt;wamang-fiihinna, &lt;br /&gt;walakal-hamdu, ang-ta qoy-yumus-samaawaati wal-ar-dhi wamang-fiihinna, &lt;br /&gt;walakal-hamdu, ang-tar- robbus- samaawaati wal-ar-dhi wamang-fiihinna, &lt;br /&gt;[walakal-hamdu, ang-ta mul-kus- samaawaati wal-ar-dhi wamang-fiihinna] *), &lt;br /&gt;walakal-hamdu, ang-tal-haqqu, wa wa'duka haqqun(w), wa qou-luka haqqun(w), &lt;br /&gt;wa liqoo-uka haqqun(w), wal-jannattu-haqun(w), wan-naaru haqqun(w), &lt;br /&gt;wassaa'atu haqqun(w), wannabiy-yuuna haqqun(w), wa muhammadun haqqun(w). &lt;br /&gt;Alloohumma laka aslamtu, wa'alaika tawak-kaltu, wa bika aaa-mang-tu, &lt;br /&gt;wa ilaika anab-tu, &lt;br /&gt;wa bika khoo-shom-tu, wa ilaika haakam-tu, ang-ta Robbunaa &lt;br /&gt;wa ilaikal-mashiiru, fagh-firlii &lt;br /&gt;maa qod-damtu, wamaa akh-khortu, wamaa as-rortu wamaa a'lang-tu, &lt;br /&gt;[wamaa ang-ta a'lamubihi minnii] *), &lt;br /&gt;ang-tal-mukaddimu wa ang-tal-mu-akh-khiru, ang-ta ilaahii &lt;br /&gt;laa ilaaha illaa ang-ta, &lt;br /&gt;walaa hawla walaa quw-wata illaa bika. &lt;br /&gt;*) tanda ini menunjukkan bahwa [...] dibaca dalam riwayat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya &lt;br /&gt;bagi langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya. Dan segala &lt;br /&gt;puji bagi Engkau. Engkau penjaga dan pemelihara langit dan bumi &lt;br /&gt;serta orang-orang yang ada di dalamnya- [Dan segala puji bagi &lt;br /&gt;Engkau, Engkau raja langit dan bumi dan orang-orang yang ada &lt;br /&gt;di dalamnya]- Dan segala puji bagi Engkau, Engkau Maha Benar, &lt;br /&gt;janjiMu Benar, firmanMu benar, pertemuan denganMu adalah benar, &lt;br /&gt;surga itu benar, neraka itu benar, hari kiamat itu benar, para &lt;br /&gt;nabi itu benar dan Muhammad itu benar.&lt;br /&gt;Ya Allooh, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu aku bertawakkal, &lt;br /&gt;kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku bertaubat, kepadaMu aku mengadukan &lt;br /&gt;perselisihanku dan kepadaMu aku memohon keputusan. &lt;br /&gt;Engkau Robb/Tuhan kami dan kepadaMu kami kembali. Maka, ampunilah &lt;br /&gt;dosa-dosaku, baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan, &lt;br /&gt;dan apa-apa yang aku sembunyikan dan apa-apa yang aku nyatakan. &lt;br /&gt;[Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui tentang itu dari aku], &lt;br /&gt;Engkau yang dahulu dan Engkau yang terakhir, Engkau Tuhanku&lt;br /&gt;tidak ada Tuhan selain Engkau, tidak ada kekuatan selain &lt;br /&gt;daripada Engkau. Do'a ini dibaca Rosulullooh s.a.w. di dalam sholat lail. &lt;br /&gt;(Bukhori, Muslim, Abu 'Uwanah, Abu Dawud, Ibnu Nashr dan Ad-Darimi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan 1.: walaupun dalam mengutip hadiest-hadiest di atas ada &lt;br /&gt;tertulis do'a yang ini di praktekkan dalam sholat sunnat/lail dan &lt;br /&gt;lainnya dalam sholat fardhu/wajib; tetapi tidak ditemukan adanya &lt;br /&gt;larangan untuk menerapkan hadiest-hadiest (do'a-do'a iftitah&lt;br /&gt;ini berlainan dengan shifat sholat dimana ia pertama kali bersumber. &lt;br /&gt;Apakah dengan demikian ia boleh diterapkan dalam semua sholat ? &lt;br /&gt;Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan 2: di dalam kita membaca kisah-kisah tentang hadiest-hadiest &lt;br /&gt;ini terbaca ada beberapa sahabat yang berkreasi membuat sendiri do'a &lt;br /&gt;iftitah dan dibenarkan oleh Rasulullooh s.a.w. sehingga dapat &lt;br /&gt;menjadi pegangan bagi kita untuk boleh melafalkan do'a&lt;br /&gt;yang dibenarkan oleh Rasulullooh s.a.w. tsb.. Tentunya &lt;br /&gt;dengan keyakinan bahwa setelah Rosulullooh s.a.w. wafat, maka sudah &lt;br /&gt;tidak boleh dibuat lagi do'a iftitah yang baru.&lt;br /&gt;Walloohu a'lamu bish-showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4386171793821237886?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4386171793821237886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4386171793821237886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4386171793821237886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-6.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (6)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-7268072668380423763</id><published>2007-04-16T13:14:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:15:17.090+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (5)</title><content type='html'>KEDUDUKAN TANGAN KETIKA TAKBIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca takbir Rasulullooh s.a.w. mengangkat kedua tangannya. &lt;br /&gt;Caranya adalah berdasarkan hadiest:&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang Rasulullooh s.a.w. mengangkat kedua tangannya &lt;br /&gt;bersamaan dengan melafalkan takbir [Bukhori dan Nasa'i], &lt;br /&gt;kadangkala setelah selesai membaca takbir [Bukhori dan Abu Dawud] &lt;br /&gt;dan kadang-kadang sebelum membaca takbir [Bukhori dan Nasa'i].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan telapak tangan ketika takbir berdasarkan hadiest :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. mengangkat kedua (tangannya) sambil &lt;br /&gt;meluruskan jari-jemari, tidak merengangkan dan tidak pula &lt;br /&gt;menggenggamnya. (Abu Dawud &amp; Ibnu Khuzaimah; &lt;br /&gt;Tamam, Al-Hakim dan disahihkan Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya kedua tangan di angkat ketika takbir adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau s.a.w. meletakkan kedua tangannya itu setinggi &lt;br /&gt;bahunya (Bukhori dan Nasa'i) dan barangkali beliau mengangkatnya &lt;br /&gt;(maksimum) hingga setinggi daun-daun telinganya. (Bukhori dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUDUKAN TANGAN SETELAH TAKBIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. meletakkan kedua tangannya di atas dadanya. &lt;br /&gt;(Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. melarang untuk meletakkan tangan di atas &lt;br /&gt;lambung (rusuk) di dalam sholat. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi tangan setelah di letakkan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kami, para Nabi telah diperintahkan untuk &lt;br /&gt;menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan makan sahur, &lt;br /&gt;dan untuk meletakkan tangan-tangan kanan kami di atas tangan-tangan &lt;br /&gt;kiri kami pada waktu sholat. (Ibnu Hibban dan Adh-Dhiya' ---&gt; sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullooh s.a.w. meletakkan tangan kanannya di atas &lt;br /&gt;tangan kirinya. (Muslim dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. berlalu dekat seorang laki-laki yang sedang sholat. &lt;br /&gt;Laki-laki itu meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanannya. &lt;br /&gt;Kemudian beliau s.a.w. melepaskannya dan meletakkan tangan kanannya &lt;br /&gt;di atas tangan kirinya. (Ahmad dan Abu Dawud ---&gt; sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. meletakkan tangan kanannya di atas punggung telapak&lt;br /&gt;tangannya, pergelangan tangannya dan lengan tangannya (maksudnya adalah &lt;br /&gt;di atas tulang hasta/pengumpil). (Abu Dawud, Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah &lt;br /&gt;---&gt; sahih). [ dalam riwayat lain beliau s.a.w.&lt;br /&gt;memerintahkan hal tersebut kepada para sahabatnya. (Malik, Bukhori dan &lt;br /&gt;Abu 'Uwamah)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang beliau s.a.w. menggenggamkan tangan kanannya &lt;br /&gt;ke tangan kirinya. (An-Nasa'i dan Ad-Daruquthni ---&gt; sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Sedangkan mengHARUSkan cara menggenggam tangan kiri dengan &lt;br /&gt;tangan kanan, dengan cara mengambil lengan tangan kiri dengan kelingking &lt;br /&gt;dan jempol tangan kanan, seraya membentangkan ketika jari &lt;br /&gt;(telunjuk, tengah dan manis) di atas tangan kiri,.....&lt;br /&gt;cara ini adalah BUKAN HADIEST (menurut Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POSISI KEPALA DAN PANDANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Rasulullooh s.a.w. sholat, maka beliau menundukkan &lt;br /&gt;kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah. &lt;br /&gt;(Al-Baihaqi dan Al-Hakim.---&gt; sahih. Hadiest ini mempunyai saksi &lt;br /&gt;10 orang sahabat Rasulullooh s.a.w. [Ibnu Asakir].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala beliau s.a.w. memasuki Ka'bah, maka pandangannya &lt;br /&gt;tidak pernah meninggalkan tempat sujudnya, hingga beliau keluar &lt;br /&gt;daripadanya. (Al-Baihaqi dan Al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan mengarahkan pandangan ke langit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. melarang untuk mengarahkan pandangan ke langit. &lt;br /&gt;(Bukhori dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;Didalam riwayat lain beliau s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt;Niscaya suatu kaum akan binasa karena mereka mengangkat &lt;br /&gt;pandangan mereka ke langit di dalam sholat, atau pandangan mereka itu &lt;br /&gt;tidak akan kembali lagi kepada mereka, [Dilain riwayat dikatakan: &lt;br /&gt;mata-mata mereka itu disambar]. (Muslim, Bukhori dan As-Siraj).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan menoleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu sedang sholat, maka janganlah kamu menoleh, karena &lt;br /&gt;sesungguhnya Allah menghadapkan wajahNya ke wajah hambaNya di dalam &lt;br /&gt;sholatnya, selama ia tidak menoleh. (Turmudzi dan Hakim ---&gt; sahih). &lt;br /&gt;[Menoleh adalah] suatu curian yang di curi oleh setan&lt;br /&gt;dari sholat seorang hamba. (Bukhori dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhkan hal-hal yang dapat mengganggu pandangan dan pikiran &lt;br /&gt;ketika sholat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. sholat dengan mengenakan kain yang mempunyai &lt;br /&gt;tanda-tanda, kemudian beliau melihat kepada tanda-tanda itu dengan sekali &lt;br /&gt;lihat. Selesai sholat, beliau bersabda, "Pergilah dengan membawa kainku &lt;br /&gt;ini kepada Abi Jahmin dan bawalah kepadaku pakaian &lt;br /&gt;(yang tebal yang tidak ada tandanya) milik Abi Jahmin, &lt;br /&gt;karena sesungguhnya ia telah melupakan aku dari sholatku tadi. &lt;br /&gt;[Dalam riwayat lain dikatakan] Sesungguhnya aku telah melihat kepada &lt;br /&gt;tandanya pada waktu sholat, hingga ia hampir mengujiku. &lt;br /&gt;(Bukhori, Muslim dan Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aisyah r.a. mempunyai pakaian, yang di dalamnya terdapat &lt;br /&gt;lukisan, yang terjurai ke sahwah, sedangkan Nabi s.a.w. sholat dengan &lt;br /&gt;menghadap kepadanya. Kemudian beliau bersabda, Keluarkanlah (jauhkanlah) &lt;br /&gt;baju itu daripadaku, karena lukisan baju itu senantiasa&lt;br /&gt;menghalang-halangi aku di dalam sholatku. (Bukhori, Muslim dan Abu 'Uwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah layak di dalam rumah terdapat sesuatu yang menyibukkan &lt;br /&gt;(mengganggu pikiran) orang yang sholat. (Abu Dawud dan Ahmad ---&gt; sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah menahan kentut/buang hajat atau bilamana makanan &lt;br /&gt;telah tersedia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah sah sholat orang yang di hadapannya terdapat makanan, &lt;br /&gt;dan tidak pula sholat orang yang ingin membuang kotoran. &lt;br /&gt;(Bukhori, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHOLAT DENGAN TENANG DAN TERTIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholatlah seperti sholat orang yang berpamitan, seakan-akan &lt;br /&gt;anda melihat-Nya dan walaupun anda tidak melihatNya, maka sesungguhnya &lt;br /&gt;DIA melihatmu. (Al-Mukhlish; Ath-Thobrani, Ar-Rubani dan Adh-Dhiya'; &lt;br /&gt;Ibnu Majah, Ahmad dan Ibnu Asakir ---&gt;disahihkan Al-Haitami Al-Faqih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada bagi seorang yang datang kepadanya sholat wajib, &lt;br /&gt;lalu ia memperbaiki*) wudhu'nya, khusyu'nya dan ruku'nya, &lt;br /&gt;kecuali sholat itu akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah lalu, &lt;br /&gt;selama ia tidak melakukan dosa-dosa besar, dan hal ini untuk setiap &lt;br /&gt;masa. (Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) memperbaiki... &lt;br /&gt;disini menurut pemahaman saya mengandung pengertian bahwa, &lt;br /&gt;bilamana kita selalu memiliki keinginan dan usaha untuk menyempurnakan &lt;br /&gt;tatacara beribadah kita kepada Allah SWT, maka janji-NYA dalam hadiest &lt;br /&gt;sahih riwayat Muslim di atas berlaku bagi kita. &lt;br /&gt;Sedangkan untuk wudhu' selain pengertian di atas, juga mengandung &lt;br /&gt;pengertian tentang anjuran berwudhu' kembali setiap akan melakukan &lt;br /&gt;sholat wajib sebagaimana hadiest dalam wudhu'. Dalam Fathul Baary &lt;br /&gt;1:135 no.214,&lt;br /&gt;Dari Anas, ia berkata: adalah Nabi s.a.w. berwudhu' &lt;br /&gt;setiap kali hendak melakukan sholat. Lalu saya tanyakan kepada &lt;br /&gt;(para sahabat): dan bagaimana kalian melakukannya? &lt;br /&gt;Ujarnya: biasanya kami cukup melakukan sekali wudhu' &lt;br /&gt;(untuk beberapa kali sholat) selama kami belum berhadats.&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani berkata: sesungguhnya &lt;br /&gt;hadiest ini menunjukkan bahwa yang dimaksud secara umum adalah &lt;br /&gt;sholat wajib. (Fathul Baary 1:316). Imam Ath-Thohawi berkata: &lt;br /&gt;dimungkinkan perbuatan yang demikian (Fathul Baary 1:135 no.214) di atas &lt;br /&gt;wajib bagi beliau s.a.w. saja, kemudian sesudah itu di manshukh-kan &lt;br /&gt;pada waktu Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) berdasarkan &lt;br /&gt;hadits Buraidah yang diriwiyatkan oleh Imam Muslim :&lt;br /&gt;Biasanya Nabi s.a.w. berwudhu' setiap kali sholat &lt;br /&gt;(sholat wajib), maka pada waktu Fathu Makkah beliau s.a.w. &lt;br /&gt;mengerjakan beberapa kali sholat (sholat wajib) dengan satu wudhu'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika 'Umar r.a. bertanya: Ya Rosulullooh s.a.w., engkau telah &lt;br /&gt;melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan selama ini? &lt;br /&gt;Nabi s.a.w. menjawab: Memang sengaja saya lakukan itu hai 'Umar!.&lt;br /&gt;Bisa jadi beliau s.a.w. lakukan yang demikian sebagai suatu &lt;br /&gt;perkara yang sunnah, kemudian beliau khawatir disangka wajib, &lt;br /&gt;maka beliau tinggalkan, untuk menunjukkan bolehnya melakukan &lt;br /&gt;(kedua-duanya). Dari penjelasan di atas dalam pemahaman saya berarti &lt;br /&gt;berwudhu' setiap akan melakukan sholat wajib (meskipun belum batal) &lt;br /&gt;adalah sunnah, dan melakukan beberapa kali sholat dengan sekali wudhu' &lt;br /&gt;(selama tidak batal) dibolehkan. Tentunya hal ini berlaku dalam &lt;br /&gt;dalam keadaan normal (bukan dalam keadaan darurat/&lt;br /&gt;kepepet waktu). Kalau dalam keadaan darurat/sibuk maka tentunya dalam &lt;br /&gt;pemahaman saya melakukan wudhu' sekali untuk beberapa sholat wajib &lt;br /&gt;(selama belum batal) adalah yang disunnahkan. &lt;br /&gt;Walloohu A'lamu bish-Showaab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-7268072668380423763?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/7268072668380423763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/7268072668380423763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/7268072668380423763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-5.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (5)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-3737664452613306960</id><published>2007-04-16T13:11:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:13:21.073+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (4)</title><content type='html'>SHOLAT DALAM KEADAAN DUDUK/BERBARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imran bin Husain r.a. berkata :&lt;br /&gt;Aku mempunyai penyakit bawazir, kemudian aku bertanya kepada &lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w.. Beliau s.a.w. menjawab, Sholatlah engkau sambil &lt;br /&gt;berdiri, apabila tidak bisa, maka sambil duduklah,&lt;br /&gt;dan apabila tidak bisa, maka sambil berbaringlah.&lt;span class="selengkapnya"&gt; &lt;br /&gt;(Bukhori, Abu Dawud dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan berikutnya Imran bin Husain berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada Rasulullooh s.a.w. tentang sholat seorang &lt;br /&gt;laki-laki sambil duduk. &lt;br /&gt;Beliau bersabda, "Barangsiapa yang sholat sambil berdiri, &lt;br /&gt;maka hal itu adalah lebih utama. &lt;br /&gt;Barangsiapa yang sholat sambil duduk, &lt;br /&gt;maka ia mendapatkan setengah dari pahala orang yang &lt;br /&gt;sholat sambil berdiri. &lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang sholat sambil tidur [berbaring; dlm riwayat lain], &lt;br /&gt;maka ia mendapatkan setengah dari pahala orang yang sholat sambil duduk. &lt;br /&gt;(Bukhori, Abu Dawud dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khithobi mengatakan bahwa hadiest Imran di atas mengenai pahala &lt;br /&gt;orang yang sakit adalah setengah dari pahala orang yang berdiri, adalah &lt;br /&gt;sebagai dorongan baginya untuk melakukan sholat dengan berdiri, walaupun ia &lt;br /&gt;diperbolehkan untuk duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya sholat sambil berbaring atau duduk ialah sholat dengan &lt;br /&gt;isyarat, dan jadikanlah sujudmu lebih rendah dari ruku'mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEADAAN YANG LAIN DARI DI ATAS YAITU &lt;br /&gt;BERDIRI SHOLAT SAMBIL BERSANDAR DI TIANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. di tanya tentang sholat di atas kapal. Beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholatlah didalamnya (kapal) sambil berdiri, kecuali apabila kamu &lt;br /&gt;takut tenggelam. &lt;br /&gt;(Al-Bazzar, Daraqutni, Abdul Ghoni Al-Maqdisi; disahihkan oleh Al-Hakim &lt;br /&gt;dan disepakati oleh Adz-Dzahabi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Rosulullooh s.a.w. telah lanjut usia, maka beliau membuat &lt;br /&gt;sebuah tiang di dalam mushollanya yang dijadikan sandaran olehnya (ketika &lt;br /&gt;sholat). (Abu Dawud dan Hakim, disahihkan oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERDIRI DAN DUDUK DI DALAM SHOLAT LAIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Rosulullooh s.a.w. pada suatu malam yang panjang &lt;br /&gt;sholat sambil berdiri dan pada suatu malam yang panjang juga sholat sambil &lt;br /&gt;duduk. Dan apabila beliau s.a.w. membaca (qur'an) sambil berdiri, maka &lt;br /&gt;maka beliau ruku' sambil berdiri. &lt;br /&gt;Apabila beliau s.a.w. membaca (qur'an) &lt;br /&gt;sambil duduk maka beliaupun ruku' sambil duduk. (Muslim dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan yang lain, kadang beliau s.a.w. &lt;br /&gt;sholat sambil duduk dan membaca sambil duduk. Kemudian, &lt;br /&gt;apabila bacaannya itu masih tersisa sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat, &lt;br /&gt;maka beliau berdiri dan meneruskan bacaannya sambil berdiri, &lt;br /&gt;lalu ruku'dan sujud (seperti biasa). Kemudian di dalam rak'at yang kedua, &lt;br /&gt;beliau berbuat yang sama. (Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. hanya melakukan sholat sunnat sambil duduk pada&lt;br /&gt;akhir hayatnya ketika usianya telah lanjut, yaitu satu tahun sebelum &lt;br /&gt;wafatnya. (Muslim dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Rosulullooh s.a.w. sholat sambil duduk bersila. &lt;br /&gt;(An-Nasa'i &amp; Ibnu Khuzaimah; disahihkan Al-Hakim dan disepakati &lt;br /&gt;oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala, Rosulullooh s.a.w. berdiri melakukan sholat tanpa &lt;br /&gt;memakai terompah* dan kadangkala melakukannya dengan memakai terompah. (Abu &lt;br /&gt;Dawud dan Ibnu Majah; &lt;br /&gt;Kata Ath-Thohawi ini hadist mutawatir (banyak yang meriwayatkannya)).&lt;br /&gt;* tidak boleh ada khubuts (kotoran) padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LARANGAN SHOLAT MENGHADAP KUBURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu sholat dengan menghadap kubur dan janganlah &lt;br /&gt;kamu duduk di atasnya. (Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAKBIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. membuka sholat dengan kata-katanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLOOHU AKBAR (Allah Maha Besar). (Muslim dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang yang sholatnya belum benar, beliau s.a.w. bersabda :&lt;br /&gt;Sesungguhnya tidaklah sempurna sholat salah seorang di antara &lt;br /&gt;manusia, sehingga ia berwudhu' dengan menyempurnakan wudhu'nya, lalu berkata &lt;br /&gt;(memulai sholatnya), ALLOOHU AKBAR. (Thobrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mif-taahu'sh-sholaati'th-thuhuuru watah-riimuuha't-takbiiru &lt;br /&gt;******** ************ &lt;br /&gt;watah-liiluha't-tas-liimu.&lt;br /&gt;*********** ********* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci sholat adalah thoharoh (wudhu' atau tayamum bila terpaksa), &lt;br /&gt;pembukanya adalah takbir dan penutupnya adalah salam. (Abu Dawud, Turmudzi &lt;br /&gt;disahihkan Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***(lihat tanda bintang-bintang di atas: yang dimaksud dengan tahrim dan &lt;br /&gt;tahlil adalah Al-Muharram dan Al-Muhallal.&lt;br /&gt;Yakni larangan terhadap apa yang dilarang oleh Allah untuk mengerjakan &lt;br /&gt;sesuatu pekerjaan; dan demikian pula dengan penghalalan, yakni menghalalkan &lt;br /&gt;apa yang dihalalkan oleh Allah untuk melakukan pekerjaan (tentunya dalam&lt;br /&gt;hal ini sehubungan dengan sholat). &lt;br /&gt;Menurut Jumhur Ulama, hadiest ini menunjukkan bahwa pintu sholat itu &lt;br /&gt;tertutup sehingga tidak bisa dibuka oleh seorang hamba selain dengan SUCI &lt;br /&gt;(wudhu'/tayamum), maka iapun menunjukkan bahwa &lt;br /&gt;masuk ke dalam kesuciannya itu tidak lain adalah dengan TAKBIR dan &lt;br /&gt;keluar daripadanya (sholat) dengan SALAM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAKBIR DENGAN SUARA KERAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau s.a.w. mengeraskan suaranya dengan takbir sehingga &lt;br /&gt;terdengar oleh orang-orang yang berada di belakangnya. &lt;br /&gt;(Ahmad dan Hakim dan disahihkan oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Rasulullooh s.a.w. sakit, maka Abu Bakar mengeraskan &lt;br /&gt;suaranya untuk menyampaikan takbir Nabi s.a.w. kepada manusia. (Muslim dan &lt;br /&gt;Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau s.a.w. bersabda: apabila Imam mngucapkan &lt;br /&gt;Alloohu Akbar, maka (makmum/di belakang Imam) ucapkanlah Alloohu Akbar. &lt;br /&gt;(Ahmad dan Baihaqi).*Komite Tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-3737664452613306960?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/3737664452613306960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/3737664452613306960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/3737664452613306960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-4.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (4)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-5759906417353935680</id><published>2007-04-16T13:09:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:11:31.641+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (3)</title><content type='html'>Persyaratan menghadap KA'BAH memiliki beberapa pengecualian-&lt;br /&gt;pengecualian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bila hendak melakukan sholat sunnah dalam keadaan berkendaraan, &lt;br /&gt;maka dapat dilakukan dengan :&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala, apabila beliau (s.a.w.) hendak menunaikan sholat &lt;br /&gt;sunat di atas untanya, maka beliau menghadap ke arah kiblat &lt;br /&gt;dengan untanya itu lalu bertakbir. Kemudian, sholatlah beliau &lt;br /&gt;ke arah mana saja kendaraannya itu menghadapkan beliau. &lt;br /&gt;(Abu Dawud dan Ibnu Hiban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullooh s.a.w. pernah melakukan sholat sunat di dalam &lt;br /&gt;perjalanan di atas kendaraannya, dan beliau melaksanakan juga &lt;br /&gt;sholat witir di atasnya, kearah mana saja kendaraan itu &lt;br /&gt;menghadap - baik kearah timur maupun kearah barat. &lt;br /&gt;(HR. Bukhori, Muslim dan As-Siraj).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam hal melakukan sholat wajib, maka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila beliau hendak melakukan sholat fardhu (wajib), &lt;br /&gt;maka beliau turun (dari kendaraannya) lalu menghadap kearah &lt;br /&gt;kiblat. (HR. Bukhori dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang turun dari kendaraan untuk sholat wajib ini, tentunya &lt;br /&gt;dengan keadaan kita sekarang bilamana kendaraan dikendarai &lt;br /&gt;sendiri tidaklah menjadi persoalan untuk berhenti, turun dan &lt;br /&gt;menunaikan sholat wajib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan keadaan dalam kendaraan-umum ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam keadaan ini maka disarankan agar sholatnya digabungkan &lt;br /&gt;sambil disingkat (yaitu yang empat rak'at menjadi 2 rak'at) dengan &lt;br /&gt;sholat berikutnya, yaitu Dzohor - Ashar; dan Maghrib - Isya.&lt;br /&gt;(Insya Allah dibahas dalam bab sholat Jama' dan qasar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lalu bagaimana kalau untuk menggabungkanpun memang tidak dapat &lt;br /&gt;turun dari kendaraan ? Dalam keadaan darurat seperti ini maka &lt;br /&gt;disarankan untuk sholat sambil duduk (kalau memang kesulitan &lt;br /&gt;untuk berdiri). (Lihat Bab sholat dalam keadaan duduk/berbaring).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mengenai ayat 2:115 dan 2:143 dibandingkan dengan &lt;br /&gt;ayat 2: 144 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap &lt;br /&gt;di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi &lt;br /&gt;Maha Mengetahui. (QS. 2:115).**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), &lt;br /&gt;ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) &lt;br /&gt;manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. &lt;br /&gt;Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu&lt;br /&gt;(sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang &lt;br /&gt;mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) &lt;br /&gt;itu terasa amat berat, kecuali bagi beberapa orang yang telah diberi &lt;br /&gt;petunjuk oleh Allah, dan Allah tidak akan &lt;br /&gt;menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha &lt;br /&gt;Penyayang kepada manusia. (QS. 2:143)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ayat ini , Ibnu Abbas berkata : yang dimansukhkan &lt;br /&gt;dalam soal kiblat, yaitu ketika Nabi s.a.w. berhijrah ke Medinah, &lt;br /&gt;sedang penduduknya banyak juga orang Yahudi. Allah menyuruhnya (sholat) &lt;br /&gt;menghadap Baitul Maqdis (Palestina), maka gembiralah orang&lt;br /&gt;Yahudi. Rasulullooh telah menghadap ke arah ini selama kurang lebih &lt;br /&gt;16 - 17 bulan. Maka Nabi s.a.w. sering melihat-lihat kearah langit maka &lt;br /&gt;turunlah ayat 2: 144.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh &lt;br /&gt;Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu &lt;br /&gt;ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu &lt;br /&gt;ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-&lt;br /&gt;orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) &lt;br /&gt;memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar &lt;br /&gt;dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka &lt;br /&gt;kerjakan. (QS. 2:144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan susah menetapkan arah kiblat (karena keadaan &lt;br /&gt;tertentu) maka Ibnu Jarir berkata, sesuai dengan contoh yang dilakukan &lt;br /&gt;oleh Rasulullooh s.a.w. yaitu adanya sholat menghadap kearah mana saja &lt;br /&gt;kendaraan menghadap. (HR. Muslim, Tirmidzi dan Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Turunnya ayat 2: 115 ini berhubungan dengan riwayat dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir bin Rabi'ah dari ayahnya berkata, ketika kami sedang &lt;br /&gt;bepergian bersama Nabi s.a.w. di suatu malam yang sangat gelap, maka kami &lt;br /&gt;turun di suatu tempat untuk sholat, dan tiap orang menandai tempat &lt;br /&gt;sholatnya dengan batu. Pagi harinya kami dapati batu-&lt;br /&gt;batu itu tidak tepat pada kiblat, lalu kami bertanya kepada &lt;br /&gt;Rasulullooh s.a.w.: Ya Rasulullooh s.a.w., kami semalam telah sholat &lt;br /&gt;kearah yang bukan kiblat, maka Allah menurunkan ayat 2:115, ini. &lt;br /&gt;(HR. Tirmidzi &amp; Ibnu Majah. derajat Hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERDIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. &lt;br /&gt;Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. (QS. 2:238).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan berkendaraan, maka dapatlah kita sholat di atas &lt;br /&gt;kendaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan yang menakutkan maka sholat dapat dilakukan dalam &lt;br /&gt;kendaraan berjalan dan bila sedang dalam keadaan jalan-kaki dapat &lt;br /&gt;dilakukan dengan berjalan, sebagaimana firman Allah SWT: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan &lt;br /&gt;atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah &lt;br /&gt;(shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang &lt;br /&gt;belum kamu ketahui. (QS. 2:239)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mereka bercampur (dengan musuh, maka sholat dilakukan &lt;br /&gt;hanya dengan) takbir dan isyarat kepala. (HR. Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya persyaratan berdiri ini adalah persyaratan yang umum, &lt;br /&gt;dalam situasi tertentu dimana tidak kuasa untuk berdiri, maka dapat &lt;br /&gt;melakukan sholat dengan duduk, yang bilamana juga masih tidak kuasa &lt;br /&gt;dengan duduk maka dapat dengan berbaring.*komite Tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-5759906417353935680?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/5759906417353935680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/5759906417353935680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/5759906417353935680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-3.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (3)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-2287192732009991697</id><published>2007-04-16T13:02:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:21:37.163+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (2)</title><content type='html'>Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka &lt;br /&gt;basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan &lt;br /&gt;(basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt; dan jika kamu junub maka &lt;br /&gt;mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan kembali dari tempat buang &lt;br /&gt;air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka &lt;br /&gt;bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu &lt;br /&gt;dengan tanah itu, Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak &lt;br /&gt;membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu &lt;br /&gt;bersyukur. (QS. 5 (Al-Maidah): 6)&lt;br /&gt;NIAT PANGKAL SELURUH AKTIFITAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma-asyiral hadhirin/at Rahimakumullooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kedudukan niat sebagai pangkal dari suatu aktifitas &lt;br /&gt;ibadah dalam pandangan Allah SWT sebagaimana DIA berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan &lt;br /&gt;itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan &lt;br /&gt;kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu &lt;br /&gt;bahagianpun di akhirat. (QS. 42(Asy-Syuuro ):20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan DIA mengajarkan kepada Rasulullooh Muhammad s.a.w. (pbuh):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan sesungguhnya &lt;br /&gt;setiap orang itu akan mendapati apa yang diniatinya. (HR. Bukhori-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dilain hadits yang bunyinya mirip Rasulullooh s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar bin Khatab, ia berkata: telah bersabda Rasulullooh s.a.w.&lt;br /&gt;(pbuh):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan &lt;br /&gt;sesungguhnya setiap orang itu akan mendapati apa yang diniatinya. Barangsiapa &lt;br /&gt;hijrahnya* kepada Allah dan rasulNYA maka hijrahnya kepada Allah dan rasulNYA. &lt;br /&gt;Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia atau menikahi wanita, maka &lt;br /&gt;hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi. (HR. Bukhori 1:9 &amp; Muslim 6:48)&lt;br /&gt;*) salah satu pengertian hijrah adalah :&lt;br /&gt;.........Seorang dipanggil muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang &lt;br /&gt;yang meninggalkan keburukan kemudian menunaikan kebaikan. (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat itu adalah maksud /keinginan menyengaja dengan kesungguhan hati &lt;br /&gt;untuk mengerjakan sholat* semata-mata karena menaati perintah Allah SWT &lt;br /&gt;sesuai dengan tuntunan Rasulullooh s.a.w. (pbuh) (yang diketahuinya).&lt;br /&gt;*) dalam makalah ini ditujukan tentang sholat dalam hal yang lain &lt;br /&gt;dapat diapplikasikan untuk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyyah berkata: tempat niat itu di hati bukan di lisan menurut &lt;br /&gt;kesepakatan para Imam kaum muslimin dalam semua masalah ibadah. Sehingga &lt;br /&gt;seandainya seseorang berkata dengan lisannya berlainan dengan apa yang &lt;br /&gt;diniatkan dalam hatinya, maka yang dianggap adalah apa-apa yang diniatkan &lt;br /&gt;oleh hatinya bukan yang dilafazhkan. Dan seandainya seorang berkata secara &lt;br /&gt;lisan tentang niatnya tetapi niatnya tidak sampai kehatinya, maka yang &lt;br /&gt;demikian tidak mencukupi menurut kesepakatan para Imam kaum Muslimin, karena &lt;br /&gt;niat adalah kesengajaan maksud dan kesungguhan dalam hati. &lt;br /&gt;(Majmuu'atir-Rosaailil Kubro 1:243).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGHADAP KA'BAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullooh Muhammad s.a.w. (pbuh) bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Rasulullooh s.a.w. (pbuh) bangkit hendak melakukan sholat&lt;br /&gt;baik fardhu (wajib) maupun sunat, maka beliau menghadap ka'bah. (mutawatir = &lt;br /&gt;diriwayatkan oleh banyak orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu bangkit hendak menunaikan sholat, maka sempurnakanlah &lt;br /&gt;wudhu', kemudian menghadaplah ke arah kiblat dan bertakbirlah. (HR. Bukhori-&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Insya Allah dilanjutkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billaahi taufiq wal hidayah&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum wr.wb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Chalid thalib (Komite tarbiyah)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-2287192732009991697?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/2287192732009991697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2287192732009991697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/2287192732009991697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-2.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (2)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-7787205992635451979</id><published>2007-04-16T12:56:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T13:01:46.071+07:00</updated><title type='text'>Sifat shalat Rasululah SAW  (1)</title><content type='html'>Mukadimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara/iku Muslimin/ah Rahimakumullooh,&lt;br /&gt;tidak saya tidak juga anda, pastilah melihat berbagai macam sholat &lt;br /&gt;yang berbeda di sekitar kita. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga &lt;br /&gt;di sini di tempat multi-budaya ini. Dan anehnya semua mengatakan &lt;br /&gt;taat kepada Allah SWT dan Rasulullooh Muhammad s.a.w.,&lt;br /&gt;dan masing-masing berkeyakinan bahwa sholat yang dilakukannya telah &lt;br /&gt;menurut cara yang benar sesuai tuntunan syari'ah Islam.&lt;span class="selengkapnya"&gt; &lt;br /&gt;Kalau perbedaan yang ada benar-benar didasarkan atas hadits/sunnah &lt;br /&gt;yang sahih tidaklah mengapa. Tetapi kalau hanya berdasarkan &lt;br /&gt;cerita burung yang bersambung, maka telitilah kembali sunnah Rasulullooh &lt;br /&gt;Muhammad s.a.w. yangberhubungan dengan shifat sholat beliau s.a.w..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka, yaitu orang-orang yang senantiasa melakukan &lt;br /&gt;sholat kepada Allah SWT, ada yang ingin mempelajari dan senantiasa &lt;br /&gt;berusaha untuk menyempurnakan sholatnya baik dengan membaca, bertanya, &lt;br /&gt;berdiskusi serta berbagai cara lainnya. Disamping itu&lt;br /&gt;mereka tetap menjaga kontinuitas sholatnya dengan penuh harap-cemas &lt;br /&gt;mudah-mudahan Allah SWT menerima sholat yang telah didirikannya. &lt;br /&gt;Sebab sabda Rasulullooh Muhammad s.a.w. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hamba itu akan melakukan sholat. Namun mereka tidak &lt;br /&gt;akan mendapatkan pahala, kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, &lt;br /&gt;seperdelapannya, seperenamnya, seperempatnya, sepertiganya atau separohnya. &lt;br /&gt;(Ibnul-Mubarok, Abu Dawud dan Nasa'i- sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini senantiasa mengingatkan mereka agar tetap dan &lt;br /&gt;terus-menerus berusaha menyempurnakan sholatnya dari waktu-kewaktu, &lt;br /&gt;dan mereka selalu bermohon penuh harap kepada Allah SWT mudah-mudahan &lt;br /&gt;Dia (Al-Mujieb) Yang Maha Mengabulkan Permohonan hambanya, &lt;br /&gt;menerima amal ibadah yang telah dilakukan, memaafkan kesalahan-kesalahan &lt;br /&gt;yang ada dan memberikan tuntunan kepada kesempurnaan beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullooh Muhammad s.a.w. :&lt;br /&gt;Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang &lt;br /&gt;hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang sholatnya. &lt;br /&gt;Apabila sholatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabila sholatnya &lt;br /&gt;buruk maka dia (akan) kecewa dan merugi.&lt;br /&gt;(An-Nasa'i &amp; At-Tirmidzi).;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Rasulullooh Muhammad s.a.w. di atas, selalu bergaung dalam &lt;br /&gt;pendengarannya dan menimbulkan kegairahan yang kuat agar senantiasa berada &lt;br /&gt;dekat dengan Robbnya sebagaimana disabdakan oleh Rasulullooh Muhammad s.a.w. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud, &lt;br /&gt;maka perbanyaklah do'a (saat bersujud). (Muslim).;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadikan mereka merasa sesuatu yang kurang bilamana waktu sholat telah &lt;br /&gt;masuk dan kewajiban belum ditunaikan. Kenikmatan ketika berbicara, berbisik &lt;br /&gt;dan memohon ampunan kepada Al-Ghofuur (Yang Mahan Mengampuni) adalah kerinduan&lt;br /&gt;yang dirindukan di atas segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntunan para Imam, yaitu kewajiban untuk berpegang teguh kepada &lt;br /&gt;Hadits Rasulullooh Muhammad s.a.w. adalah menjadi acuan utama mereka yang &lt;br /&gt;mudah-mudahan dapat menghindarkan dirinya dari taqlid yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan para Imam yang baik agamanya dan tindakannya dipelajari &lt;br /&gt;sehingga diketahui bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah berkata : &lt;br /&gt;Apabila hadits itu shahih, maka hadits itu adalah madzabku &lt;br /&gt;(Al-Hasyiyah 1/63); apabila hadits itu shahih dan bertentangan dengan madzab, &lt;br /&gt;maka haditslah yang dikerjakan. Jika aku mengatakan suatu perkataan yang &lt;br /&gt;bertentangan dengan kitab Allah dan kabar &lt;br /&gt;Rasulullooh Muhammad s.a.w., maka tinggalkanlah perkataanku (Al-Iqazh.p.50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik berkata:&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang salah dan benar. &lt;br /&gt;Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan &lt;br /&gt;Kitab (Qur'an) dan Sunnah, ambilah dan setiap yang tidak sesuai dengan &lt;br /&gt;Al-Kitab dan Sunnah, tinggalkanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syafi'i berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin telah sepakat bahwa barang siapa yang telah terang &lt;br /&gt;baginya Sunnah Rasulullooh s.a.w., maka tidak halal baginya untuk &lt;br /&gt;meninggalkannya karena untuk mengikuti perkataan seseorang. Apabila &lt;br /&gt;kamu mendapatkan didalam kitabku apa yang bertentangan&lt;br /&gt;dengan Sunnah Rasulullooh Muhammad s.a.w., maka berkatalah dengan &lt;br /&gt;Sunnah Rasulullooh Muhammad s.a.w. dan tinggalkanlah apa yang aku &lt;br /&gt;katakan. Setiap masalah yang ada di dalam khabar dari Rasulullooh &lt;br /&gt;Muhammad s.a.w. adalah shahih bagi ahli naqli dan &lt;br /&gt;bertentangan dengan apa yang aku katakan, maka aku meralatnya di dalam &lt;br /&gt;hidupku dan setelah aku mati. (Al-Fulani, p.68 ; p.100 &amp;p.104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau mengikuti aku, dan jangan pula engkau mengikuti (Imam) &lt;br /&gt;Malik, Syafi'i, Auza'i dan Tsauri; tetapi ambilah darimana mereka &lt;br /&gt;mengambil (Qur'an-Sunnah). Barangsiapa yang menolak Hadits Rasulullooh &lt;br /&gt;Muhammad s.a.w., maka sesungguhnya ia telah &lt;br /&gt;berada di tepi kehancuran. (Al-Manaqib, p.192 &amp; p.182).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka para Imam, semuanya teguh dalam pendirian, sesuai benar dengan &lt;br /&gt;firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami mengutus seorang Rasul, hanyalah supaya diturut dengan izin &lt;br /&gt;Allah. Kalau mereka itu ketika menganiaya dirinya sendiri datang kepada &lt;br /&gt;engkau, lalu mereka memohonkan ampun kepada Allah dan Rasul memohonkan &lt;br /&gt;ampunan pula untuk mereka, tentulah mereka&lt;br /&gt;akan mendapati Allah itu Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang. &lt;br /&gt;(S.4.(An-Nisaa'): 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tidak !!!! Demi Robbmu, mereka belum sebenarnya beriman, &lt;br /&gt;sebelum mereka meminta keputusan kepada engkau dalam perkara-perkara &lt;br /&gt;yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak menaruh keberatan dalam &lt;br /&gt;hatinya terhadap putusan yang engkau adakan, &lt;br /&gt;dan mereka menerima dengan senang hati. (S.4(An-Nisaa'): 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.......Sebab itu, hendaklah orang-orang yang melanggar perintah Rasul &lt;br /&gt;itu menjaga supaya (jangan) ditimpa ujian atau ditimpa siksa yang pedih. &lt;br /&gt;(S.24 : 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;Katakanlah:"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, &lt;br /&gt;niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu". Dan Allah Maha &lt;br /&gt;Pengampun lagi Maha Penyayang. (S. 3:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hamba yang beriman senantiasa ingin agar dirinya dicintai &lt;br /&gt;oleh Al-Kholiq (Maha Pencipta), ingin agar setiap tindakannya senantiasa &lt;br /&gt;berada dalam jalan yang benar karena dia selalu berusaha 'ntuk menyadari &lt;br /&gt;bahwa Al-Aliim (Yang Maha Mengetahui) pasti tahu akan amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yastakhfuuna minannaasi walaa yas-takhfuuna minalloohi wa huwa ma'ahum.&lt;br /&gt;Mereka dapat bersembunyi dari manusia , tetapi mereka tidak bersembunyi &lt;br /&gt;dari ALLAH, pada hal ALLAH bersama mereka. (S.4: 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Allah ini senantiasa menghiasi qolbunya dengan menyadari &lt;br /&gt;akan kehadiran Al-Muhaimin (Yang Maha Memperhatikan, Menjaga dan &lt;br /&gt;Menaungi dalam segala keadaan) membuat kewaspadaan dirinya dalam &lt;br /&gt;bertindak-beramal, mudah-mudahan ia dapat tetap berada &lt;br /&gt;dalam jalur taqwallooh (bertaqwa hanya kepada Allah). Sehingga dengan &lt;br /&gt;demikian harapan dirinya adalah sebagaimana Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....dan percaya kepada ALLAH, sesungguhnya dia telah berpegang kepada &lt;br /&gt;tali yang teguh dan tidak akan putus. Dan Allah itu Maha Mendengar dan &lt;br /&gt;Maha Mengetahui. (S.2:256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah itu Al-Waali (Yang Mengendalikan dan Mengusai segala urusan) &lt;br /&gt;orang-orang beriman mereka dikeluarkannya dari kegelapan (kesesatan) &lt;br /&gt;kepada cahaya Kebenaran yang terang-jelas. Dan orang-orang yang tidak &lt;br /&gt;beriman itu pengendali yang menguasai mereka &lt;br /&gt;itu adalah syaitan, dikeluarkannya mereka dari cahaya yang terang-jelas &lt;br /&gt;kepada kegelapan (yang menyesatkan). Orang-orang itu isi neraka; &lt;br /&gt;mereka tetap (abadi) di dalamnya. (S.2: 257).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika Rasulullooh Muhammad s.a.w. (pbuh) mengatakan kepada &lt;br /&gt;mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Malik bin Huwairits. Ia berkata: telah bersabda &lt;br /&gt;Rosulullooh s.a.w. (pbuh): &lt;br /&gt;Sholluu kamaa ro-aitumuunii ushollii&lt;br /&gt;Sholatlah kamu sekalian sebagaimana kamu melihat aku sholat. (Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian pentingnya perintah sholat ini, sehingga sesekali beliau &lt;br /&gt;s.a.w. melakukan sholat di atas mimbar. Dalam keadaan ini, beliau naik &lt;br /&gt;keatas mimbar lalu bertakbir dan ma'mum (dibelakangnya) juga bertakbir, &lt;br /&gt;sampai kepada ruku' (tetap di atas mimbar)&lt;br /&gt;, kemudian bangun i'tidal beliau turun dari mimbar hingga &lt;br /&gt;sujud.........kemudian memulai rak'at kedua, beliau kembali lagi ke atas &lt;br /&gt;mimbar.......begitu hingga selesai sholatnya. Kemudian beliau menghadap &lt;br /&gt;kepada manusia, seraya bersabda :&lt;br /&gt;Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku melakukan hal ini agar kamu &lt;br /&gt;mengikuti aku dan agar KAMU MEMPELAJARI SHOLATKU ini. &lt;br /&gt;(Bukhori dan Muslim; Muslim dan Ibnu Sa'ad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billaahi taufiq wal hidayah&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum wr.wb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference dalam rangkaian tulisan ini sumber utamanya dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Qur'an dan terjemahan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;2. Hadits-hadits pilihan dari kitab sahih musnad dan sunan "Qobasun &lt;br /&gt;Min-Nuri Muhammad s.a.w." yang aslinya mengandung 2134 hadits dan &lt;br /&gt;terjemahannya "1100 Hadits terpilih". &lt;br /&gt;3. Bulughul Maram/Sabulus salam.&lt;br /&gt;4. Terjemahan dari SHIFATU SHOLATI 'inNabiyyi Shollalloohu 'alaihi wa &lt;br /&gt;sallam (Minat-takbir ilat- taslim kaannaka taroha)-M.Nashiruddin &lt;br /&gt;Al-Albani -----&gt;SIFAT SHOLAT NABI. 5. Tafsir Ibnu Katsir.&lt;br /&gt;6. Sedikit sekali dari sumber lain-lain. *Komite Tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-7787205992635451979?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/7787205992635451979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/7787205992635451979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/7787205992635451979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/sifat-shalat-rasululah-saw-1.html' title='Sifat shalat Rasululah SAW  (1)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-5039582613745244256</id><published>2007-04-12T16:24:00.000+07:00</published><updated>2007-04-12T16:25:50.806+07:00</updated><title type='text'>Ingin cantik?? Berhiaslah Dengan Akhlak</title><content type='html'>Setiap manusia mempunyai fitrah untuk menghiasi diri. Tapi sayangnya, banyak manusia yang tidak mengetahui perhiasan yang terbaik bagi dirinya. Ada yang menghiasi diri dengan logam mulia seperti emas dan berlian. Ada pula yang menghiasi diri dengan kosmetik. Semua ditujukan guna menampilkan diri dalam bentuk yang paling indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;Bagi seorang Muslimah, perhiasan terindah adalah akhlak mulia. Inilah perhiasan yang dapat dikenang sepanjang masa. Inilah perhiasan yang menjadikan pemiliknya mulia di hadapan manusia dan Allah SWT. Dengan akhlak mulia, seorang Muslimah akan terlihat anggun dan cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkesima dan kagum oleh keindahan akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Rasulullah SAW, akhlak mulia menjadi bukti kemuliaan seorang Muslim. Beliau bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling indah akhlaknya." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghiasi diri dengan akhlak mulia berarti mempertegas diri sebagai manusia, karena dengan akhlak akan terlihat perbedaan manusia dengan hewan. Dengan akhlak pula akan terlihat sisi keteraturan hidup manusia yang tidak dimiliki hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, manusia yang tidak peduli dengan akhlak, sesungguhnya ia sedang menuju derajatnya yang paling rendah. Tanpa akhlak, manusia akan seenaknya melakukan apa saja tanpa peduli apakah tindakannya berbahaya bagi orang lain atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, "Sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna. Kemudian Kami kembalikan manusia kepada derajat yang paling rendah." (QS. at-Tin [95] : 4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, akhlak mulia menjadi kunci keberlangsungan suatu masyarakat. Artinya, keberadaan suatu masyarakat hanya bernilai jika telah mempraktikkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, jika akhlak mulia sudah ditinggalkan oleh suatu masyarakat, maka lonceng kematian masyarakat itu hanya tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat tanpa akhlak mulia seperti masyarakat rimba di mana pengaruh dan wibawa diraih dari keberhasilan menindas yang lemah, bukan dari komitmen terhadap integritas akhlak dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, akhlak bukanlah ajaran yang layak dipandang sebelah mata. Perhatian Islam terhadap akhlak sama seperti perhatian terhadap masalah akidah dan syari'ah. Ini menjadi bukti bahwa Islam bukanlah agama yang hanya kaya dengan teori normatif tetapi juga agama yang menekankan kepada pengamalan praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dakwah Islam membuktikan bahwa keberhasilan Nabi Muhammad SAW berdakwah bukanlah hanya karena keluhuran ajaran Islam tetapi juga karena akhlak mulia yang langsung dipraktikkan oleh beliau dalam setiap langkah kehidupannya. [RoL]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-5039582613745244256?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/5039582613745244256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/ingin-cantik-berhiaslah-dengan-akhlak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/5039582613745244256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/5039582613745244256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/ingin-cantik-berhiaslah-dengan-akhlak.html' title='Ingin cantik?? Berhiaslah Dengan Akhlak'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-8616595818383469143</id><published>2007-04-12T16:19:00.000+07:00</published><updated>2007-04-12T16:23:02.205+07:00</updated><title type='text'>Menghargai Diri</title><content type='html'>Saya ingat dia saat pertama kali menginjakan kaki di rumah majikan saya. Ia memakai kerudung putih, baju lengan panjang garis-garis ketat, dan dipadu dengan celana jean's yang tak kalah ketatnya. Sehingga lekuk-lekuk tubuhnya yang agak gemuk itu, tampak jelas dipandang mata.Sehari kemudian mata saya agak terbelalak, karena setelah kerudungnya dibuka dan tak dipakai lagi, rambutnya pendek dan masih ada bekas-bekas kemerahan karena bekas semir saat masih di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;Ia menuturkan, bahwa ia mengenal mode seperti itu, hasil dari pergaulannya di penampungan dengan para calon TKW yang lain. Di kampung, ia tak pernah mengecat rambutnya. "Ini hanya pekerjaan iseng, untuk mengobati kebosanan di tempat penampungan, Mas," lanjutnya.Saya sering dipanggil majikan, untuk menjadi penerjemah, karena ia belum begitu paham dengan bahasa Melayu yang kadang masih banyak kata yang pemakaiannya berbeda dengan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga disuruh oleh sang majikan, untuk menunjukan pekerjaan-pekerjaan rumah yang harus ia tangani. Ia janda satu anak yang berasal dari Lampung tapi kelahiran Cilacap, Jawa Tengah. Sehari-harinya ia bersama saya, karena saya memang diperbantukan untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan di rumah. Sehingga saya sedikit banyak tahu tentang tingkah polah perempuan 23 tahun itu.Sejak bekerja di rumah majikan kami, kerudungnya tak lagi dipakai. Ia memakainya kalau ada acara-acara tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bekerja, ia lebih banyak memakai kaos oblong dan celana sepertiga, yang juga terkesan ketat.Suatu saat, majikan perempuannya menegur dia, agar jangan terlalu sering memakai pakaian yang ketat-ketat. Kata sang majikan, "Pakaian seperti itu bisa menggoda iman laki-laki." Barangkali ada sedikit kecemburuan dari si majikan perempuan. Beberapa waktu kemudian, apa yang pernah dikatakan majikan perempuan itu terbukti. Ia merasa bahwa mata majikan laki-lakinya setiap hari memandang aneh pada dirinya. Bahkan tak jarang menyentuh-nyentuh tubuhnya. Sejak peristiwa itu, ia mulai takut dengan perilaku sang majikan. Ia takut terjadi apa-apa dan diketahui istrinya, lantas akan mendapat perlakuan yang merugikan bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kejadian serupa yang menimpa seorang pembantu berawal dari hal yang demikian.Ia makin gelisah dan berencana mau pindah tempat bekerja. Bahkan pernah mengatakan mau pulang kampung saja, karena perilaku majikan laki-laki itu makin berani. Ia takut majikan perempuannya tahu dengan perangai seperti itu."Kalau suatu saat terjadi apa-apa, tolong saya ya..." katanya kepada kami waktu itu. Seorang teman menghimbau padanya, "Kami tak bisa menolong. Yang bisa menolong adalah dirimu sendiri. Ubah saja cara berpakaianmu. Nanti majikan kami tak melototi kamu terus."Ternyata diam-diam ia menuruti kata-kata teman saya. Ia tak lagi memakai kaos oblong yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celana sepertiga yang menampakkan lekuk-lekuk bagian tubuhnya, juga tak dipakai lagi. Sifat pamer tubuhnya sedikit demi sedikit mulai dikurangi.Saya sama sekali tak menyangka kalau ia juga mulai rajin menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Sesuatu yang sudah lama ia tinggalkan sejak ia hampir setengah tahun hidup di tempat penampung calon TKW di Jakarta, yang penghuninya sangat 'heterogen' cara berpikir dan bertindaknya.Rambutnya, yang masih berwarna kemerahan, juga hampir setiap hari ditutupi, walaupun tidak dengan jilbab kaffah. Yang jelas, sudah ada perubahan dalam menjalani kehidupannya di tempat majikan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, ia berbicara panjang kepada kami, bahwa cara seperti yang sedang ia lakukan memang mujarab untuk menghalau perilaku majikan laki-lakinya. Ia makin tenang bekerja.Singkat kata, ia sedang menolong dirinya sendiri, dengan itikad baiknya menutupi segala aurat yang menimbulkan pandangan mata laki-laki menjadi tergoda. Ia makin merasakan, bahwa harga diri seseorang memang harus dihargai oleh diri sendiri, sehingga akan tampak berwibawa di mata orang lain.Sekedar informasi, bahwa banyak terjadi pelecehan seksual terhadap para pembantu rumah tangga di luar negeri, berawal dari perilaku si pembantu itu sendiri. Seandainya mereka mau menghormati diri sendiri dengan cara berhati-hati dalam berpakaian, tak menutup kemungkinan, perilaku majikan seperti itu bisa dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ragukah engkau hai perempuan, dengan pakaian muslimah (jilbab) yang bisa menjaga keburukan dunia akhirat? * Penulis Bergiat di Forum Lingkar Pena Purwokerto. *Kotasantri.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-8616595818383469143?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/8616595818383469143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/menghargai-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8616595818383469143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/8616595818383469143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/menghargai-diri.html' title='Menghargai Diri'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4857077079278433693</id><published>2007-04-11T16:35:00.000+07:00</published><updated>2007-04-11T16:36:25.395+07:00</updated><title type='text'>Oh Tuhan, tunjukkanlah bagaimana menemukan-Mu</title><content type='html'>Ayesha lahir di sebuah kampung nelayan kecil, di Sussex, Inggris. Ayesha terkenal aktif di sekolahnya. Nilai-nilai pelajarannya cemerlang, namun ada hal yang membedakan dengan anak-anak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;Bila rekan-rekan sebayanya sibuk dengan boneka, dia lebih sering mencorat-coret membuat puisi, merenung, mencari keberadaan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau anda seorang gadis kecil berumur tujuh tahun tapi sudah mempelajari Hinduisme,dan agama-agama lain, lantas berdebat dengan orang-orang dewasa, tentu itu aneh sekali“, ujarnya. Meskipun kedua orang tuanya atheis dia selalu yakin akan kebenaran agama. Dia percaya akan adanya Tuhan. “Tapi......, Nak cari susah“, katanya dalam dialek melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang bookaholic (kegemaran akan buku) mengalir dari kedua orang tuanya, Alan Scoot dan Carol Ann, serta paman dan bibinya yang rata-rata berpendidikan tinggi. Sejak kecil Ayesha dan dua adik prianya telah terbiasa dengan tumpukan buku di rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar tentang Islam, Ayesha berniat mempelajarinya. Tapi sulit sekali menemukan informasi tentang Islam. Bahkan di perpustakaan tak ada buku-buku tentang Islam, apalagi Al-Quran. Gurunya, yang diharapkan dapat memberikan informasi tentang Islam, ternyata hanya memberi jawaban ngawur. Satu-satunya yang dikatakan gurunya tentang Islam adalah orang-orang Islam telah membunuh tentara-tentara Kristen dalam perang Salib. Islam memiliki Nabi yang sangat lucu, yaitu Muhammad dan pedoman hidup mereka adalah Al-Quran. Ayesha tak tahu harus kemana dia bertanya. Apalagi Sussex jarang ditemui pendatang Muslim Timur Tengah atau Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah rasa putus asa yang melandanya itu, suatu malam di usianya yang ke 13, dia berdoa, “Oh Tuhan, siapapun atau apapun Engkau, tunjukkanlah bagaimana menemukan-Mu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya secara kebetulan Ayesha bertemu dengan tiga mahasiswi Muslim asal Malaysia yang sedang belajar di Sussex. “Mereka tidak pernah membujuk saya untuk masuk Islam. Kami hanya berteman. Saya perhatikan mereka masuk kamar dan melakukan shalat, Saya tanya, “Mengapa mereka shalat? Jawab mereka, “itu salah satu ajaran agama kami”, kenang Ayesha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari mereka memberikan Ayesha sebuah buku Al-Quran terjemahan dan beberapa buku tentang Islam. Khawatir ketahuan orang tuanya, Ayesha menyembunyikan Al-Quran dan buku-buku itu di bawah kasur. “Waktu itu saya tidak tahu bahwa Al-Quran seharusnya tidak boleh disimpan dibawah kasur,” ujarnya terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1975, diusianya yang ke-15, dia mengambil langkah berani dalam hidupnya. Suatu malam, saat kedua orang tuanya tidur, Ayesha membasuh dirinya dalam kamar mandi. Saya berkata dalam hati; “Tuhan , saya tahu bahwa saya mandi, menyucikan diri dan berharap Engkau dapat memaklumi kebodohan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, dia kembali ke kamar tidur. Dengan harapan disaksikan Allah, Malaikat dan Nabi Muhammad SAW, dia mengucapkan kalimat Syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintar-pintar Ayesha menyimpan rahasia, toh akhirnya terbongkar juga. Orang tua Ayesha marah besar hingga menjadi pertengkaran yang hebat. Puncaknya, dia harus keluar rumah. Ini terjadi pada musim dingin 6 Desember 1976. Di tengah salju tebal, “Saya keluar rumah menjinjing kopor ditangan dan uang lima pound di saku”, kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin mendapat cinta Allah, maka kita akan mendapatkannya melalui cobaan. Tiap kali lulus ujian, Dia akan menganugerahkan ilmu, pengertian dan kedamaian hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berusia 25 tahun, dia menikah dengan seorang mahasiswa muslim asal Malaysia, Muhammad Zaid bin Haji Sani, Beruntung, pengetahuan suaminya cukup luas sehingga dia banyak belajar darinya. Di Malaysia, Ayesha sering sibuk memenuhi undangan berceramah dikampung-kampung dan kantor pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun baginya, suami dan anak-anak prioritas utama. “Anak-anak adalah titipan Tuhan yang tak bernilai harganya”, ujarnya. Bila doa seorang anak yang shaleh dan shalehah dapat menyelamatkan kedua orang tuanya dari api neraka, siapa yang tidak ingin punya anak?”, Lanjutnya. Bicara soal keluarga, Ayesha lebih lanjut memaparkan, “Tugas kita membimbing dan menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk dalam pandangan Islam, dan akhirnya memberi pilihan untuk memutuskan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan harus menjaga keluarganya, bukan dirinya sendiri. Bila suatu unit keluarga utuh, keluarga itu akan selamat. Bila tidak, maka akan hancur. Hancurnya keluarga adalah awal penyebab kehancuran masyarakat,“ tandasnya. Dan anak-anak adalah yang terpenting. Bila sejak dini orang tua tidak dapat mendampingi anak-anak untuk memberikan pemahaman tentang Islam, mereka akan jauh dari Islam dan sulit nantinya membentuk mereka menjadi muslim yang baik. Memberi pemahaman keislaman sejak usia muda itu yang penting,“tandas Ayesha menutup pembicaraan. (Sumber: Ummat)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4857077079278433693?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4857077079278433693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/oh-tuhan-tunjukkanlah-bagaimana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4857077079278433693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4857077079278433693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/oh-tuhan-tunjukkanlah-bagaimana.html' title='Oh Tuhan, tunjukkanlah bagaimana menemukan-Mu'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1160930540079426273.post-4865604654351138368</id><published>2007-04-05T10:43:00.001+07:00</published><updated>2007-04-12T09:11:39.972+07:00</updated><title type='text'>Gadis Rusia Dapat Hidayah</title><content type='html'>Oleh: M. Syamsi Ali*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/Rh2Ulomp3bI/AAAAAAAAADM/MOAQqNuU_ng/s1600-h/Syamsi_ali2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/Rh2Ulomp3bI/AAAAAAAAADM/MOAQqNuU_ng/s320/Syamsi_ali2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052357731255180722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;For me, Islam does make more sense,” ujar Alina. Dan akhirnya, gadis keturunan Rusia yang telah menetap di California ini mengikrarkan diri masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tiga bulan lalu, the Islamic Forum kedatangan seorang peserta baru. Seorang gadis berkulit putih dan tinggi semampai memasuki ruang kelas itu dengan pakaian muslimah yang sangat rapih. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Pada awalnya memang saya mengira bahwa dia adalah seorang Muslimah keturunan Albania . Bahkan sangkaan saya ini berminggu-minggu, hingga suatu ketika saya tanyakan “when did you convert?”. Dengan sedikit tersipu dia menjawab: “I am still learning. I really want to know more before taking any decision”. Saya tentunya terkejut dengan jawaban itu. Sebab selama ini dia menampilkan diri di kelas persis seperti Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata “insya Allah”, “masya Allah”, dll., keluar dari mulutnya persis seorang Muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam beberapa kasus, dia terkadang menyelah penjelasan saya dengan tambahan, atau beberapa kali mengoreksi poin yang dianggapnya kurang tepat. Setiap waktu pun shalat pasti ikut melakukan shalat dengan jama’ah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang non Muslim menanyakan tentang gambar dalam Islam, apakah boleh atau tidak? Saya menjelaskan bahwa itu tergantung gambar apa dan bagaimana serta untuk tujuan apa. Dia kemudian seolah mengoreksi bahwa “pictures of living creatures are not allowed. I read about this in the hadith Imam”, selahnya. Dalam beberapa kesempatan terpaksa saya harus jelaskan bahwa menyampaikan Islam itu mutlak memakai “pendekatan” yang tidak sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alina, demikian dia memanggil namanya. Gadis ini berasal Rusia, tapi telah lama menetap di Amerika. Menurutnya, sejak kelas 3 SD dia sudah tinggal di California hingga tamat SMA bersama orang tuanya yang merupakan imigran dari Rusia. Setamat SD , Alina melanjutkan sekolahnya di New York City University dengan spesialisasi accounting. Sejak tamat dari universitas, Alina diterima bekerja pada sebuah Accounting firm yang cukup besar di kota New York .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat menjadi mahasiswa itulah Alina mulai mengenal Islam lewat teman kuliahnya. Pergaulan dengan teman itulah yang membuatnya semakin tertarik untuk mendalami Islam. Hingga suatu ketika, menurutnya, dia sangat meyakini, “for me, Islam does make more sense”. Tapi menurutnya lagi, yang paling menarik perhatiannya adalah kenyataan bahwa mayoritas umat Islam “committed with the teachings”. Sementara dia sendiri beragama Yahudi tidak lebih dari sebuah “cultural inheritance” (warisan budaya). “In fact, we don’t really believe in God”, kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua bulan Alina , mengikuti “Islamic Forum” di Islamic Center New York . Saya tidak melihat ada satu hal mendasar yang dia tidak ketahui atau ragukan di agama ini. Tapi nampaknya juga masih bersikap “dingin” untuk masuk ke agama ini. Biasanya saya tidak pernah mengajak langsung atau menanyakan “kapan seseorang akan pindah agama” walaupun orang tersebut suah menampakkan simpatik yang besar terhadap Islam. Tujuan saya adalah menjaga “image” the Forum bahwa itu ditujukan untuk “convert” orang ke agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membela Rasulullah SAW&lt;br /&gt;Hingga sekitar sebulan lalu, Alina berkunjung ke Pasadena , salah satu bagian dari California , untuk menemui kedua orang tuanya. Menurutnya, suatu ketika di saat dia berjalan di kota tersebut, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak-teriak dengan microphone mencaci Rasulullah, Muhammad SAW. Tidak tahan melihat perlakuan orang tersebut, Alina mendatanginya dan berdebat dengannya mengenai Muhammad SAW. Tapi karena orang tersebut memakai pembesar suara, orang-orang di sekitar itu tidak mendengarkan pembelaan Alina terhadap Rasulullah. “I was so sad and crying” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian itu, Alina nampak semakin kalem. Dalam beberapa saat ketika kelas dimulai Alina datang terlambat. Hingga suatu ketika saya tanyakan, “Why you always come late lately?”. Saya terkejut ketika dia menjawab: “I do my istikharah”. Saya tanyakan “Istikharah untuk apa?”. Saya justru menyangka, mungkin istikharah karena ada calon suami, dll. Ternyata menurutnya, “I do my istikharah to ask God, if the time has already come for me to be a Muslim”. Saya sempat tidak bisa menahan geli dan menjawab: “What you do itself (istkharah) is the best indication that Goad wants you to be a Muslim right away”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dua Minggu lalu Alina menelpon dan menyampaikan keinginan untuk bersyahadah. Saya sempat bercanda, “Are you going to take shahadah with me or with some one else”. Dia menjawab, “I will do take my shahadah only with you”. Saya tanyakan kapan dia ingin bersyahadah? Diapun menyebutkan hari Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu kemarin, 31 Maret 2007, secara formal Alina menyatakan menerima Islam sebagai petunjuk hidupnya. Disaksikan oleh peserta “Islamic Forum” dan dengan mata yang berlinang, Alina menyaksikan, “Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah peseruh Allah”. Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjagamu Alina, dan menjadikanmu pejuang di jalanNya!&lt;br /&gt;New York , 2 April 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;seuntai, kenangan, dimuka, bumi, ridha, allah, tegaknya, syariat,
islam, hidayah, dll&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1160930540079426273-4865604654351138368?l=seuntaikenanganoase.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/feeds/4865604654351138368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/oase.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4865604654351138368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1160930540079426273/posts/default/4865604654351138368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenanganoase.blogspot.com/2007/04/oase.html' title='Gadis Rusia Dapat Hidayah'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/Rh2Ulomp3bI/AAAAAAAAADM/MOAQqNuU_ng/s72-c/Syamsi_ali2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
